Beda Wahabi Salafi, Hizbut Tahrir, Jamaah Tabligh dan Syiah

Beda Wahabi, HTI, Jamaah Tabligh dan Syiah
Di Indonesia saat ini ada 3 (tiga) gerakan Islam trans nasional besar yang merupakan produk luar Indonesia yaitu Wahabi Salafi, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan Jamaah Tabligh (JT). Dan ada 2 (dua) gerakan Islam yang merupakan produk lokal Indonesia yaitu Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Kelima gerakan ini masuk dalam kategori Sunni. Di luar itu, ada juga gerakan lain di luar Sunni yang disebut dengan Syiah.

Berikut gambaran singkat tentang ketiga ormas Islam global yang pengaruhnya cukup signifikan pada sebagian umat Islam Indonesia. Di samping itu, ada juga aliran Syiah.

DAFTAR ISI

  1. WAHABI SALAFI
    1. Nama Gerakan Wahabi
    2. Metode Penyebaran Faham Wahabi
    3. Kesalahan Aliran Wahabi Salafi
  2. HIZBUT TAHRIR INDONESIA (HTI)
  3. JAMAAH TABLIGH (JT)
  4. SYIAH
  5. TABAYUN


WAHABI SALAFI

Siapa yang Lebih Salafi: Wahabi atau Aswaja?

Siapa yang Lebih Salafi: Wahabi atau Aswaja?

Wahabi Salafi atau Wahabi saja adalah istilah yang diidentikkan pada sebuah gerakan Islam politik yang berdiri di kawasan Najed di semenanjung jazirah Arab pada akhir abad ke-12 hijriah atau abad ke-18 masehi yang diprakarsai oleh Muhammad bin Abdul Wahhab (1703 – 1792) dan Muhammad bin Saud (wafat 1765 M). Muhammad bin Saud , yang dikenal sebagai Ibnu Saud, adalah Amir daerah Al-Diriyah dan dianggap sebagai pendiri Negara Saudi dan dinasti Saud Pertama.

Keduanya bersekutu untuk menyebarkan gerakannya. Persekutuan keduanya terus dilanjutkan oleh anak cucu mereka bahkan setelah cicit Ibnu Saud yang bernama lengkap Abdulaziz bin Abdul Rahman bin Faisal bin Turki bin Abdullah ibn Muhammad Al Saud (1876-1953 M) yang juga dikenal sebagai Ibnu Saud   berhasil mendirikan kerajaan Arab Saudi (Al-Arabiyah Al-Saudiyah) pada tahun 1932.

Keturunan Muhammad bin Abdul Wahab, yang kemudian dikenal dengan julukan Alus Syeikh dibantu oleh para ulama lain yang berfaham Wahabi mendapat posisi penting dalam pemerintahan baik sebagai pejabat maupun sebagai Dewan Fatwa (Dar Al-Ifta) yang memberikan fatwa tidak saja kepada rakyat tapi juga kepada kerajaan terkait berbagai keputusan besar. Ulama juga mendapat peran besar dalam yudikatif dan pendidikan.

Tidak heran apabila seluruh universitas negeri di Arab Saudi dipenuhi dengan kurikulum berfaham Wahabi. Dan tidak aneh kalau para mahasiswa yang belajar di berbagai universitas negeri di Arab Saudi tercuci otaknya dan pulang ke Indonesia sebagai ustadz-ustadz penyebar faham Wahabi yang sangat militan.

Nama Gerakan Wahabi

Kalangan penganut aliran Wahabi tidak mau menyebut dirinya Wahabi, mereka lebih senang menyebut dirinya dengan beberapa nama antara lain: Salafi, Salafiyah, Anshar as Sunnah, Anshar at Tauhid, Jama’ah at Takfir Wal Hijrah, Jam’iyyah an Nur Wal Iman, Al Jama’ah al Islamiyyah, dan lain-lain.

Walaupun sebagian besar pengikut Wahabi di Indonesia tidak mau menyebut dirinya sebagai Wahabi, namun pada dasarnya penamaan tersebut awalnya berasal dari diri mereka sendiri.

Seorang pemuka Wahabi di Qatar bernama Ahmad bin Hajar Al Buthami bin Ali menulis buku dengan judul: As Syekh Muhammad ibn Abdil Wahhab ‘Aqidatuh as Salafiyyah Wa Da’watuh al Islamiyyah. Buku ini diedit dan sebarluaskan oleh pemuka Wahabi lainnya, yaitu Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz. Dicetak tahun 1393 H, penerbit Syarikat Mathabi’ al Jazirah. Pada halaman 105, ia menulis: [فلما التقى الوهابيين في مكة] Ketika aku bertemu dengan orang-orang Wahabi di Mekah.
Bin Baz sendiri tidak keberatan dengan sebutan Wahabi. Dalam kitab Fatawa Nur ‘ala Al-Darb pada pertanyaan yang ke 6


س 6 – يقول السائل: فضيلة الشيخ، يسمي بعض الناس عندنا العلماء في المملكة العربية السعودية بالوهابية فهل ترضون بهذه التسمية؟ وما هو الرد على من يسميكم بهذا الاسم؟

الجواب: هذا لقب مشهور لعلماء التوحيد علماء نجد ينسبونهم إلى الشيخ الإمام محمد بن عبد الوهاب رحمة الله عليه فهو لقب شريف عظيم

Artinya: Pertanya’an ke 6 – Seseorang bertanya kepada Syaikh: Sebagian manusia menamakan Ulama-ulama di Arab Saudi dengan nama Wahabi [Wahabiyyah], adakah engkau ridha dengan nama tersebut? Dan apa jawaban untuk mereka yang menamakan engkau dengan nama tersebut?

Jawaban: Penamaan tersebut masyhur untuk ulama tauhid yakni Ulama Nejed [Najd]. Mereka menisbahkan para Ulama tersebut kepada Syaikh Muhammad ibnu Abdil Wahhab. Nama itu (Wahhabiyah) adalah panggilan yang sangat mulia dan sangat agung

Baca detail: Mengapa Mereka Disebut Wahabi?

Metode Penyebaran Faham Wahabi

Faham Wahabi disebarkan dengan beberapa cara, antara lain:

1. Memberi beasiswa pada mahasiswa dalam dan luar negeri untuk belajar di berbagai universitas negeri di Arab Saudi seperti Universitas Ummul Quro Makkah, Universitas Islam Madinah, Universitas Ibnu Saud Riyadh, dll. Cara ini sangat berhasil dan efektif. Mahasiswa lulusan Arab Saudi yang sudah pulang ke Tanah Air yang sudah menempuh studi minimal program Master atau S3 (Doktor) tidak saja berubah menjadi penganut Wahabi fanatik, tapi mereka juga menjadi pendakwah aliran Wahabi yang militan dan penuh dedikasi. Semangat yang tinggi ini tidak lepas dari besarnya dana yang dikucurkan Arab Saudi bagi mereka yang bersedia menyebarkan dakwah Wahabi di tempat mereka.

2. Mendirikan universitas atau sekolah tinggi di luar Arab Saudi dengan biaya penuh dari Arab Saudi dengan pemberian beasiswa penuh pada mahasiswanya. LIPIA yang berlokasi di Jakarta adalah salah satu contohnya.

3. Memberi dana bantuan pada sejumlah pesantren di Indonesia dengan syarat memasukkan faham Wahabi dalam kurikulumnya.

4. Melalui kader Wahabi lulusan Arab Saudi yang mendirikan pesantren dengan bantuan dana besar untuk mencetak santri yang berpola pikir Wahabi.

5. Membeli hak penerbitan kitab-kitab turos, kitab klasik atau kitab kuning, karya ulama salaf, lalu menerbitkannya.dan menyisipkan karya-karya ulama Wahabi ke dalamnya. Contoh, hak penerbitan kitab Fathul Bari Syarah Sahih Bukhari karya Ibnu Hajar Al-Asqalani yang dibagian bawah setiap halaman disisipkan karya Bin Baz sebagai muhaqqiq.

6. Merubah secara sengaja konten kitab salaf Ahlussunnah Wal Jamaah dengan kandungan yang sesuai dengan faham Wahabi. Lihat contohnya di sini.

7. Membeli situs-situs di internet yang memiliki pengunjung tinggi dan menggantinya dengan konten yang sesuai dengan faham Wahabi.

8. Membuat situs-situs tanya jawab agama baik dalam bahasa Arab atau bahasa Indonesia atau keduanya dengan memberi jawaban sesuai faham Wahabi.

Kesalahan Aliran Wahabi Salafi

1. Aqidah tauhid Wahabi berdasar teori dari Ibnu Taimiyah dan dikampanyekan oleh pendiri Wahabi, Muhammad bin Abdul Wahab dengan bantuan finansial tak terbatas dari Kerajaan Arab Saudi. Aqidah ini dikenal dengan Tiga Prinsip (Al-Ushul Al-Tsalatsah) yaitu Tauhid rububiyah, tauhid uluhiyah, asma was shifat.

– Membagi tauhid menjadi tiga bagian ini adalah bid’ah terbesar mereka dan senjata utama mereka, ironisnya doktrin ini dijadikan alat untuk mengkafirkan mayoritas umat islam Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) yang dalam bertauhid bermadzhab Asy’ariah, Maturidiah. Baca detail: Tauhid Uluhiyah Rububiyah

– Tauhid uluhiyah adalah alat paling ganas untuk mengkafirkan, mensyirikkan dan menyesatkan muslim lain yang tidak ikut golongan mereka. Inilah akar terorisme modern dalam Islam. Baca detail: Tauhid Uluhiyah Rububiyah

– Konsep tauhid Asma was Shifat condong ke tajsim (memfisikkan Allah) yang berlawanan dengan QS Asy-Suro :11. Baca detail: Tauhid Asma wash Shifat

– Menolak adanya ta’wil pada ayat-ayat mutasyabihat, sehingga mereka berkeyakinan bahwa istiwa’nya Allah di ‘Arsy adalah bersemayamnya Allah di atas ‘Arsy. Mereka pun berkeyakinan bahwa Allah mempunyai wajah dan tangan, mereka juga beranggapan bahwa Allah memegang langit, bumi, pepohonan dengan jari jemariNya. Baca detail: Tauhid Asma wash Shifat

2. Takfiriyah: Inilah kesalahan besar gerakan Wahabi Salafi. Doktrin pengkafiran pada umat Islam yang tidak sesuai dengan ideologi mereka menjadi jalan legitimasi yang mudah bagi pengikutnya untuk melakukan terorisme di seluruh dunia dan dengan perasaan tak berdosa membunuh sesama saudara muslimnya. Doktrin takfiriah ini bersumber dari (a) ideologi tauhid uluhiyah ciptaan Ibnu Taimiyah dan dikembangkan serta disebarkan oleh Ibnu Abdil Wahab; (b) doktrin Al-Wala’ wal Bara’; dan (c) doktrin 10 Pembatal Keislaman.

[VIDEO] Sikap Takfiriyah Wahabi Salafi akar terorisme Islam

3. Syirik. Wahabi Salafi dikenal mudah memberi cap syirik pada perilaku sesama muslim yang tidak sesuai dengan doktrin tauhid uluhiyah mereka. Padahal syirik itu mengandung konotasi sama dengan doktrin takfir yakni orang yang dianggap syirik itu keluar dari Islam dan halal darahnya.

[VIDEO] Pernyataan Imam Masjidil Haram, Adil Al-Kalbani, bahwa ISIS adalah penganut Wahabi Salafi

4. Bid’ah. Doktrin bahwa semua yang tidak ada di zaman Nabi adalah bid’ah dan semua bid’ah adalah sesat membuat Wahabi secara tidak langsung telah menyesatkan dirinya sendiri karena tidak konsisten antara ucapan dengan perbuatan. Contoh, peringatan maulid Nabi dianggap bid’ah dan sesat, tapi hari kemerdekaan Arab Saudi selalu diperingati tiap tahun. Juga, Wahabi secara rutin memperingati haul kematian Ibnu Utsaimin salah satu tokoh ulama mereka. Dan membangun gedung megah untuk museumnya sementara bekas tempat kelahiran Nabi dijadikan perpustakaan sangat kecil di sisi Baitullah. Lihat museum (mathaf) Ibnu Utsaimin di sini.

Bacaan rujukan:
Bid’ah itu Baik 1: Berdasar Quran dan Hadits
Bid’ah itu Baik 2: Pendapat Ibnu Taimiyah
Bid’ah itu Baik 3: Pendapat Madzhab Empat

BEDA ASWAJA DAN WAHABI

Dengan dana penyebaran yang tak terbatas dari kerajaan Arab Saudi dan para donatur fanatik Wahabi di seluruh dunia, maka inilah gerakan paling berbahaya saat ini yang berpotensi memporakporandakan persatuan Islam dan menjadi sumber utama kelemahan Islam di zaman ini.

Adanya gerakan Wahabi yang menyebar luas saat ini sekaligus menjadi kegembiraan kalangan non-muslim yang ingin melihat umat Islam terpecah belah dengan mudah tanpa perlu adanya campur tangan pihak eksternal.

Di kalangan mahasiswa, kalangan pengikut Wahabi banyak aktif di organisasi seperti KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia). Sedangkan secara politik praktis mereka umumnya berada di Partai Keadilan Sejahtera (PKS) baik sebagai fungsionaris partai, kader atau simpatisan. Baca juga: Sikap FPI pada Wahabi dan Syiah

ORMAS ISLAM INDONESIA YANG BERAFILIASI SALAFI WAHABI

Ormas Islam di Indonesia yang secara aqidah terinspirasi dengan ajaran Wahabi antara lain:
– Muhammadiyah. Baca: Yunahar Ilyas: Akidah Muhmmadiyah itu sama dengan Wahabi

Walaupun demikian, ada kecenderungan di kalangan elit MD dan sebagian kalangan akar rumput untuk lebih moderat dan sedikit menjauh dari Wahabi yang murni.

– Al-Irsyad didirikan oleh Syekh Ahmad Surkati dari Sudan. Baca: Profil Al-Irsyad dan Biografi Ahmad Surkati
– PERSIS (Persatuan Islam) didirikan oleh A. Hassan Bandung,
– MTA,
– Hidayatullah
– dll.

Baca juga: Beda Pesantren Salaf dan Salafi

Buku dan kitab Rujukan dan referensi download di sini.

HIZBUT TAHRIR INDONESIA (HTI)
hizbut tahrir indonesia hti
Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) adalah bagian dari Hizbut Tahrir (HT) internasional yang didirikan oleh Taqiuddin Al-Nabhani. HT didirikan pada 1953 di Al-Quds, Palestina. Saat ini HT global dipimpin oleh Atha Abu Rashtah. Sedangkan HTI dipimpin oleh Rohmat S. Labib.

Adapun tujuan dari Hizbut Tahrir atau Partai Pembebasan adalah pendirian pan-Islamisme atau persatuan umat seluruh dunia. Tujuan ini sebenarnya baik. Kekurangan dari HT yang sangat fundamental adalah bahwa persatuan umat itu harus menundukkan diri di bawah payung politik tunggal dengan sistem Syariah Islam dan dipimpin oleh seorang Khalifah. Artinya, seluruh umat Islam dunia harus berada di bawah satu kepala negara yang disebut Khalifah sebagaimana pada zaman Khulafaur Rasyidun. Suatu cita-cita yang baik namun oleh banyak pihak dianggap terlalu utopis (mimpi) dan bertentangan dengan fitrah manusia yang beraneka ragam suku dan bangsa (QS Al-Hujurat ayat 13).

Pada akhirnya, gerakan ini hanya menjadi bagian dari dinamika keanekaragaman umat Islam dan relatif tidak begitu berkembang khususnya dalam konteks Indonesia. Di Indonesia, HTI masih kalah jauh kalau dibanding dengan gerakan Wahabi Salafi dalam perekrutan anggota baru terutama di kalangan mahasiswa di kampus-kampus maupun di luar kampus. Salah satu sebabnya adalah karena arahnya yang tidak jelas dan ketidakmauan kelompok ini untuk aktif dalam politik praktis sampai sistem khilafah ditegakkan. Suatu hal yang amat sulit terjadi untuk tidak mengatakan mustahil.

Paham Sesat Hizbut Tahrir

Menurut Nur Hidayat Muhammad dalam bukunya Benteng Ahlussunnah Wal Jama’ah, (Nasyrul Ilmi, Kediri, 2012) konsep ideologi HT yang tidak sesuai dengan Ahlussunnah adalab sebagai berikut:

– Akal sebagai penentu dalam menafsiri wahyu.
– Ingkar akan kebenaran dari adzab kubur.
– Membolehkan mencium wanita bukan istri baik dengan syahwat atau tidak. (Lihat, Fatwa Al-Nabhani dalam Nasyrah Al-Wa’i edisi 29/5/1970).[1]
– Boleh bersalaman dengan perempuan bukan mahram. (ibid).[2]
– Tidak percaya takdir atau qadha dan qadar (lihat, Al-Nabhani dalam Al-Syakhshiyah Al-Islamiyah, hlm. 1/74).
– Tidak percaya akan munculnya Dajjal diakhir zaman.
– Hadits ahad tidak boleh dijadikan dalil dalam akidah.
– Membolehkan negara Islam menyerahkan pajak kepada negara kafir.
– Tidak mengakui negara kesatuan Indonesia (NKRI)

Footnote

[1] Dalam Nashrah Jawab wa Sual (Buletin Tanya Jawab) Edisi 24 Rabiul Awal 1390 hijriah (شرة جواب وسؤال). Teksnya sbb:


ا حكم القبلة بشهوة مع الدليل؟ الجواب: … قد فهم من مجموع الأجوبة المذكورة أن القبلة بشهوة مباحة وليست حرامًا… لذلك نصارح الناس بأن التقبيل من حيث هو تقبيل ليس بحرام لأنه مباح لدخوله تحت عمومات الأدلة المبيحة لأفعال الإنسان العادية،

Artinya: Apa hukum mencium dengan syahwat disertai dalil? Jawab: Dipahami dari kumpulan jawaban yang sudah disebut bahawa mencium dengan syahwat itu boleh dan tidak haram… karena ia berada di bawah keumuman dalil yang membolehkan perbuatan manusia..

[2] Taqiuddin An-Nabhani dalam Al-Nizham Al-Ijtima’i fil Islam (النظام الاجتماعي في الإسلام), hlm. 35, menyatakan:


أما بالنسبة للمصافحة فإنه يجوز للرجل أن يصافح المرأة وللمرأة أن تصافح الرجل دون حائل بينهما

Artinya: Terkait dengan bersalaman / jabat tangan, maka boleh bagi laki-laki untuk berjabatan tangan dengan perempuan, dan wanita menyalami laki-laki tanpa pembatas (penghalang) antara keduanya.

Baca detail:

Penegasan Yusuf Sabatin Bolehnya Ciuman Bukan Mahram
Kesalahan Aqidah Hizbut Tahrir
Kesalahan Syariah Hizbut Tahrir


JAMAAH TABLIGH (JT)
jamaah tabligh
Jamaah Tabligh (Arab: جماعة التبليغ) adalah gerakan dakwah yang berasal dari India. Gerakan yang didirikan pada 1927 oleh Maulana Ilyas Al-Kandahlawi ini awalnya adalah gerakan lokal di kota Delhi, India. Lalu dengan cepat menjadi gerakan nasional dan internasional. Menurut perkiraan saat ini anggota dan simpatisannya mencapai sekitar 20 juta di lebih dari 210 negara di seluruh dunia.

Di Indonesia Jamaah Tabligh juga tumbuh dan berkembang. Gerakan ini mudah berkembang karena bersifat tidak mengikat: anggota bisa masuk dan keluar kapan saja ia mau. Selain itu, JT tidak mengikatkan diri pada partai politik tertentu atau mazhab tertentu. Walaupun fikih pendirinya bermazhab Hanafi.

Oleh Wahabi gerakan ini dianggap bid’ah. Namun di mata ulama moderat, JT adalah gerakan dakwah yang baik dan tidak ada unsur-unsur di dalamnya yang berlawanan dengan syariah. Walaupun di sana sini terdapat plus dan minusnya sebagaimana umumnya di setiap gerakan apapun.

syiah naik haji

Presiden Iran Ahmadinejad sedang Tawaf Haji

Baca detail: Jamaah Tabligh Gerakan Sesat?

SYIAH

Syiah (Arab: شيعة‎) adalah kependekan dari Syiatu Ali atau pengikut Ali) adalah sekte sempalan dalam Islam yang berpandangan bahwa penerus Nabi Muhammad sebagai Khalifah adalah menantu dan sepupunya yang bernama Ali bin Abu Thalib. Aliran Syiah bertentangan dengan Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) atau Sunni. Dalam pandangan Sunni, Abu Bakar, bukan Ali bin Abu Thalib, adalah yang pantas menjadi Khalifah pertama yang kemudian diteruskan oleh Umar bin Khattab, Usman bin Affan dan baru Ali bin Abu Thalib sebagai Khalifah keempat dari Khulafaur Rasyidin.

Secara garis besar, aliran Syiah terdiri dari tiga aliran yaitu, pertama, Syiah Itsna Asyariah atau Syiah Dua Belas Imam atau Syiah Imamiyah. Syiah Imamiyah ini umumnya berada di Iran. Kedua, Syiah Zaidiyah mayoritas berada di Yaman. Ketiga, Syiah Ismailiyah. Umumnya berada di India dan Pakistan. Baca juga: Sikap FPI pada Wahabi dan Syiah

Di Indonesia, penganut Syiah umumnya beraliran Syiah Imamiyah. Organisasi Syiah di Indonesia bernama IJABI atau Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia yang dipimpin dan didirikan oleh dedengkot Syiah Indonesia yaitu Jalaluddin Rahmat.

Apakah Syiah termasuk Islam atau bukan? Mayoritas ulama berpendapat Syiah bagian dari Islam walaupun dengan catatan. Kalangan Wahabi berpendapat Syiah bukan Islam, walaupun pemerintah Arab Saudi secara resmi menganggap Syiah adalah Islam. Terbukti, kaum Syiah dibolehkan naik haji setiap tahun. Hanya orang muslim yang dibolehkan melaksanakan ibadah haji dan masuk ke Tanah Haram Makkah Al-Mukarramah.
Baca detail: Pendapat Ulama Ahlussunnah tentang Syiah[]

TABAYUN

Sebagian pembaca meminta kami untuk tabayyun terlebih dahulu sebelum menulis artikel ini pada para anggota gerakan yang disebut di halaman ini. Tabayun atau klarifikasi memang penting karena itu perintah Allah dalam QS Al-Hujurat 49:6.

Sebagaimana diketahui bahwa tabayun bisa dilakukan dengan dua cara yaitu secara lisan atau tulisan. Tabayun secara lisan terutama diperlukan apabila menyangkut masalah individu. Ada berita terkait si fulan, maka kita tabayun dengan menanyakan secara langsung pada si fulan tentang kebenaran berita tersebut. Karena, hanya si Fulan pihak yang paling berhak untuk memberi klarifikasi. Si Fulan bisa saja memberi klarifikasi langsung secara lisan, atau melalui tulisan yang disiarkan di media atau medsos. Tabayun terbaik apabila terkait individu adalah melalui klarifikasi langsung secara lisan, apalagi dalam pertemuan empat mata.

Namun, apabila tabayun terkait suatu gerakan atau aliran, maka cara terbaik adalah dengan mengklarifikasinya melalui tulisan-tulisan esai, makalah atau buku yang ditulis oleh tokoh-tokoh dalam gerakan tersebut. Terutama para pendirinya.

Ingin tabayun tentang Wahabi Salafi, maka bacalah kitab-kitab karya Muhammad bin Abdil Wahab sebagai pendiri. Baca juga kitab-kitab karya ulama Wahabi Salafi lapis kedua seperti Al-Usaimin, Bin Baz, Albani, dll.

Ingin tabayun tentang Hizbut Tahrir, maka bacalah kitab-kitab karya An-Nabhani sebagai pendiri HT dan kitab-kitab lain karya para amir HT. Juga, kitab-kitab karya ulama yang resmi menjadi tokoh di Hizbut Tahrir lapis kedua.

Ingin tabayun tentang Syiah, maka baca kitab-kitab Syiah yang ditulis oleh para pendiri Syiah atau para ulama yang punya otoritas tinggi di kalangan Syiah.

Jadi, cara yang tepat untuk tabayun tentang suatu gerakan atau aliran agama, maka baca kitab-kitab mereka. Terutama kalau pendirinya sudah wafat seperti dalam kasus Wahabi Salafi, Hizbut Tahrir, Jamaah Tabligh, atau Syiah.

Bacaan lanjutan: Kelompok dan Aliran dalam Islam

Comments

  • Sudahla….Saatnya sekarang kita bersatu untuk Umat Islam, apapun Aliran kamu, Faham kamu, dari mana kamu, apa keyakinan kamu cukup untuk kamu saja…kalu kamu masuk ke Indonesia ikuti adat istiadat, hukum, peraturan yang ada di Indonesia…Ilmu, faham, kepercayaan yang kamu dapat diluar sana kalu baik untuk indonesia ” tidak merubah tatanan Negara yang berdasarkan Pancasila” silahkan dengan catatan memberi bukan berarti mengikat sehingga orang lain harus meninggalkan segalanya demi kepentingan…Siapa saja boleh masuk Indonesia tapi jangan menjadi pemecah belah dengan cara menyebarkan, menghasut dan mengikat..biarkan Islam itu tumbuh dengan tidak membedakan (Agama, Suku, Ras dll) dengan perbedaan berarti banyak pikiran yang menjadikan kita kuat …Lihat sebuah rumah, mulai dari matrialnya semua berbeda tidak ada yang saling meremehkan, mereka bersatu padu denga tatanan yang menjadikan rumah itu kokoh, susah untuk di hancurkan…AYOH BERSATU….

    KASWANAugust 10, 2017
  • Mengapa lebih sering membahas perbedaan memahami ajaran agama Islam di dalam pengamalannya yang berpotensi perpecahan di kalangan kaum muslimin ketimbang menyebarluaskan persamaan dalam memahami ajaran agama Islam?
    Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.
    Bukankah Nabi Muhammad diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam? Untuk itulah umat Nabi Muhammad dituntut mewujudkannya.

    daandiedAugust 9, 2017
  • mantab gan, semoga Allah selalu memberkahi dan merahmati kalian…
    amiin…

    DennyAugust 6, 2017
  • Artikelnya terlalu condong ke sebelah. Ciri Pembedaan antara alirannya pun terlalu instan tanpa ada dalil atau pun pendapat dari imam besar ( imam madzab ). Contoh nya masalah pembedaan do’a qunut yg pernah saya pelajari dari kiyai guru dan dosen saya. KH Ahmad shodaqoh z. ( Kediri ) , ustad syukur Lc ( Bontang ), ustad quba siga Lc ( Makasar ).
    Dari imam besar tersebut berpendapat bahwa qunut itu.
    1. Imam Abu Hanifah
    Imam Abu Hanifah mengatakan bahwa Qunut itu disunnahkan pada shalat witir yang dilakukan sebelum ruku’.
    Sedangkan pada shalat subuh, beliau tidak menganggapnya sebagai sunnah.
    Sehingga bila seorang makmum shalat subuh di belakang imam yang melakukan qunut, hendaknya dia diam saja dan tidak mengikuti atau mengamini imam. Namun Abu Yusuf, salah seorang tokoh dari mazhab Al-Hanafiyah mengatakan bahwa bila imamnya melakukan qunut, maka makmumnya harus mengikutinya, karena imam itu harus diikuti.

    2. Imam Malik
    Imam Malik mengatakan bahwa qunut itu merupakan ibadah sunnah pada shalat subuh dan lebih afdhal dilakukan sebelum ruku’.
    Meskipun bila dilakukan sesudahnya tetap dibolehkan. Menurut beliau, melakukan Qunut secara zhahir dibenci untuk dilakukan kecuali hanya pada shalat subuh saja. Dan qunut itu dilakukan dengan sirr, yaitu tidak mengeraskan suara bacaan. Sehingga baik imam maupun makmum melakukannya masing-masing atau sendiri-sendiri.
    Dibolehkan untuk mengangkat tangan saat melakukan qunut.

    3. Imam As-Syafi’i ra
    Imam As-Syafi’i ra mengatakan bahwa Qunut itu disunnahkan pada shalat subuh dan dilakukan sesudah ruku’ pada rakaat kedua. Imam hendaknya berqunut dengan lafaz jama’ dengan menjaharkan (mengeraskan) suaranya dengan diamini oleh makmum hingga lafaz (wa qini syarra maa qadhaita). Setelah itu dibaca secara sirr (tidak dikeraskan) mulai lafaz (Fa innaka taqdhi …), dengan alasan bahwa lafaz itu bukan doa tapi pujian (tsana`).
    Disunnahkan pula untuk mengangkat kedua tangan namun tidak disunnahkan untuk mengusap wajah sesudahnya. Menurut mazhab ini, bila qunut pada shalat shubuh tidak dilaksanakan, maka hendaknya melakukan sujud sahwi, termasuk bila menjadi makmum dan imamnya bermazhab Al-Hanafiyah yang meyakini tidak ada kesunnahan qunut pada shalat subuh. Maka secara sendiri, makmum melakukan sujud sahwi.

    4. Imam Ahmad bin Hanbal
    Imam Ahmad bin Hanbal mengatakan bahwa qunut itu merupakan amaliyah sunnah yang dikerjakan pada shalat witir yaitu dikerjakan setelah ruku. Sedangkan qunut pada shalat subuh tidak dianggap sunnah oleh beliau.

    fendyAugust 4, 2017
  • Kita ibaratkan ajaran/syariat yg dibawa Rasulullah Saw sebuah sungai yg mengalir.Rasulullah Saw sebagai sumber mata airnya..Nah..untuk mendapatkan air bersih,segar dan sehat..tentu kita berusaha untuk mengambil air dari sumber mata airnya atau setidaknya kita naik ke hulunya.Sebab makin ke bawah semakin kotor sudah bercampur dengan aliran sungai yg gak jelas asalnya bahkan mungkin dari air limbah atau air got..Begitu pula ajaran Islam yg kita cintai ini..Untuk mendapatkan ajaran yg murni..tentu kita akan mencari sumber yg betul-betul sahih yg telah diriwayatkan oleh sahabat-sahabat RasulullahSaw..tabiit tabiin..tabiut tabiin…Mereka semua adalah para salafi yg sudah tidak diragukan lagi kesalehannya…

    YoesAugust 4, 2017
    • Kalau begitu mengapa anda ikut Ibnu Taimiyah dan Muhamad ibnu Abdil Wahab yg bukan generasi Salafi?
      Kalau ikut logika anda, maka aliran sungai yg dibuat Ibnu Taimiyah dan Muh. bin Abdil Wahab jelas lebih kotor dari aliran sungai yg dibuat Abul Hasan Al Asy’arai dan para Imam Mazhab empat bukan?

  • ini belajar tanpa guru (penulis artikel ini). sesat menyesatkan

    PrinceAugust 1, 2017
  • Afwan Min , Kalau gak salah website Konsultasi Syariah itu juga Milik Wahabi , Afwan Min jika saya Salah , saya Cuma tanya Kejelasan Suatu Website ,

    romiJuly 27, 2017
  • Gimana

    Erwin asmdiJuly 24, 2017
  • Di kantor saya ada 4 org mengaku salafi.mm sesuai dg apa yg dijelaskan mereka itu cepat menuduh muslim lain ahlul bid’ah,pasti masuk neraka.kalo beda pendapat dia cepat menuduh orang lain yg sesat.sikapnya jg sombong dan meremehkan orang.berjenggot,celana buntung,jilbab melantai tapi pengetahuan agamanya dangkal…pemahaman sejarah islam jg kurang.kemampuan berfikir jg tidak memadai tapi hatinya keras dg pendapat kelompoknya.tidak mau mendengar pendapat yg berbeda.begitu beda langsung mencela.

    WiniJuly 23, 2017
  • Mereka yg gak punya andil apa2 ttg perjuangan kemerdekaan, saat ini dg seenaknya mengkafir2kan bangsa Indonesia yg tidak sefaham dg mereka, juga dg junawanya ingin menghapus bangsa dan negara Indonesia menjadi khilafah (entah dimana khalifahnya).

    Semoga 350tahun dijajah cukup menjadi pelajaran bagi bangsa ini utk selalu bersatu, tidak mudah terpecah belah, oleh pihak2 yg berkedok agama (sejatinya mereka hanya ingin memanjakan nafsu berkuasa mereka, tanpa memikirkan hakekat dan tujuan bangsa Indonesia).

    Saya hanya mengingatkan saja, bahwa Habib Muda Seunagan (Abu Peulukung, 1870-1972), seorang putra Aceh yg begitu gigih berjuang menghalau Belanda dan pemberontakan thd NKRI, sangat yakin bahwa Pemerintah Indonesia adalah merupakan Ulil Amri (pemimpin) sebagaimana petunjuk dalam ayat Al-quran yang berbunyi “Ya ayyuhallazina amanu Atthii’ullaha waathi’urrasul wa ulil amri mingkum” artinya (wahai orang-orang yang beriman, taatlah kamu kepada Allah SWT dan Rasul dan pemimpin yang sah diantara kamu).

    Pemerintah dan pemimpin yang sah menurut keyakinan Habib Muda Seunagan dan pengikutnya adalah Pemerintah Republik Indonesia berdasarkan Pancasila.

    Akhirul kata, terimakasih atas artikelnya, sangat membantu menambah wawasan saya, terutama dg diberikannya literatur2 referensi. Smg pengasuh selalu dalam keselamatan, penuh rahmat dan barokah Allah SWT.
    Aamiiin.

    NawraJuly 21, 2017
  • Nulis artikel asal2an, coba duduk dulu sampeyan ke majelisnya ulama atau ustadz salafi, cari kata2 mereka yang bilang si anu kafir si anu munafik…gak akan ketemu, yang ada mereka bilang perbuatan seperti ini yang sesuai syariat, itu yang tidak sesuai syariat, dst. Monggo mas, sampean hadir di majelis ilmiahnya, semoga sampean mendapatkan hidayah

    AsalJuly 20, 2017
  • Yang di bahas apa jawabnya apa..baca dulu sebelum koment . Buat yang ngomongnya ente ente..mending pulang ke arab aja deh di Indonesia itu bahasanya aku kamu..lucunya lagi bahas soal mati menyedihkan memangnya yang tentuin kematian itu kamu Islam di indonesia sebelum ada paham kayak kalian ini adem ayem tentram damai. Paham kami Ahli sunnah wal jamaah mengakui itu..dan seandainya kalian mengerti tentang yang di inginkan Nabi Muhammad Saw. Kalian akan berpikir ulang untuk membuat ajaran baru seperti itu. Kanjeng nabi menginginkan toleransi antar perbedaan. Menengok pada sejarah kejayaan islam. Kanjeng Nabi telah membuat komitmen dalam piagam Madinah intinya toleransi antar perbedaan..itu juga yang di terapkan di Indonesia dengan Bhineka Tunggal Ika..tapi yahudi telah menghianat piagam Madinah..hingga membuat konflik berkelanjutan ..aku ragu jangan2 kalian ini penerus yahudi.

    samsul arifinJuly 19, 2017
  • Kalau FPI itu apa min?

    KepiJuly 18, 2017
  • Ente penentang syi’ah Ali (yang mengkafirkan syi’ah Ali). Jika syi’ah Ali itu kafir maka ane akan mati dalam waktu secepat-cepatnya dalam kondisi yang sangat menyedihkan.
    Sebaliknya jika syi’ah Ali itu mu’min (pengikut Nabi Muhammad SAWW) maka ente yang mengaminkan akan mati dalam waktu secepat-cepatnya dalam kondisi yang sangat menyedihkan.
    Yang sudah membaca mubahalah ini dan tetap mengkafirkan syi’ah Ali maka dialah yang kafir!

    Ali Al MujtabaJuly 10, 2017
  • Beberapa puluh tahun terakhir di antara kaum muslimin merebak perbedaan pemahaman ajaran Islam yang tidak menambah eratnya persaudaraan namun malah cenderung mengendurnya persaudaraan bahkan sudah mengarah ke perpecahan di umat Islam. Terlebih lagi di masa keterbukaan dan kemudahan memperoleh informasi sekarang ini. Apakah para cendekiawan yang juga sangat paham ajaran Islam akan terus menikmati keadaan ini, bukankah Rasulullah Muhammad SAW sendiri mengajarkan bahwa sesama muslim bersaudara juga agar berlaku adil? Harusnya itulah yang harus kita tumbuh suburkan di antara umat Islam yang berarti mengamalkan sebagian sunah rasul.

    daandiedJuly 7, 2017
  • Kehiduapan Sodara Ku Hancur Gara2 Ikut Aliran Yg Menyebut Mereka Salafi..padahal Wahabi..pekerjaan Ditinggalkannya Padahal HALAL!, Sekarang Malah Dagang Ngikutin Nabi..Berubah Jadi Pendiam, Gak Mau Menyuapa Orang Lagi Yg Diluar Golongannya.., SERING MENERTAWKAN NU, MEM BID’AH KAN DI LUAR KEYAKINANYA!! DAN SANGAT MEMBENCI SYIAH. Pake Kata2 Anthum,,, Ana…Terus Klo NGOMONG! JENGGOT PANJANG BERANTAKAN..GAK RAPI..SEKRANG RUMAH TANGGA NYA TERANCAM HANCUR GARA2 DIA GAK MAU KERJA!!! KERJAAN YANG BAIK & BAGUS DI TINGGALKANNYA PADAHAL DIA SUDAH PUNYA ISTRI DAN ANAK…

    SALAM SAYA!!! POKOKNYA BAGI ULAMA2 YANG DAKWAH DENGAN PAHAM WAHABI SALAFI INI ANDA SEMUA HARUS TANGGUNG JAWAB DUNIA AKHERAT KARENA TELAH MERUDAK AKIDAH & PERILAKU SODARA SAYA!!! ALLAH SWT MAHA TAU!!! SEKARANG RUMAH TANGGANTA DI UJUNG TANDUK!!!!!!!! KALIAN LAH YANG AKAN BERTANGGUNG JAWAH KHAWARIJJJJ!!!! DUNIA & AKHERAT INGAT ITU!!

    Hamba Allah & Umat Nabi Muhammada SAWJuly 7, 2017
  • Admin yang buat artikel ini sya yakin belum pernah baca kitab tauhid karya syeikh muhammad bin abdul wahab, melainkan hanya mendengar dan menerima dari satu ulama saja,,
    Makanya bisa bicara seenaknya saja,,

    Setau saya KAMMI dan PKS itu mereka adalah IKHWANUL MUSLIMIN dan bukan salafy, saya tau krn sya dulu mantan anggota IM sebelum ngaji SUNNAH,,
    jadi saran bagi admin jangan asal tulis deh, saya lucu bacanya…

    AhadJuly 6, 2017
  • Bukannya Anda yang malah menuduh suatu golongan islam yaitu wahabi yang berada di arab saudi telah mengkafir-kafirkan islam lainnya. Dan mengambil garis besar bahwa seluruh golongan wahabi berbuat seperti itu. Kalau memang ada orang yang berfaham wahabi yang pernah berbuat demikian, belum tentu semua seperri itu kan?

    Iffah NabilahJuly 6, 2017
  • Maaf min sebelumnya, wahabi mu’tadil? mengapa admin menyebut kaum salafi yang ada di arab sana dengan sebutan seperti itu? setau saya, di dalam ceramah orang-orang “wahabi” itu tidak pernah menggunakan “madzhab wahabi”. mereka berkata qolallah, qola rosul. kalau tidak ya mereka mengatakan bahwa madzhab hanbali mengatakan seperti ini serta ini dalilnya, madzhab syafii mengatakan seperti ini serta ini dalilnya, dst.

    aswajaJuly 5, 2017
  • Mantab Pak Ustad, terima kasih banyak atas pencerahaanya

    AgungJuly 5, 2017

Leave a Reply