Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang http://www.alkhoirot.com Al-Khoirot adalah Pondok Pesantren terbaik dengan biaya murah sistem salaf modern putra putri di Indonesia dengan biaya terjangkau semua kalangan ekonomi. Website Resmi Ponpes Al-Khoirot Malang Jawa Timur Indonesia. Mon, 01 Sep 2014 23:11:15 +0000 en-US hourly 1 http://wordpress.org/?v=3.9.2 Tata Tertib Santri Al-Khoirot http://www.alkhoirot.com/tata-tertib-santri-al-khoirot/ http://www.alkhoirot.com/tata-tertib-santri-al-khoirot/#comments Mon, 01 Sep 2014 23:04:42 +0000 http://www.alkhoirot.com/?p=1234 Tata Tertib Santri Al-Khoirot

TATA TERTIB DAN PERATURAN SANTRI
PONDOK PESANTREN AL-KHOIROT
KARANGSUKO PAGELARAN MALANG

BAB I KETENTUAN UMUM

Pasal 1

  1. Yang dimaksud dengan Agama adalah Agama Islam
  2. Yang dimaksud dengan Pemerintah adalah Pemerintah Republik Indonesia
  3. Yang dimaksud Pesantren adalah Pondok Pesantren Al-Khoirot Karangsuko Pagelaran Malang
  4. Yang dimaksud Pengurus adalah PengurusPondok Pesantren Al-Khoirot yang telah ditunjuk serta disahkan oleh Pengasuh.
  5. Yang dimaksud Santri adalah setiap orang yang berdomisili dan terdaftar di Pondok Pesantren Al-Khoirot

Pasal 2

Aturan Umum

Peraturan berlaku bagi setiap santri, baik yang masih dalam jenjang pendidikan/siswa, atau sudah menjadi muallim dan Pengurus.Juga berlaku bagi para khudama’/kabule’en.

Pasal 3

Perkecualian

Perkecualian dari tata tertib ini hanya bisa dilakukan dan diberikan oleh Pengasuh, dengan mengindahkan masukan dari Dewan Pengasuh, Pengurus dan atas usulan dari santri, wali santri dan alumni.

BAB II Kewajiban dan Hak

Pasal 3

Umum

  1. Setiap santri wajib melaksanakan perintah Agama
  2. Setiap santri wajib melaksanakan ketentuan dari Pemerintah
  3. Setiap bagian di kePengurusan Pesantren mempunyai tata tertib tersendiri dalam lingkup bagiannya
  4. Setiap santri wajib mematuhi peraturan yang telah ditetapkan oleh masing-masing bagian PengurusPondok Pesantren Al-Khoirot

Pasal 4

Administrasi

  1. Santri wajib mendaftarkan diri di Pondok PesantrenAl-Khoirot
  2. Membayar semua administrasi yang telah ditentukan
  3. Memiliki kartu tanda santri
  4. Santri yang pindah atau berhenti setelah mendapatkan restu Pengasuh, harus menyelesaikan administrasi serta menyerahkan kartu tanda santri.
  5. Santri yang pulang/pergi dari Pesantren lebih dari 1 (satu) bulan tanpa izin dari Pengasuh atau memberitahukan kepada Pengurus, maka di anggap berhenti dengan sendirinya. Dan apabila akan masuk kembali lagi harus mendaftar dari depan.

Pasal 4

Pendidikan

  1. Setiap santri wajib mengikuti kegiatan belajar yang diadakan Pesantren.
  2. Setiap santri wajib mengikuti jam wajib belajar.
  3. Mengikuti pengajian al-Quran dan kitab.

Pasal 5

Keamanan

  1. Setiap santri wajib menetap di dalam Pondok Pesantren Al-Khoirot
  2. Setiap santri wajib menjaga ketertiban dan keamanan Pondok Pesantren Al-Khoirot.
  3. Setiap santri wajib meminta izin ke Kantor Pengurus bila keluar lingkungan Pesantren.
  4. Setiap santri wajib lapor ke kantorPengurus bila kembali ke Pesantren.
  5. Setiap santri wajib lapor kepada staf keamanan apabila kehilangan atau menemukan barang.
  6. Setiap santri wajib membantu petugas keamanan yang pelaksanaannya diatur oleh staf keamanan.

Pasal 6

Akhlaq

  1. Taat kepada Pengasuh dan kebijakan Pengurus.
  2. Menjaga etika, prestasi, prestise serta menjungjung tinggi nama baik Pondok Pesantren.
  3. .Mengikuti sholat berjama’ah dengan menggunakan baju lengan panjang dan tidak bergambar/logo, kecuali dalam keadaan darurat.
  4. Memenuhi panggilan Pengurus.
  5. Menghormati sesama, menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda.
  6. Berpakaian sopan baik dalam tinjauan agama maupun dalam timbangan adat kebiasaan (sar’an wa’ adatan.)
  7. Menghormati tamu.
  8. Menghadiri pengajian umum atau pengarahan yang diadakan Pengurus.

Pasal 7

Kebersihan, Kesehatan dan Pemakaian Fasilitas

  1. Menjaga kebersihan, kesehatan dan keindahan lingkungan Pondok Pesantren.
  2. Memelihara gedung/bangunan dan peralatan yang ada di dalam Pondok Pesantren.
  3. Mengikuti kerja bakti dan bakti sosial.
  4. Membuang sampah pada tempatnya.
  5. Menggunakan aliran listrik sesuai dengan watt dan peruntukan yang telah ditentukan.
  6. Memasak pada tempat yang telah disediakan.
  7. Menggunakan fasilitas MCK (mandi, cuci, kakus) dengan selayaknya dan menjaga kebersihan dan kelestariannya.

Pasal 8

Organisasi

  1. Mengikuti organisasi intern dan ekstern yang direkomendasi oleh Pondok Pesantren.
  2. Meminta izin kepada Pengurus pada setiap kegiatan yang diadakan di dalam Pondok Pesantren.
  3. Menghadiri penceramah yang telah disetujui Pondok Pesantren.
  4. Penarikan iuran atau sumbangan apapun oleh selain PengurusPesantren dan lembaga formal harus sepengetahuan dan seizing Pengasuh, setelah memberitahukan kepada Pengurus.
  5. Kegiatan yang dilaksanakan bersifat positif.

Pasal 9

Hak

  1. Memperolah pendidikan baik sekolah maupun Pesantren
  2. Menggunakan fasilitas Pesantren
  3. Memperoleh pelayanan yang baik

BAB III

LARANGAN

Pasal 10

Umum

  1. Setiap santri di larang melakukan segala sesuatu yang dilarang Agama
  2. Setiap santri di larang melakukan sega sesuatu yang dilarang Pemerintah

Pasal 11

Administrasi

  1. Masuk Pesantren tanpa izin Pengasuh dan mendaftar ke kantor
  2. Merubah foto atau identitas kartu santri.
  3. Pindah pondok tanpa izin pindah.

Pasal 11

Keamanan

  1. Menetap di luar lingkungan Pondok Pesantren.
  2. Menyaksikan pertunjukan di luar Pesantren.
  3. Melanggar larangan syar’i seperti zina, mencuri, taruhan, mengghosob dan lain-lain.
  4. Mengkonsumsi, memiliki menyimpan atau mengedarkan MIRAS dan NARKOBA.
  5. Memiliki, menyimpan, melihat dan membaca atau mengedarkan gambar PORNO menurut pandangan Pesantren.
  6. Memiliki, menyimpan, dan memperjualbelikan SAJAM (senjata tajam).
  7. Bertengkar atau berkelahi.
  8. Bermain atau menyimpan remi, domino, catur, play station, layang-layang dan sejenisnya.
  9. Menyembunyikan atau menyimpan alat-alat music, radio, tape recorder, TV, hand phone, dan barang-barang elektronok lainnya.
  10. Menyewa, meminjam atau membawa sepeda motor., kecuali dengan izin tertulis dari Pengasuh.
  11. Menyalah gunakan surat izin.
  12. Menemui atau menerima lawan jenis yang bukan mahramnya.
  13. Menerima tamu putra atau putri di dalam kamar.
  14. Mengikuti, mengadakan demontrasi, unjuk rasa dan sejenisnya.
  15. Mengakses internet di WARNET tanpa seijin Pesantren.
  16. Bermain play station di rental
  17. Nonton bola di Stadion Kanjuruhan
  18. Surat-menyurat dengan lawan jenis yang bukan mahramnya.
  19. Bepergian atau pulang pada malam hari.

Pasal 12

Akhlaq

  1. Santri yang belum dewasa dilarang merokok.
  2. Bergurau atau duduk di tepi jalan.
  3. Menghina atau melawan Pengurus.
  4. Membully/menindas santri lain
  5. Berambut gondrong, berkuku panjang, berkalung, bergelang, bertindik, atau bertato.
  6. Menyemir rambut.
  7. Bersorak-sorak, menggangu atau menghina tamu.
  8. Mengumpat atau berkata jorok.
  9. Memakai pakaian yang mempertontonkan aurat.

Pasal 13

Kebersihan, Kesehatan, dan Pemakaian Fasilitas

  1. Membuang air dan melempar botol dari lantai atasdan membuang sampah di sembarang tempat.
  2. Memelihara binatang.
  3. Buang air kecil atau besardi lain tempat yang telah disediakan.
  4. Corat coret pada dinding, meja dan kursi.
  5. Olah raga atau kegiatan lain di luar Pondok Pesantren tanpa izin Pengasuh dan atau Dewan Pengasuh
  6. Menempatkan alas kaki tidak pada tempatnya.
  7. Memindah atau merusak inventaris pondok.

Pasal 14

Organisasi

  1. Menjadi anggota organisasi yang tidak ada kaitan langsung dengan Pondok Pesantren, kecuali mendapat izin Pengasuh.
  2. Menarik iuran di luar ketentuan Pengurus.
  3. Menyalah gunakan izin organisasi.

BAB IV

JENIS HUKUMAN

Pasal 15

Ringan

  1. Diperingatkan.
  2. Membuat surat pernyataan diri tidak mengulangi lagi.
  3. Membaca Al’quran
  4. Kerja bakti
  5. Disita barang buktinya.
  6. Ganti rugi.
  7. Dihukum sesuai kebijaksanaan.

Pasal 16

Sedang

  1. Guyur dan disita barang buktinya.
  2. Gundul dan disita barang buktinya.

Pasal 17

Berat

Gundul, guyur dan dikembalikan kepada orang tua atau wali santri setelah dilakukan komunikasi dengan orang tua/wali santri.

Pasal 18

Keputusan Hukuman

  1. Jenis hukuman untuk pelanggaran berat diputuskan oleh Pengasuh dengan mempertimbangkan masukan dari Dewan Pengasuh danPengurus.
  2. Jenis hukuman untuk pelanggaran berat diputuskan oleh Pengurus
  3. Hukuman yang tidak diindahkan akan ditindak lanjuti dengan hukuman yang lebih berat.

Pasal 19

Pelaksanaan Hukuman

Dihukum sesuai jenis hukuman ringan yaitu setiap santri yang:

  1. Tidak sholat berjama’ah pada waktu yang diwajibkan berjama’ah
  2. Tidak membuang sampah pada tempatnya.
  3. Membuat gaduh terutama waktu shalat berjama’ah, pengajian, jam wajib belajar sekolah
  4. Membuang air dan botol dari atas lantai, atau membuang sampah di sembarang tempat.
  5. Coret-coret pada dinding, meja dan bangku.
  6. Bepergian atau pulang pada malam hari.
  7. Tidak mengikuti pengajian al-Qur’an.

Pasal 20

Dihukum dengan hukuman gundul serta disita barang buktinya yaitu setiap santri yang:

  1. Bermain atau menyimpan remi, domino, play station, layang-layang dan sejenisnya.
  2. Menyembunyikan atau menyimpan; alat-alat musik, radio, tape recorder, TV, hand phone, dan barang-barang elektronik lainnya.
  3. Menyalah gunakan izin.
  4. Surat-menyurat dengan lawan jenis yang bukan mahramnya.
  5. Olah raga atau berkegiatan di luar pondik Pesantren.
  6. Mengakses internet di warnet.
  7. Nonton bola di Stadion Kanjuruhan
  8. Bermain play station di rental

Pasal 21

  1. Dihukum dengan hukuman gundul disita barang buktinya. Yaitu setiap santri:
  2. Tidak menetap di Pondok PesantrenAl-Khoirot.
  3. Rekreasi atau menyaksikan pertunjukan.
  4. Memiliki, menyimpan, melihat dan membaca atau mengedarkan buku/gambar PORNO menurut pandangan Pesantren.
  5. Memiliki, menyimpan, dan memperjual belikan senjata tajam.
  6. Mengganggu atau berkenalan dengan lawan jenis (pacaran).
  7. Tidak mengikuti jam wajib belajar.
  8. Tidak meminta izin kekantor keamanan bila keluar Pondok Pesantren.

Pasal 22

Dihukum dengan hukuman gundul dan dihadapkan ke Pengasuh atau dikembalikan kepada orang tua atau wali, yaitu orang yang:

  1. Tidak taat kepada Pengasuh dan kebijaksanaan Pengurus.
  2. Tidak mengikuti sekolah tanpa keterangan sekurang-kurangnya seminggu dan kegiatan wajib yang diadakan madrasah.
  3. Tidak menjaga ketertiban Pondok Pesantren.
  4. Melanggar larangan syar’i seperti berzina, mencuri dan lain-lain.
  5. Mengkonsumsi, memilik, menyimpan atau mengedarkan MIRAS dan NARKOBA.
  6. Bertengkar atau berkelahi.
  7. Menghina atau melawan PengurusPesantren.

BAB V

TUJUAN TATA TERTIB

Pasal 23

Tujuan pembentukan petunjuk keputusan hukuman tata tertib Pondok PesantrenAl-Khoirot adalah:

  1. Meningkatkan kedisiplinan, wawasan dan pandangan Pengurus dan santri
  2. Menjamin tercapainya kebenaran formal dan terlindunginya kepentingan semua pihak.
  3. Pedoman bagi Pengurus dalam menentukan dan mengambil suatu keputusan yang jujur dan adil serta dapat dipertanggungjawabkan.
]]>
http://www.alkhoirot.com/tata-tertib-santri-al-khoirot/feed/ 0
Madrasah Diniyah Al-Khoirot http://www.alkhoirot.com/madrasah-diniyah-madin-al-khoirot/ http://www.alkhoirot.com/madrasah-diniyah-madin-al-khoirot/#comments Sat, 26 Jul 2014 06:39:24 +0000 http://www.alkhoirot.com/?p=1170 Madrasah Diniyah Al-Khoirot

Madrasah Diniyah (Madin) Al-Khoirot adalah salah satu dari program unggulan Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang. Madin ini didirikan pertama kali oleh Kyai Syuhud Zayyadi pada sekitar tahun 1970 dengan nama Madrasah Ibtidaiyah Annasyiatul Jadidah.

SEJARAH MADRASAH DINIYAH ANNASYIATUL JADIDAH PONPE AL-KHOIROT

Madrasah Diniyah Annasyiatul Jadidah didirikan pada tahun 1970 oleh Kyai Haji Syuhud Zayyadi dengan nama lengkap Madrasah Ibtidaiyah Annasyiatul Jadidah.

PENGERTIAN MADRASAH DINIYAH

Sejarah Islam di Indonesia memperlihatkan bahwa pendidikan keagamaan di sini tumbuh dan berkembang seiring dengan dinamika kehidupan masyarakat Muslim. Selama kurun waktu yang panjang, pendidikan keagamaan Islam berjalan secara tradisi, berupa pengajian al-Qur’an dan pengajian kitab, dengan metode yang dikenalkan (terutama di Jawa) dengan nama sorogan, bandongan dan halaqah. Tempat belajar yang digunakan umumnya adalah ruang-ruang masjid atau tempat-tempat shalat “umum” yang dalam istilah setempat disebut: surau, dayah, meunasah, langgar, rangkang, atau mungkin nama lainnya.

Perubahan kelembagaan paling penting terjadi setelah berkembangnya sistem klasikal, yang awalnya diperkenalkan oleh pemerintah kolonial melalui sekolah-sekolah umum yang didirikannya di berbagai wilayah Nusantara. Di Sumatera Barat pendidikan keagamaan klasikal itu dilaporkan dipelopori oleh Zainuddin Labai el-Junusi (1890-1924), yang pada tahun 1915 mendirikan sekolah agama sore yang diberi nama “Madrasah Diniyah” (Diniyah School, al-Madrasah al-Diniyah) (Noer 1991:49; Steenbrink 1986:44). Sistem klasikal seperti rintisan Zainuddin berkembang pula di wilayah Nusantara lainnya, terutama yang mayoritas penduduknya Muslim. Di kemudian hari lembaga-lembaga pendidikan keagamaan itulah yang menjadi cikal bakal dari madrasah-madrasah formal yang berada pada jalur sekolah sekarang. Meskipun sulit untuk memastikan kapan madrasah didirikan dan madrasah mana yang pertama kali berdiri, namun Departemen Agama (dahulu Kementerian Agama) mengakui bahwa setelah Indonesia merdeka sebagian besar sekolah agama berpola madrasah diniyahlah yang berkembang menjadi mad-rasah-madrasah formal (Asrohah 1999:193). Dengan perubahan tersebut berubah pula status kelembagaannya, dari jalur “luar sekolah” yang dikelola penuh oleh masyarakat menjadi “sekolah” di bawah pembinaan Departemen Agama.

Meskipun demikian tercatat masih banyak pula madrasah diniyah yang mempertahankan ciri khasnya yang semula, meskipun dengan status sebagai pendidikan keagamaan luar sekolah. Pada masa yang lebih kemudian, mengacu pada Peraturan Menteri Agama Nomor 13 Tahun 1964, tumbuh pula madrasah-madrasah diniyah tipe baru, sebagai pendidikan tambahan berjenjang bagi murid-murid sekolah umum. Madrasah diniyah itu diatur mengikuti tingkat-tingkat pendi-dikan sekolah umum, yaitu Madrasah Diniyah Awwaliyah untuk murid Sekolah Dasar, Wustha untuk murid Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama, dan ‘Ulya untuk murid Sekolah Lanjutan Tingkat Atas. Madrasah diniyah dalam hal itu dipandang sebagai lembaga pendidikan keagamaan klasikal jalur luar sekolah bagi murid-murid sekolah umum. Data EMIS (yang harus diperlakukan sebagai data sementara karena ketepatan-nya dapat dipersoalkan) mencatat jumlah madrasah diniyah di Indonesia pada tahun ajaran 2005/2006 seluruhnya 15.579 buah dengan jumlah murid 1.750.010 orang.

UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang ditindaklanjuti dengan disyahkannya PP No. 55 Tahun 2007 tentang pendidikan agama dan keagamaan memang menjadi babak baru bagi dunia pendidikan agama dan keagamaan di Indonesia. Karena itu berarti negara telah menyadari keanekaragaman model dan bentuk pendidikan yang ada di bumi nusantara ini.

MADRASAH DINIYAH TAKMILIYAH (MDT)

Madrasah Diniyah Takmiliyah ialah suatu sutu pendidikan keagamaan Islam nonformal yang menyelenggarakan pendidikan Islam sebagai pelengkap bagi siswa pendidikan umum. Untuk tingkat dasar (diniah takmiliya awaliyah) dengan masa belajar 6 tahun.

Untuk menengah atas (diniah takmiliyah wustha) masa belajar tiga tahun, untuk menengah atas (diniyah ulya) masa belajar selama tiga tahun dengan jumlah jam belajar minimal 18 jam pelajaran dalam seminggu

Madrasah Diniyah (MD – MADIN) atau pada saat ini disebut Madrasah Diniyah Takmiliah (MDT) adalah lembaga pendidikan Islam yang dikenal sejak lama bersamaan dengan masa penyiaran Islam di Nusantara. Pengajaran dan pendidikan Islam timbul secara alamiah melalui proses akulturasi yang berjalan secara halus, perlahan sesuai kebutuhan masyarakat sekitar.

POLA PENYELENGGARAAN MADRASAH DINIYAH

Madrasah diniyah di Indonesia mempunyai banyak pola penyelenggaraan. Secara garis besar ada 5 (lima) pola, yaitu : Madrasah Diniyah Suplemen, Madrasah Diniyah Independen, Madrasah Diniyah komplementer, Madrasah Diniyah di Pondok Pesantren dan Madrasah Diniyah Sistem Paket. Namun demikian, tidak semua daerah Kabupaten atau Kota mempunyai madrasah dengans emua model penyelenggaraan sebagaimana di atas. Yang paling banyak berdiri di berbagai daerah adalah Madrasah Diniyah Suplemen dan Madrasah Diniyah di Pondok Pesantren.

(1) Sebagian besar kurikulum madrasah diniyah mengacu pada kurikulum pondok pesantren afeliasi dan juga kurikulum Departemen Agama dengan melakukan modifikasi seperlunya. Modifikasi kurikulum ini dikaitkan dengan kondisi riil masyarakat dan perkembangan serta kebutuhan siswa; (2) Ada tiga masalah utama yang sekarang dihadapi madrasah diniyah, yaitu : kekurangan dana, tingkat ekonomo dan pendidikan orang tua siswa relatif rendah, dan adanya kecenderungan menjadi “anak tiri” di masyarakat. “Pusat kekuasaan” di madrasah diniyah berada pada Kepala Madrasah atau Khadimul Madrasah, bukan pada kyai. Meskipun hampir semua madrasah diniyah telah mempunyai struktur kepengurusan yang lengkap, bahkan dari struktur itu juga telah dijabarkan tugas masing-masing pengurus melalui job description secara jelas dan operasional, tetapi banyak dari pengurus yang kurang fungsional, sehingga seringkali persoalan madrasah lebih bertumpu pada khadimul madrasah; (3) Pada pengajaran secara klasikal, para guru menggunakan metode ceramah, tanya jawab, diskusi dan latihan, sedang untuk pengajaran individual mengguanakn sorongan dalam bentuk hafalan.

Para guru dalam setiap memulai dan mengakhiri pembelajaran, selalu mengajak siswa untuk doa bersama , doa memulai pembelajaran dengan membaca surat Al-Fatihah dan doa mencari ilmu, sedang doa mengakhiri pembelajaran dengan membaca surat Al-Asyr dan Syi’iran. dan (4) Semua madrasah diniyah telah melaksanakan evaluasi pembelajaran, meskipun tidak setertib di sekolah / madrasah formal pada umumnya. Ini menunjukkan bahwa, para guru madrasah diniyah sadar akan pentingnya evaluasi pembelajaran untuk mengetahui ketercapaian tujuan atau kompetensi yang telah ditentukan, walaupun dengan prestasi yang berbeda-beda antar masing-masing individu. Evaluasi pembelajaran yang dilakukan di madrasah diniyah dapat dikelompokkan menjadi 3 (tiga), yaitu : evaluasi mingguan, evaluasi semesteran dan evaluasi tahunan (Imtihan).

]]>
http://www.alkhoirot.com/madrasah-diniyah-madin-al-khoirot/feed/ 0
Beda Pondok Modern, Pesantren Salaf dan Ponpes Salafi http://www.alkhoirot.com/beda-pondok-modern-dan-pesantren-salaf/ http://www.alkhoirot.com/beda-pondok-modern-dan-pesantren-salaf/#comments Wed, 25 Jun 2014 03:13:18 +0000 http://www.alkhoirot.com/?p=1112 pondok modern salaf

Pondok Pesantren Al-Khoirot (PPA) adalah kombinasi antara pondok modern dan pesantren salaf. Apa maksudnya? Secara sederhana definisi pesantren salaf adalah sebuah pesantren yang menganut sistem tradisional di mana di dalamnya hanya mengajarkan ilmu-ilmu agama dan sama sekali tidak mengajarkan ilmu umum. Sedangkan pondok modern adalah pesantren yang di dalamnya menganut sistem pendidikan yang diadopsi dari sistem pendidikan modern dan materi yang dipelajari merupakan kombinasi antara ilmu agama dan ilmu umum. Ciri khas pondok modern adalah penekanannya pada kemampuan berbahasa asing secara lisan sedangkan keunikan pesantren salan adalah lebih menekankan pada kemampuan penguasaan kitab kuning. Contoh pesantren salaf yang murni adalah Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan. Sedangkan contoh pondok modern adalah Pondok Modern Gontor.

DAFTAR ISI

    1. PESANTREN SALAF
      1. Pengertian kata Salaf
      2. Kata Salaf dalam istilah Pesantren
      3. Metode Belajar Mengajar
      4. Ciri Khas Kultural dan Administratif
      5. Ciri Khas Kualitas Keilmuan
    2. PONDOK MODERN
      1. Metode Belajar Mengajar
      2. Ciri Khas Kultural dan Administratif
      3. Kualitas Keilmuan
    3. PESANTREN SALAFI WAHABI

 


PESANTREN SALAF

Pesanten Salaf adalah bentuk asli dari pesantren. Sejak pertama kali didirikan oleh Wali Songo, format pendidikan pesantren adalah bersistem salaf. Kata salaf berasal dari bahasa Arab السلف. Dari akar kata yang sama aAda beberapa makna dari kata ‘salaf’ yang berbeda-beda.


Pengertian kata Salaf

(a) Salaf dengan bentuk jamak aslaf (أَسْلُفٌ) dan suluf (سُلُوفٌ) bermakna kulit yang belum disamak atau samaknya tidak dianggap sah. Salaf bisa juga berarti wadah yang besar.

(b) Salif (سَلِف) dengan bentuk jamak aslaf (أَسْلافٌ) bermakna kulit; ipar; yang lalu; sedikit; perbandingan;

(c) Salaf (سَلَف) dengan bentuk jamak aslaf (أَسْلافٌ), sallaf (سُلاَّفٌ), suluf ( سُلُف ) bermakna setiap pendahulu yakni ayah, kakek, nenek moyang dan kerabat dalam segi usia dan keutamaan.

(d) Salaf adalah setiap amal saleh yang dilakukan di masa lalu; atau apa yang telah lalu dari harga barang yang dijual. Dalam jual beli atau muamalah salaf berarti hutang yang tidak ada manfaatnya pada muqradh fih

(e) Salaf soleh adalah ayah, kakek, nenek moyang yang dihormati.
(f) Salaf kholaf adalah generasi masa kini dan masa lalu.
(g) Madzhab Salaf adalah madzhabnya kalangan ulama terdahulu.


Kata Salaf dalam istilah Pesantren

Kata salaf dalam pengeritan pesantren di Indonesia dapat dipahami dalam makna literal dan sekaligus terminologis khas Indonesia. Secara literal, kata salaf dalam istilah pesantren adalah kuno, klasik dan tradisional sebagai kebalikan dari pondok modern, kholaf.atau ashriyah.

Secara terminologi sosiologis, pesantren salaf adalah sebuah pesantren yang mengajarkan ilmu-ilmu agama saja kepada para santri.  Atau, kalau ada ilmu umum, maka itu diajarkan dalam porsi yang sangat sedikit. Umumnya, ilmu agama yang diajarkan meliputi Al-Quran, hadits, fikih, akidah, akhlak, sejarah Islam, faraidh (ilmu waris Islam), ilmu falak, ilmu hisab, dan lain-lain.  Semua materi pelajaran yang dikaji memakai buku berbahasa Arab yang umum disebut dengan kitab kuning, kitab gundul, kitab klasik atau kitab turots.


Metode Belajar Mengajar

Metode belajar mengajar di pesantren salaf terbagi menjadi dua yaitu metode sorogan wetonan dan metode klasikal. Metode sorogan adalah sistem belajar mengajar di mana santri membaca kitab yang dikaji di depan ustadz atau kyai. Sedangkan sistem weton adalah kyai membaca kitab yang dikaji sedang santri menyimak, mendengarkan dan memberi makna pada kitab tersebut. Metode sorogan dan wethonan merupakan metode klasik dan paling tradisional yang ada sejak pertama kali lembaga pesantren didirikan dan masih tetap eksis dan dipakai sampai saat ini.

Adapun metode klasikal adalah metode sistem kelas yang tidak berbeda dengan sistem modern. Hanya saja bidang studi yang diajarkan mayoritas adalah keilmuan agama.


Ciri Khas Kultural  dan Administratif

Ciri khas kultural yang terdapat dalam pesantren salaf yang tidak terdapat dalam pondok modern antara lain:

  • Santri lebih hormat dan santun kepada kyai, guru dan seniornya.
  • Santri senior tidak melakukan tindak kekerasan pada yuniornya. Hukuman atau sanksi yang dilakukan biasanya bersifat non-fisikal seperti dihukum mengaji atau menyapu atau mengepel, dll.
  • Dalam keseharian memakai sarung.
  • Berafiliasi kultural ke Nahdlatul Ulama (NU) dengan ciri khas  seperti fikih bermadzhab Syafi’i, akidah tauhid Asy’ariyah Maturidiyah, tarawih 20 rakaat plus 3 rokaat witir pada bulan Ramadan, baca qunut pada shalat Subuh, membaca tahlil pada tiap malam Jum’at, peringatan Maulid Nabi, Isra’ Mi’raj.
  • Sistem penerimaan tanpa seleksi. Setiap santri yang masuk langsung diterima. Sedangkan penempatan kelas sesuai dengan kemampuan dasar ilmu agama yang dimiliki sebelumnya.
  • Biaya masuk pesantren salaf umumnya jauh lebih murah dan itdak ada daftar ulang setiap tahunnya.
  • Infrastruktur lebih sederhana.


Ciri Khas Kualitas Keilmuan

Santri pesantren salaf memiliki kualitas keilmuan yang berbeda dengan santri pondok modern antara lain sebagai berikut:

  • Menguasai kitab kuning atau literatur klasik Islam dalam bahasa Arab dalam berbagai disiplin ilmu agama.
  • Menguasai ilmu gramatika bahasa Arab atau Nahwu, Sharaf, balaghah (maany, bayan, badi’), dan mantiq secara mendalam karena ilmu-ilmu tersebut dipelajari serius dan menempati porsi cukup besar dalam kurikulum pesantren salaf di samping fikih madzhab Syafi’i.
  • Dalam memahami kitab bahasa Arab santri salaf memakai sistem makna gandul dan makna terjemahan bebas sekaligus.


PONDOK MODERN

Pondok modern adalah anti-tesa dari pesantren salaf. Sistem ini dipopulerkan pertama kali oleh Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo yang kemudian diduplikasi di pesantren lain yang memakai label modern. Pondok Modern disebut juga dengan pesantren kholaf (modern) sebagai akronim dari salaf atau ashriyah.


Metode Belajar Mengajar

  • Umumnya memakai ssitem klasikal.
  • Ilmu umum dan agama sama-sama dipelajari.
  • Penekanan pada bahasa asing Arab dan Inggris percakapan.
  • Penguasaan kitab kuning kurang.
  • Sebagian memakai kurikulum sendiri  seperti Gontor. Sedangkan sebagian yang lain memakai kurikulum pemerintah.


Ciri Khas Kultural dan Administratif

  • Lebih disiplin dan lebih agresif.
  • Mirip dengan sistem militer, santri senior mendominasi. Kekerasan menjadi budaya dalam memberi sanksi pada santri yunior.
  • Sopan santun agak kurang.
  • Pendaftaran dengan sistem seleksi sehingga tidak semua calon santri diterima.
  • Biaya masuk umumnya lebih tinggi dari pesantren salaf.
  • Ada daftar ulang setiap tahun layaknya sistem administrasi di sekolah.


Kualitas Keilmuan

  • Pintar berbahasa Arab percakapan tapi kurang dalam kemampuan kitab kuning.
  • Kemampuan membaca kitab gundul kurang.
  • Kemampuan dalam ilmu fikih kurang.


PESANTREN SALAFI

Hati-hati! Pesantren Salafi berbeda jauh dengan pesantren salaf (tanpa ‘i’). Keduanya berbeda jauh bagaikan langit dan bumi. Pesantren Salafi adalah pesantren yang akidahnya menganut idelogi Wahabi Arab Saudi atau Yaman yang radikal. Akan tetapi mereka lebih suka menyebut dirinya dengan Pesantren Salafi, bukan Pesantren Wahabi. Atau, Salafi Wahabi.

Kalau pesantren salaf lebih terkait dengan metode pendidikan yang berada di sebuah pesantren, sedangkan Pesantren Salafi lebih bermakna sebuah pesantren yang berideologi Wahabi atau Wahabi Salafi.

Akidah Pesantren Salafi

Akidah pesantren Salafi Wahabi sama dengan akidah gerakan Wahabi itu sendiri yang ciri khasnya sebagai berikut:

  • Doktrin tauhid sebagaimana yang diajarkan oleh Muhammad bin Abdul Wahab, pendiri Wahabi yang mengambil inspirasi dari Ibnu Taimiyah.
  • Dalam bidang fikih merujuk pada madzhab Hanbali. Yang salah satu ciri khasnya yang menonjol adalah tidak ada qunut waktu shalat subuh, dan tidak najisnya kotoran hewan.
  • Dalam persoalan hukum baru, mereka merujuk pada pandangan ulama fikih kontemporer mereka yaitu Abdullah bin Baz dan Ibnu Uthaimin.
  • Menyebarkan ajaran kemurnian Islam seperti era Salafus Sholeh dan mengeritik keras praktik umat Islam yang dianggap tidak murni dengan label bid’ah, syirik, kufur.
  • Praktik yang dianggap bid’ah dan syirik oleh Wahabi antara lain tahlil, ziyarah kubur, peringatan Maulid Nabi, peringatan Isra’ Mi’raj, peringatan 1 Muharam.
  • Menolak kritik dari luar dan menyebut pengeritiknya sebagai Syiah Rafidhah atau konspirasi Zionisme Yahudi atau Freemason.
  • Ada dua tipe Salafi Wahabi yaitu Wahabi Arab Saudi dan Wahabi Yaman.
  • Wahabi Arab Saudi cenderung pro pemerintah yang berkuasa sedang Wahabi Yaman cenderung anti-pemerintah dan lebih radikal. Kelompok teroris banyak berasal dari didikan Salafi Yaman ini di bawah pimpinan Muqbil Al-Wadi’iy.

Sistem dan Metode Pendidikan

Sistem pendidikan yang dianut pada pesantren Salafi umumnya sistem modern dalam arti memberlakukan pendidikan formal dari TK sampai  perguruan tinggi. Walaupun ada juga program Tahfidz Al-Quran di sebagian pesantren salafi seperti Al-Bukhori Solo.

Daftar Pesantren Salafi Wahabi

Berikut beberapa Pesantren Wahabi. Silahkan tambahkan daftar ini di kotak komentar apabila terdapat ponpes Salafi di tempat Anda.

1. Ma’had Imam Buhori Solo
2. Ma’had Al-Ukhuwah Sukoharjo
3. Ma’had Ibnu Abas Sragen
4. PONPES Islam Al-Irsyad Semarang
5. Ma’had Al-Furqon Gresik
6. Ma’had Ali Bin Abi Thalib Surabaya
7. Sekolah Dirosah Islamiyah Sumbersari
8. Ma’had Al-Qudwah Kediri
9. Ma’had Abu Huroiroh Mataram
10. Ma’had Al-Furqon Pekanbaru
11. PONPES Salman Al-Farisi Kediri
12. Ma’had Imam Syafi’i Banyuwangi
13. Ma’had Minhajul Sunnah Bogor
14. Yatim Ibnu Taimiyah Bogor
15. Ma’had Hidayatunnajah Bekasi
16. Ma’had Ibnu Hajar Jakarta Timur
17. Ma’had Madinatul Qur’an Bogor
18. Ma’had Ummahatul Mu’minin Jakarta Pusat
19. Ma’had Riyadusholihin Pandeglang
20. Ma’had Al-Ma’tuq Sukabumi
21. Ma’had Rahmatika Al-Atsary Subang
22. Ma’had Assunah Cirebon
23. PONPES Annajiyah Bandung
24. Ma’had Assunnah Tasikmalaya
25. Ma’had Ali Imam Syafi’i Cilacap
26. Islamic Center Ibnu Bin Baz Yogyakarta
27. Ma’had Jamilurrohman Yogyakarta
28. Pesantren Al I’tishom, Karawang, Jawa Barat
29. Mahad Ali Al’irsyad, Surabaya , Jawa Timur.
30. Pondok Pesantren Al Ukhuwah, Sukoharjo, Jawa Tengah
31. Pesantren Imam Syafii, Cilacap, Jawa Tengah
32. Yayasan Mutiara Islam, Bogor , Jawa Barat
33. Yayasan Qolbun Salim, Malang , Jawa Timur
34. Yayasan Al Sofwa, Jakarta
35. Mahad Ibnu Abbas As Salafi, Solo, Jawa Tengah
36. Ar-Rahmah, Malang.

]]>
http://www.alkhoirot.com/beda-pondok-modern-dan-pesantren-salaf/feed/ 0
Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Khoirot http://www.alkhoirot.com/madrasah-tsanawiyah-mts-al-khoirot/ http://www.alkhoirot.com/madrasah-tsanawiyah-mts-al-khoirot/#comments Sat, 10 May 2014 21:26:09 +0000 http://www.alkhoirot.com/?p=1040 Madrasah Tsanawiyah MTS MalangMadrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Khoirot Malang adalah sebuah lembaga pendidikan sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP) yang didirikan pada 15 Julii 2009 di desa Karangsuko, Pagelaran (dulu, Gondanglegi), kabupaten Malang, Jawa Timur.  MTS Al-Khoirot Malang mengikuti kurikulum pemerintah c.q. Kementerian Agama dan ijazahnya diakui sehingga lulusannya dapat melanjutkan ke sekolah lanjutan tingkat (SLTA) baik Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), atau Madrasah Aliyah (MA). Baik negeri maupun swasta.  Secara kelembagaan, MTS Al-Khoirot berada di bawah yayasan Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang yang juga membawahi Madrasah Aliyah (MA) Al-Khoirot. MTS Al-Khoirot menerima siswa dan siswi lulusan Ssekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI)  negeri dan swasta dengan kewajiban memenuhi sejumlah ketentuan yang berlaku. Salah satu syarat terpenting adalah siswa atau siswi MTS Al-Khoirot harus bersedia untuk tinggal di Pondok Pesantren Al-Khoirot dan mengikuti seluruh kegiatan pesantren.

DAFTAR ISI

    1. Sejarah Berdirinya MTS Al-Khoirot
    2. Sejarah Madrasah Tsanawiyah
    3. Profil dan Struktur Organisasi MTS Al-Khoirot
    4. Beasiswa MTS Al-Khoirot
    5. Penerimaan Siswa Baru MTS Al-Khoirot


SEJARAH BERDIRINYA MTS AL-KHOIROT MALANG

Madrasah Tsanawiyah (MTS) Al-Khoirot Malang berdiri bersamaan dengan Madrasah Aliyah (MA) Al-Khoirot Malang, yakni pada tanggal 15 Juli 2009. Yang saat launching pertama dihadiri oleh jajaran pejabat Kemenag kecamatan Pagelaran; para Kepala Sekolah SLTP & SLTA se-kecematan Pagelaran, Kepala Desa (Kades) dan pamong desa Karangsuko, para tokoh masyarakat dan Dewan Pimpinan Pusat Yayasan Pondok Pesantren Al-Khoirot.


SEJARAH MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI

Kementrian Agama mengeluarkan peraturan Menteri Agama Nomor 1 tahun 1952. Menurut ketentuan ini, yang dinamakan madrasah ialah tempat pendidikan yang telah diatur sebagai sekolah dan memuat pendidikan umum dan ilmu pengetahuan agama Islam menjadi pokok pengajaranya.

Menurut ketentuan tersebut, jenjang pendidikan dalam madrasah tersusun sebagai berikut:

a. Madrasah Ibtidaiyah 6 tahun
b. Madrasah Tsanawiyah 3 tahun
c. Madrasah Aliyah 3 tahun

Sedangkan langkah-langkah pemerintah khususnya Departemen Agama (DEPAG) dalam mengembangkan pendidikan keagamaan, terutama madrasah, antara lain : mengembangkan Madrasah Wajib Belajar (MWB), Penegrian Madrasah, SKB 3 Mentri, UUSPN dan Implikasinya, Pengembangan Madrasah Model dan MA keagamaan.

Penegrian Madrasah

Penegrian dilatar belakangi karena madrasah pada umumnya didirikan secara swadaya dan swadana. Sudah barang tentu tidak akan mampu memenuhi kebutuhan penyelenggara pendidikan modern, yang semakin menuntut relevansi tinggi terhadap dunia teknologi dan industri. Usaha penegerian madrasah (asalnya swasta) dimulai dengan adanya penetapan Menteri Agama RI Nomor 1 tahun 1959 tentang Pengasuhan dan Pemeliharaan Sekolah Rakyat Islam di provinsi Aceh. Kemudian dengan Keputusan Menteri Agama Nomor 104 tahun 1962 menjadi Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN). pada tahun 1962 terbuka kesempatan untuk menegrikan madrasah untuk semua tingkatan yaitu, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN), Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN), dan Madrasah Aliyah Agama Islam Negeri (MAAIN). Dengan adanya kesempatan tersebut, maka jumlah keseluruhan madrasah negeri yaitu MIN 358 buah, MTsN 182 buah, dan MAAIN 42 buah.

Lahirnya SKB 3 Menteri

Upaya membenahi madrasah terus digulirkan, diantaranya SKB 3 Menteri yang memberikan banyak keuntungan bagi madrasah. Tahun 1975 pemerintah menggulirkan kebijakan berupa SKB (Surat Keputusan Bersama) 3 Menteri ; Menteri Agama, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, dan Menteri dalam Negeri. Dengan SKB tersebut ditetapkan hal-hal berikut :

a. Ijasah madrasah dapat mempunyai nilai yang sama dengan ijasah sekolah umum yang setingkat.
b. Lulusan madrasah dapat melanjutkan ke sekolah umum setingkat lebih atas
c. Siswa madrasah dapat berpindah ke sekolah umum yang setingkat.

UUSPN dan Penciptaan Suasana Religius

Kebijakan paling akhir yang bersifat umum, tetapi juga langsung berpengaruh terhadap madrasah adalah ditetapkanya UU Nomor 2 tahun 1989 tentang system pendidikan nasional. UU itu mengamanatkan bahwa otoritas penyelewnggara lembaga-lembaga pendidikan, termasuk di dalamnya lembaga-lembaga pendidikan islam ada pada Kemendiknas, sedangkan Kemenag hanya memiliki otoritas terhadap pendidikan keagamaan, seperti Madrasah Diniyah. Praktis dengan di keluarkanya UUSPN beserta peraturan-peraturan pemerintah yang menyertainya, berarti madrasah menjadi sekolah umum.


PROFIL DAN STRUKTUR ORGANISASI MTS AL-KHOIROT

MTS Al-Khoirot Malang sejak berdirinya pada tahun 2009 telah mengalami dua kali pergantian kepala sekolak (Kasek). Kasek pertama adalah Sayyid Muhammad Al-Baiti yang menjabat sejak 2009 sampai 2011. Kasek kedua adalah Bapak Eko yang menjabat sejak 2012 sampai sekarang (2014). Adapun struktur lengkap kepengurusan MTS Al-Khoirot adalah sebagai berikut:

Profil MTS Al-Khoirot

Nama: Madrasah Tsanawiyah Al-Khoirot atau MTS Al-Khoirot Malang
No. NSM: 1212-3507-0162
Status: Terdaftar dan dalam proses akreditasi
Tahun berdiri: 15 Juli 2009
Alamat: Jl. KH. Syuhud Zayadi No. 01 Karangsuko, Pagelaran, Malang 65174.
Telpon: 0341-879730
Email: mtsalkhoirot@gmail.com, dan mts@alkhoirot.com
Website: http://mts.alkhoirot.com

Struktur Organisasi

Kepala sekolah: Eko Wahyudi, AMd
Koordinator MTS Putri: Chusnia Khoirotus Sa’adah, S.Pd.I
Waka kurikulum: Sayed Ubaidilah, SHi.
Waka kesiswaan: Syamsul Arifin
Waka Sarana Prasarana: Syamsul Huda
Pembina OSIS dan Ekstra Kurikuler: Syamsul Arifin
Kepala Urusan Tata Usaha: Tomy Hermanto
Staf TU (Putri): Sholihah
Anggota statf TU (putri): Yayuk Yuliati dan Kholifatun Nisa’ Amul Jadidah
Bendahara: Sukron Fauzi
Bimbingan Konseling (BPBK): Chusnia Khoirotus Sa’adah, S.Pd.I
Staf bendahara (putri): Masluhatul Lailiyah

MTS AL-KHOIROT STRUKTUR ORGANISASI


BEASISWA MTS AL-KHOIROT

Beasiswa MTS SMP Siswa dan siswi MTS Al-Khoirot Malang yang masuk dalam kategori tidak mampu akan diajukan untuk menerima program beasiswa dari pemerintah yang bernama Bantuan Siswa Miskin (BSM). Dengan beasiswa ini, maka siswa akan mendapat bantuan dana untuk biaya pendidikan mereka. Besaran nilai beasiswa BSM SMP & MTs sebesar Rp. 550.000 per tahun.

Program BSM adalah Program Nasional yang bertujuan untuk menghilangkan halangan siswa miskin berpartisipasi untuk bersekolah dengan membantu siswa miskin memperoleh akses pelayanan pendidikan yang layak, mencegah putus sekolah, menarik siswa miskin untuk kembali bersekolah, membantu siswa memenuhi kebutuhan dalam kegiatan pembelajaran, mendukung program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun (bahkan hingga tingkat menengah atas), serta membantu kelancaran program sekolah.

Melalui Program BSM ini diharapkan anak usia sekolah dari rumah-tangga/keluarga miskin dapat terus bersekolah, tidak putus sekolah, dan di masa depan diharapkan mereka dapat memutus rantai kemiskinan yang saat ini dialami orangtuanya. Program BSM juga mendukung komitmen pemerintah untuk meningkatkan angka partisipasi pendidikan di Kabupaten/Kota miskin dan terpencil serta pada kelompok marjinal.

Program ini bersifat bantuan langsung kepada siswa dan bukan beasiswa, karena berdasarkan kondisi ekonomi siswa dan bukan berdasarkan prestasi (beasiswa)mempertimbangkan kondisi siswa, sedangkan beasiswa diberikan dengan mempertimbangkan prestasi siswa.

BSM terdiri dari 2 macam, yaitu BSM yang diatur oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan BSM yang diatur oleh Kementerian Agama.BSM yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terdiri dari Bantuan Siswa Miskin (BSM) dan Beasiswa Bakat dan Prestasi, sementara BSM yang dikelola oleh Kementerian Agama disebut sebagai Bantuan Beasiswa Siswa Miskin (disatukan pengelolaannya antara bantuan dengan beasiswa).


Penerimaan Siswa Baru MTs Al-Khoirot Malang

Persyaratan Pendaftaran

Madrasah Tsanawiyah Al-Khoirot menerima pendaftaran siswa baru dengan ketentuan sebagai berikut :

1. Menyerahkan foto copy ijazah MI/SD/sederajat yang telah dilegalisir sebanyak 2 lembar.
2. Menyerahkan Surat Tanda Lulus (STL) asli.
3. Menyerahkan foto copy Surat Tanda Lulus (STL) yang telah dilegalisir sebanyak 2 lembar.
4. Menyerahkan Pas foto terbaru 3 x 4 dan 2 x 3 masing-masing 4 lembar.
5. Mengisi formulir pendaftaran dan membayar uang pendaftaran sebesar Rp 20.000,-.
6. Mengikuti tes seleksi dengan ujian meliputi :
a. Kemampuan Dasar Keagamaan (BTQ/Baca Tulis al-Qur’an dan pengetahuan umum keislaman)
b. Bahasa (Bahasa Arab dan Bahasa Inggris)
c. Pengetahuan Umum.

Waktu dan Tempat Pendaftaran

1. Pendaftaran dibuka mulai April s/d Juli setiap hari kerja.
2. Pelayanan pendaftaran pada jam kerja
a. Pagi 07.30 – 12.30
b. Siang 14.00 – 16.30
3. Tempat pendaftaran di Madrasah Tsanawiyah Al-Khoirot Karangsuko Pagelaran Malang.
Telpon: (0341) 879730.

Sarana Penunjang Pembelajaran

Lab. Computer
Perpustakaan
Sarana Olah Raga
( Lapangan Sepak Bola, Tenis Meja dll)

ARTIKEL TERKAIT

]]>
http://www.alkhoirot.com/madrasah-tsanawiyah-mts-al-khoirot/feed/ 0
Madrasah Aliyah (MA) Al-Khoirot http://www.alkhoirot.com/madrasah-aliyah-al-khoirot/ http://www.alkhoirot.com/madrasah-aliyah-al-khoirot/#comments Thu, 24 Apr 2014 21:39:46 +0000 http://www.alkhoirot.com/?p=1019 madrasah aliyahMadrasah Aliyah Al-Khoirot Malang adalah sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA)  yang secara juridis formal sejajar dengan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Karena, kurikulum seluruh madrasah aliyah di seluruh Indonesia mengikuti kurikulum yang telah ditetapkan oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama Republik Indonesia dan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendikbud / Kemendiknas).

Oleh karena itu lembaga pendidikan yang biasa dikenal dengan MA Al-Khoirot Malang ini mengikuti Ujian Nasional (Unas, UN) bagi siswa kelas tiga atau tingkat akhir. Dengan demikian, maka lulusan MA Al-Khoirot Malang dapat melanjutkan studi ke perguruan tinggi manapun baik negeri maupun swasta dan dapat memilih jurusan apapun yang dikehendaki. Baik jurusan sains (IPA), jusuran sosial, maupun jurusan agama. Lulusan MA Al-Khoriot Malang juga dapat melanjutkan ke luar negeri seperti Timur Tengah (Mesir, Arab Saudi, Yaman, Tunisia, Al-Jazair, Maroko, dll), Eropa, Amerika, China, Asia Timur (Jepang, Korea, Hongkong), Asia Tenggara (Singapore, Thailand, Filipina, Malaysia, Brunei, dll),  Asia Selatan (India, Pakistan, Bangladesh), dan lain-lain.

DAFTAR ISI


SEJARAH MA AL-KHOIROT MALANG

madrasah aliyah al-khoirotMadrasah Aliyah Al-Khoirot Malang berdiri pada bulan 15 Juli 2009. Pada tahun awal berdirinya, sekolah ini hanya diperuntukkan untuk siswa laki-laki. Baru pada tahun 2010, madrasah aliyah untuk siswa perempuan didirikan.

Siswa MA putra dan MA putri dibedakan penyebutannya karena memang mereka berlokasi di tempat dan gedung yang berbeda. Siswa putra ditempatkan di gedung yang dibangun khusus untuk siswa putra, sedangkan siswa madrasah aliyah putri berada di lokasi yang khusus dibangun untuk siswa Aliyah putri.

Itulah sebabnya mengapa tahun berdirinya MA Putra dan MA Putri berbeda. Karena pada tahun 2009 kami masih sedang dalam proses mempersiapkan infrastuktur gedung sekolah untuk madrasah aliyah putri yang alhamdulillah dapat dirampungkan pembangunannya menjelang akan dimulainya tahun ajaran baru pada bulan Mei tahun 2010.

Dengan demikian, maka sejak tahun 2010 Pondok Pesantren Al-Khoirot telah membuka Madrasah Aliyah untuk tidak hanya untuk siswa laki-laki tapi juga untuk siswa perempuan.gedung putra ma al-khoirot malang

Dari uraian ringkas di atas, secara implisit dapat dipahami bahwa di bawah Yayasan Pondok Pesantren Al-Khoirot (YPPA), segregasi atau pemisahan antara siswa laki-laki dan siswa perempuan menjadi prinsip utama.

Asumsi itu benar dan faktual adanya. Karena, Pondok Pesantren Al-Khoirot ketika mendirikan Madrasah Aliyah tidak hanya bertujuan untuk mencerdaskan generasi muda yang belajar di MA Al-Khoirot. Tapi jauh lebih dari itu. YPPA memiliki visi mencetak generasi muda yang berilmu dan berakhlakul karimah yang beberapa poin terpentingnya adalah: taat syariah, pekerja keras, hidup sederhana dan peduli sesama.

Sebagai implementasi menuju ke arah visi ideal tersebut, maka diberlakukanlah sejumlah kebijakan sebagai berikut:

  1. Setiap siswa dan siswi harus terdafatar sebagai santri Pondok Pesantren Al-Khoirot. Dengan kata lain, Madrasah Aliyah Al-Khoirot tidak menerima siswa atau siswi yang berangkat dari rumah atau kos di luar. Walaupun rumahnya berada di lokasi yang sangat dekat dengan pesantren.
  2. Setiap siswa dan siswi MA harus mengikuti seluruh kegiatan harian pesantren yang meliputi: (a) Menjadi siswa di Madrasah Diniyah sesuai dengan kemampuan masing-masing; (b) mengikuti pengajian kitab kuning setiap pagi; (c) mengikuti pengajian Quran tartil setiap selesai shalat Maghrib; (d) dan mengikuti program ekstra kurikuler yang diadakan pesantren.
  3. Program mentoring. Yakni, setiap siswa dan santri berada di bawah bimbingan, panduan dan pengawasan ustadz di mana setiap 10 santri akan dibimbing oleh 1 orang ustadz. Dan mereka akan bertemu minimal seminggu sekali untuk diberi bmbingan masalah etika dan perilaku.
  4. Siswa MA juga dianjurkan mengikuti program Bahasa Arab dan Tahfidz (menghafal) Al-Quran. Walaupun program ini tidak wajib.
  5. Siswa MA di larang membawa hanphone (HP) dengan tujuan agar tetap fokus dalam proses belajar baik di sekolah maupun aktivitas pesantren.


SEJARAH MADRASAH ALIYAH

Madrasah Aliyah sebagai sekolah lanjutan tingkat atas memiliki sejarah yang cukup panjang di Indonesia. Sebagaimana sekolah SMA dan SMK yang bukan asli buatan Indonesia, demikian juga madrasah aliyah. Sebutan madrasah itu sendiri sudah menunjukkan bahwa lembaga ini berasal dari Timur Tengah yang berkembang sekitar abad ke – 10 dan 11.

MA Al-Khoirot PutriKehadiran madrasah di Indonesia menunjukkan fenomena modern dalam sistem pendidikan Islam Indonesia. Tim Penyusun Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia dari Dirjen Binbaga Depag RI menetapkan madrasah pertama kali berdiri di Pulau Sumatera, madrasah tersebut adalah Madrasah Adabiyah (1909), yang dimotori oleh Syaikh Abdullah Ahmad. Kemudian pada tahun 1910 berdiri pula Madrasah Schoel di Batusangkar oleh Syaikh M.Taib Umar, lalu M.Mahmud Yunus pada 1918 mendirikan Diniyah Schoel sebagai lanjutan dari Madrasah Schoel. Setelah itu Syeikh Abdul Karim Amrullah mendirikan Madrasah Tawalib di Padang Panjang dan H.Abdul Somad mendirikan pula Madrasah Nurul Uman di Jambi.

Madrasah berkembang di Jawa mulai 1912. ada model madrasah pesantren NU dalam bentuk Madrasah Awaliyah, Ibtidaiyah, Tsanawiyah, Mualimin Wustha, dan Muallimin Ulya ( mulai 1919), ada madrasah yang mengaprosiasi sistem pendidikan belanda plus, seperti muhammadiyah ( 1912) yang mendirikan Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah, Muallimin, Mubalighin, dan Madrasah Diniyah. Ada juga model AL-Irsyad ( 1913) yang mendirikan Madrasah Tajhiziyah, Muallimin dan Tahassus, atau model Madrasah PUI di Jabar yang mengembangkan madrasah pertanian, itulah  sejarah singkat madrasah di indonesia.

Di Indonesia, permulaan munculnya Madrasah baru sekitar abab 20, meski demikian latar belakang berdirinya madrasah tidak lepas dari dua faktor, yaitu semangat pembaharuan Islam yang berasal dari islam pusat(timur Tengah) dan merupakan respon pendidikan terhadap kebijakaan pemerintah Hindia Belanda yang mendirikan serta mengembangkan sekolah. Hal ini juga diamini oleh M. Arsyad yang dikutip Khoirul Umam, munculnya madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam dikarenakan kekhawatiran terhadap pemerintah Hindia Belanda yang mendirikan sekolah-sekolah umum tanpa dimasukkan pelajaran dan pendidikan agama Islam. Pemerintah Kolonial menolak eksistensi pondok pesantren dalam sistem pendidikan yang hendak dikembangkan di Hindia Belanda. Kurikulum maupun metode pembelajaran keagamaan yang dikembangkan di pondok pesantren bagi pemerintah kolonial, tidak kompatibel dengan kebijakan politik etis dan modernisasi di Hindia Belanda. Di balik itu, pemerintah kolonial mencurigai peran penting pondok pesantren dalam mendorong gerakan-gerakan nasionalisme dan prokemerdekaan di Hindia Belanda.

Menyikapi kebijakan tersebut, tokoh-tokoh muslim di Indonesia akhirnya mendirikan dan mengembangkan madrasah di Indonesia didasarkan pada tiga kepentingan utama, yaitu: 1) penyesuaian dengan politik pendidikan pemerintah kolonial; 2) menjembatani perbedaan sistem pendidikan keagamaan dengan sistem pendidikan modern; 3) agenda modernisasi Islam itu sendiri.

Pemberlakuan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional telah mengantarkan pendidikan Islam ke dalam babak sejarah baru, yang antara lain ditandai dengan pengukuhan sistem pendidikan Islam sebagai pranata pendidikan nasional. Lembaga-lembaga pendidikan Islam kini memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh dan berkembang serta meningkatkan kontribusinya dalam pembangunan pendidikan nasional. Di dalam Undang-Undang itu setiap kali disebutkan sekolah, misalnya pada jenjang pendidikan dasar yaitu sekolah dasar, selalu dikaitkan dengan madrasah ibtidaiyah, disebutkan sekolah menengah pertama dikaitkan dengan madrasah tsanawiyah, disebutkan sekolah menengah dikaitkan dengan madrasah aliyah, dan lembaga-lembaga pendidikan lain yang sederajat, begitu pula dengan lembaga pendidikan non formal.


PROFIL DAN STRUKTUR ORGANISASI MA Al-KHOIROT MALANG

MA Al-Khoirot Malang sejak berdirinya pada tahun 2009 telah mengalami tiga kali pergantian Kepala Sekolah (Kasek). Yang pertama adalah KH. Ja’far Shodiq, S.Ag yang menjabat sampai 2011. Kasek kedua adalah Mochamad Iqbal, MA, dari 2011 sampai 2013, dan Kasek ketiga adalah KH. Muhammad Humaidi, S.Hi, dari 2013 sampai sekarang (2014). Adapun struktur lengkap dan profil MA Al-Khoirot Malang adalah sebagai berikut:

Profil MA Al-Khoirot

Nama: Madrasah Aliyah Al-Khoirot atau MA Al-Khoirot Malang
No. NSM: 131235070047
NPSN: 20573277
No. Akreditasi: Kw.13.4/4/PP.00.6/12244/2010
Status: Terakreditasi B.
Tahun berdiri: 15 Juli 2009
Alamat: Jl. KH. Syuhud Zayadi No. 01 Karangsuko, Pagelaran, Malang 65174.
Telpon: 0341-879730
Email: aliyah.alkhoirot@gmail.com dan ma@alkhoirot.com
Webstie: http://ma.alkhoirot.com

Struktur Organisasi

Kepala sekolah: Muhammad Humaidi, S.Hi
Koordinator MTS Putri: Juwairiyah Arifin, SE
Waka kurikulum: Rokim, S.Pd.I.
Waka kesiswaan: Mochamad Khoiruman
Waka Sarana Prasarana: Nasiruddin
Bendahara: Imam Syahro Wardi
Staf Bendahara (Putri): Muyassaroh
Pembina OSIS dan Ekstra Kurikuler: Shohibul Bahri
Kepala Urusan Tata Usaha: Kholilurrohman
Wakil KTU: Abd. Rohman
Kepala Pengelola Perpustakaan: Agus Jailani
Kepala Pengelola Lab. Kom.: Rokim, S.Pd.I
Bimbing Konseling: Gayuh Ridatus Sholihin, S.Pd

MA AL-KHOIROT STRUKTUR ORGANISASI


BEASISWA BSM MA AL-KHOIROT

Siswa dan Siswi MA Al-Khoirot Malang yang kurang mampu secara finansial akan mendapat beasiswa dari pemerintah dalam program Bantuan Siswa Miskin (BSM). Nilainya sebesar Rp. 780.000 per tahun. Beasiswa ini ditujukan bagi mereka yang sudah diterima menjadi siswa/siswi MA Al-Khoirot.


BEASISWA LUAR NEGERI UNTUK LULUSAN MA

Lulusan Madrasah Aliyah (MA) bisa melanjutkan ke program sarjana S1 dengan gratis melalui program beasiswa Indonesian Leadership Awards (ILA) 2014.

Program beasiswa dari Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Madrasah Ditjen Pendidikan Islam ini diperuntukkan bagi lulusan Madrasah Aliyah tahun 2013 dan 2014. Mereka dapat memilih kampus luar negeri untuk melanjutkan studi S-1.

PERSYARATAN:

  1. Tidak boleh berusia lebih dari 21 tahun pada 1 Oktober 2014.
  2. Nilai minimal TOEFL IBT adalah 80 atau sertifikat TOEFL PBT dengan nilai minimal 550 atau IELTS 6,0.

BIDANG STUDI DAN UNIVERSITAS TUJUAN

Lulusan Program Fisika (A-1)

Lulusan Program Fisika (A-1)dapat memilih dua program studi dari beberapa pilihan berikut yaitu Teknik Sipil di Kyoto University, Teknik Mesin dan Aerospace di Tohoku University serta Sains dan Teknologi di Middle East Technical University, Istanbul University, dan Ankara University.

Lulusan Program Biologi (A-2)

Lulusan Program Biologi (A-2) dapat memilih untuk melanjutkan ke bidang studi berikut:  Kimia Material/Molekular di Tohoku University, Biologi Kelautan di Tohoku University serta Sains dan Teknologi di Middle East Technical University, Istanbul University, dan Ankara University.

Lulusan Program Sosial-Ekonomi (B)

Lulusan Program Sosial-Ekonomi (B) dapat melanjutkan studi dengan pilihan jurusan berikut:  studi ke Ritsumeikan Asia Pacific University. Di sini, mereka bisa memilih jurusan ilmu sosial dengan program studi International Relations & Peace Studies, Environment & Development dan Culture-Society and Media. Pilihan lainnya adalah Manajemen Internasional dengan program studi Accounting & Finance, Strategic Management & Organization serta Innovation & Economics.

Beasiswa yang ditanggung meliputi biaya hidup dan uang kuliah

Siswa dan siswa MA Al-Khoirot yang masuk kategori tidak mampu akan mendapatkan beasiswa dari pemerintah di bawah program Beasiswa Siswa Miskin (BSM). Beasiswa ini akan diberikan bagi mereka yang sudah diterima sebagai siswa MA Al-Khoirot.

Penerimaan Siswa Baru MA Alkhoirot Malang

Persyaratan Pendaftaran

Pada tahun pelajaran 2011/2012, Madrasah Aliyah Al-Khoirot menerima pendaftaran siswa baru dengan ketentuan sebagai berikut :

1. Menyerahkan foto copy ijazah MTs/SMP/sederajat yang telah dilegalisir sebanyak 2 lembar.
2. Menyerahkan Surat Tanda Lulus (STL) asli.
3. Menyerahkan foto copy Surat Tanda Lulus (STL) yang telah dilegalisir sebanyak 2 lembar.
4. Menyerahkan Pas foto terbaru 3 x 4 dan 2 x 3 masing-masing 4 lembar.
5. Mengisi formulir pendaftaran dan membayar uang pendaftaran sebesar Rp 20.000,-.
6. Mengikuti tes seleksi dengan ujian meliputi :
a. Kemampuan Dasar Keagamaan (BTQ/Baca Tulis al-Qur’an dan pengetahuan umum keislaman)
b. Bahasa (Bahasa Arab dan Bahasa Inggris)
c. Pengetahuan Umum.

Waktu dan Tempat Pendaftaran

1. Pendaftaran dibuka mulai tanggal 28 April 2011 s/d 1 Juli 2011 setiap hari kerja.
2. Pelayanan pendaftaran pada jam kerja
a. Pagi 07.30 – 12.30
b. Siang 14.00 – 16.30
3. Tempat pendaftaran di Madrasah Aliyah Al-Khoirot Karangsuko Pagelaran Malang.
Telpon: (0341) 879709 – 879730. HP: 081555702122

Program Studi
Program Keagamaan (PK)

Mata Pelajaran Pokok

Al-Qur’an Hadits
Tafsir dan Ilmu Tafsir
Ilmu Hadits
Akidah Akhlak
Fikih
Bahasa Arab
Sejarah Kebudayaan Islam

Sarana Penunjang Pembelajaran

Lab. Computer
Perpustakaan
Sarana Olah Raga
( Lapangan Sepak Bola, Tenis Meja dll)
____________________________

ARTIKEL TERKAIT

]]>
http://www.alkhoirot.com/madrasah-aliyah-al-khoirot/feed/ 0
Cara Infaq ke Ponpes Al-Khoirot Malang http://www.alkhoirot.com/rekening-bank-ponpes-al-khoirot/ http://www.alkhoirot.com/rekening-bank-ponpes-al-khoirot/#comments Sat, 08 Mar 2014 18:19:02 +0000 http://www.alkhoirot.com/?p=315 infaqAssalamualaikum para dermawan sekalian,

Para dermawan yang hendak memberi donasi, sumbangan atau infak untuk pengembangan dan pembangunan yang ada di pondok pesantren Al-Khoirot, Anda dapat menyumbangkan dana infaq dengan tiga cara: (a) Datang langsung; (b) Transfer dana via bank (c)  Transfer via Western Union (d) transfer via internet dengan kartu kredit via Paypal. Lebih detailnya, lihat info di bawah.

CARA TRANSFER INFAQ VIA BANK, WESTERN UNION  DAN INTERNET

infaq2CATATAN: Setelah transfer dana, mohon dikonfirmasi via SMS ke: 085855999549 (Bpk. Imam Syahrowardi)

  • Bank BRI. No. Rekening: 3152-01-001060-50-6. Atas Nama: Chusnia K. Saadah
  • Bank BCA No. Rekening: 3170-4020-64. Atas nama: Chusnia K. Saadah
  • Bank Mandiri No. Rekening: 14400-12490667. Atas Nama: Muhammad Hamidurrohman
  • Western Union Money Transfer a.n. Ja’far Sodiq Dsn Krajan Rt/Rw: 09/01. Karangsuko, Pagelaran, Malang Indonesia (konfirmasi pemberitahuan harap menyertakan nomor MTCN).
  • Untuk infaq via PayPal/kartu kredit melalui internet, kirim ke akun Paypal: syuhud@gmail.com.

Mohon perhatian:

  • Setelah men-transfer harap konfirmasi via SMS atau telpon ke: 085855999549 (a.n. Imam Syahrowardi) dengan menyebut nama bank dan jumlah dana yang ditransfer atau melalui email ke: info@alkhoirot.com atau alkhoirot@gmail.com
  • Kepada Bapak/Ibu para muhsinin yang telah menyalurkan sebagian rezekinya kami mendo’akan “Jazâkumullâhu khairan wabarokallâhu fîkum wafî ahlikum wa mâlikum”. Insya Allâh harta yang bapak/ibu infaq-kan akan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.

Atas nama Tim Pembangunan Ponpes Al-Khoirot kami menghaturkan jazakumullah ahsanal jaza’. Semoga Allah yang membalas kebaikan Anda.

Pembangunan Ponpes Al-Khoirot Malang

Seiring dengan semakin meningkatnya jumlah santri di Ponpes Al-Khoirot Malang baik putra maupun putri, maka pennambahan infrastruktur dan fasilitas gedung mendesak untuk dilaksanakan. Untuk itu, tim pembangunan Ponpes Al-Khoirot terus berusaha keras memenuhi kebutuhan tersebut. Karena kami menganut kebijakan untuk tidak mengenakan biaya uang gedung kepada siswa dan santri, maka kami mengharapkan donasi dari kalangan dermawan untuk sama-sama memikul tanggung jawab mengemban amanah pendidikan anak bangsa.

Berapapun infak yang Anda kirimkan, akan berperan penting untuk pembangunan Pontren Al-Khoirot dan pendidikan anak-anak miskin.

Kirimkan donasi Anda secara langsung atau melalui transfer ke nomor rekening bank kami. Anda juga dapat mentrasfer dana via Paypal.

_________________________

TULISAN DI BAWAH INI SUDAH TAK BERLAKU. UNTUK INFAK SILAHKAN LIHAT PADA DULISAN DI ATAS
Transaksi pembelian dan pembebasan tanah wakaf untuk Pondok Pesantren Putri Al-Khoirot sudah selesai. Sertifikat sudah berpindah tangan menjadi miliki PPA. Alhamdulillah segala puji bagi Allah yang dengan kuasanya telah memberi kekuatan pada kami untuk memperluas area kawasan pesantren putri. Namun demikian, sumbangan dan infak tetap kami harapkan dari para dermawan untuk (a) menyelesaikan kekurangan pembayaran; dan (b) membangun infrastruktur yang sedang dan akan dibangun di atas tanah wakaf tersebut. Silahkan kirimkan infak Anda berupa material atau cash ke alamat di bawah.

Perihal Pembebasan Tanah
Kami atas nama pengurus Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang Jatim bermaksud membebaskan tanah untuk perluasan dan pengembangan pesantren, khususnya pesantren putri yang saat ini sangat membutuhkan lahan baru karena lokasinya sudah tidak mencukupi.

Tanah yang saat ini akan kami bebaskan berada di sebelah utara pesantren putri seluas kurang lebih 12.000 meter atau 1 hektar lebih.

Harga Tanah Per-Meter
Harga per-meter: Rp. 300.000 (tiga ratus ribu rupiah).
Batas akhir infaq wakaf: Desember 2012

Cara Infaq Tanah Waqaf
Dana untuk pembebasan tanah wakaf tersebut dapat diantar langsung ke Ponpes Al-Khoirot atau melalui salah satu rekening bank berikut:

CATATAN: Setelah transfer dana, mohon dikonfirmasi via SMS ke: 085855999549 (Bpk. Imam)

Bank BRI. No. Rekening: 3152-01-001060-50-6. Atas Nama: Chusnia K. Saadah
Bank BCA No. Rekening: 3170-4020-64. Atas nama: Chusnia K. Saadah
Bank Mandiri No. Rekening: 14400-12490667. Atas Nama: Muhammad Hamidurrohman Syuhud
Western Union Money Transfer a.n. Ja’far Sodiq Dsn Krajan Rt/Rw: 09/01. Karangsuko, Pagelaran, Malang Indonesia (konfirmasi pemberitahuan harap menyertakan nomor MTCN).
Untuk infaq via PayPal/kartu kredit melalui internet, kirim ke akun Paypal: syuhud@gmail.com lihat caranya di sini!
Mohon perhatian: Setelah men-transfer harap konfirmasi via SMS atau telpon ke: 085855999549 (a.n. Imam Syahrowardi) dengan menyebut nama bank dan jumlah dana yang ditransfer.Kepada Bapak/Ibu para muhsinin yang telah menyalurkan sebagian rezekinya kami mendo’akan “Jazâkumullâhu khairan wabarokallâhu fîkum wafî ahlikum wa mâlikum”. Insya Allâh harta yang bapak/ibu infaq-kan akan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.Wassalam,
Koordinator Pembebasan Tanah Wakaf 2011/2012 Ponpes Al-Khoirot Malang
Ketua: Syamsul Arifin.
Sekretaris/Bendahara: Imam Syuhrawardi. HP: 085855999549
Wakil: H. Ali Ridho

Alamat sekretariat:

Ponpes Al-Khoirot Malang Jl. KH. Syuhud Zayyadi 01 Karangsuko, Pagelaran, Malang 65174 Jawa Timur

]]>
http://www.alkhoirot.com/rekening-bank-ponpes-al-khoirot/feed/ 0
Download Kitab Kuning http://www.alkhoirot.com/download-kitab-kuning/ http://www.alkhoirot.com/download-kitab-kuning/#comments Mon, 17 Feb 2014 21:35:00 +0000 http://www.alkhoirot.com/?p=952 al-ummKitab Kuning adalah istilah untuk kitab literatur dan referensi Islam dalam bahasa Arab klasik meliputi berbagai bidang studi Islam seperti Quran, Tafsir, Ilmu Tafsir, Hadits, Ilmu Hadits, Fiqih, Ushul Fiqih, Kaidah Fiqih, Tauhid, Ilmu Kalam, Nahwu dan Sharaf atau ilmu lughah termasuk Ma’ani Bayan Badi’ dan Ilmu Mantik, Tarikh atau sejarah Islam, Tasawuf, Tarekat, dan Akhlak, dan ilmu-ilmu apapun yang ditulis dalam Bahasa Arab oleh para ulama dan intelektual muslim klasik.

CATATAN: Kitab kuning yang dikaji secara reguler di Pondok Pesantren Al-Khoirot lihat di sini.

INDEKS

 

Kitab Kuning


APA ITU KITAB KUNING

Disebut Kitab Kuning karena dulunya kitab-kitab tersebut dicetak pada kertas berwarna kuning. Baik cetakan dalam negeri atau cetakan luar negeri (Beirut).

Walaupun saat ini sebagian besar sudah dicetak pada kertas  berwarna putih, namun nama kitab kuning tetapi dipakai dan lebih populer daripada sebutan lain. Bahkan, kitab versi digital pun tetap disebut kitab kuning.

Istilah lain dari Kitab Kuning adalah kitab gundul atau kitab klasik. Di negara Arab, kitab kuning disebut dengan Kitab Turats (Turos).

Pada perkembangannya, kitab kuning tidak hanya terbatas pada kitab-kitab yang ditulis oleh ulama klasik yang hidup di abad pertengahan, tapi juga mencakup pada kitab-kitab yang ditulis oleh ulama kontemporer yang meliputi bidang studi keislaman (Islamic Studies).

Perlu juga dicatat, bahwa kitab kuning dikaji secara mendalam hanya di Pondok Pesantren yang bersistem salaf. Sedangkan di pesantren yang bersistem modern, seperti Gontor dan semacamnya, kitab kuning tidak dipelajari secara detail atau bahkan tidak dikaji sama sekali. Itulah antara lain yang akan membedakan hasil keluaran pesantren salaf dan modern. Lulusan pesantren salaf lebih mahir dan menguasai kitab kuning dan mumpuni di bidang hukum syariah (fiqih Islam) sedangkan keluaran pesantren modern umumnya hanya bisa berbicara bahasa Arab sehari-hari. Dengan kata lain, kalau pesantren salaf lebih menekankan pada kemampuan bahasa Arab tulis (writing) dan baca (reading), maka pondok modern lebih menekankan pada kemampuan bahasa Arab bicara (speaking).

Idealnya, sebuah pesantren mengombinasikan sistem yang ada di pesantren salaf dan modern.


MAKTABAH SYAMILAH

kitab kuning

Digitalisasi Kitab Kuning pertama kali dilakukan oleh Maktabah Syamilah. Oleh karena itu, umat Islam, khususnya kalangan santri, harus berterima kasih pada siapapun yang memprakarsai proyek digitalisasi kitab kuning ini. Namun demikian, kalangan Ahlussunnah harus tetap berhati-hati dengan kitab-kitab digital yang berasal dari Maktabah Syamilah karena konon sosok yang berada di balik proyek ini adalah aktivis atau simpatisan gerakan Wahabi. Software ini pada mulanya diterbitkan oleh jaringan dakwah Salafi Wahabi (Sawah) di dunia Maya, yaitu “www.shamela.ws” dan “ www.almeshkat.com.”

Sebenarnya tidak ada masalah apakah Maktabah Syamilah itu diinisiasi oleh aktivis Wahabi atau bukan sepanjang tidak ada pengrusakan atau perubahan dalam konten atau isi kitab tersebut.

Yang menjadi problem adalah ada sebagian dari kandungan kitab yang dirubah oleh mereka, khususnya yang isinya tidak sesuai dengan akidah Wahabyah.  Beberapa fakta yang pernah diteliti:


PERUBAHAN DAN PEMALSUAN ISI KITAB OLEH WAHABI

1. Tafsir Ash-Shawi ‘ala Tafsir Al-Jalalain (تفسير الصاوي) yang sudah dipalsukan dan dihapus oleh Wahabi Salafi adalah cetakan “Darul Fikr” tahun 1993 jilid 3 halaman 397 tertulis

و قيل : هذه الأية نزلت في الخوارج الذين يحرفون تأويل الكتاب و السنة , و يستحلون بذلك دماء المسلمين و أموالهم , لما هو مشاهد الأن فى نظائرهم………….. يحسبون أنهم على شيئ

Wahabi menghapus kalimat: و هم فرقة بأرض الحجاز يقال لهم الوهابية (Artinya: Mereka adalah golongan orang-orang yang berasal dari tanah Hijaz (sekarang Saudi). Golongan tersebut dinamakan “Wahabiyyah”)

Redaksi kitab yang asli sebelum dirubah adalah sebagai berikut:

و قيل : هذه الأية نزلت في الخوارج الذين يحرفون تأويل الكتاب و السنة , و يستحلون بذلك دماء المسلمين و أموالهم, لما هو مشاهد الأن فى نظائرهم و هم فرقة بأرض الحجاز يقال لهم الوهابية يحسبون أنهم على شيئ

(Artinya: Dikatakan bahwa ayat tersebut di atas diturunkan pada kaum Khawarij, yaitu golongan orang-orang yang suka mentahrif (merubah) Al-Qur’an dan Hadits Nabi. Dengan demikian, mereka menghalalkan darah dan harta kaum muslimin. Hal itu bisa dibuktikan, karena adanya suatu kesaksian pada bangsa mereka saat ini. Mereka adalah golongan orang-orang yang berasal dari tanah Hijaz (sekarang Saudi). Golongan tersebut dinamakan “Wahabiyyah”. Mereka mengira bahwa mereka berkuasa atas sesuatu.)
Lebih detail lihat di sini.

2. Menurut penelitianpenulis, ada 38 kitab yang telah terbukti mengalami pemalsuan. Padahal ini belum lagi yang lain yang jumlahnya banyak. Diantaranya: 1. Shahih bukhari 2. Shahih muslim 3.Shahih at-turmudzi 4. Musnad imam ahmad 5. Tarikh al-ya’qubi 6. Nahj al-balaghah 7. Syarh aqaid an-nasafi 8. Al-kasykul wal mukhallah 9. Iqtidhas shirat al-mustaqim 10. Ahwalul qubur, ibn rajab 11. Al-bahr al-muhith 13. As-shawaiqul muhriqah 14. Diwan al-mutanabbi 15. Akhbarul himaqi wal mughaffilin 16. Hayatul muhammad 17. Thabaqatul mu’tazilah 18. Al-ibanah, asy’ari 19. Majma’ al-bayan 20. Mukhtashar tarikh ad-dual 21. Al-aghani, abul faraj 22. Muqatil at-thalibin 23. At-thabaqat, ibn sa’ad 24. Syarh an-nahj, al-mu’tazili 25. Tathir al-jinan 26.Al-ma’arif, ibn qutaibah 27. Tarikh at-thabari 28. Hasiyah as-shawi ala tafsir jalalain 29. Aqidatus salaf ashabul hadits 30. Syarh al-aqidah at-thahawiyah 31. Al-adzkar, an-nawawi 32.Tafsir al-kasyaf, az-zamahsyari 33. Diwanul imam syafi’i 34. Al-fawaid al-muntakhabat 35. Tafsir ruhul ma’ani 36. Hasiyah ibnul abidin 37. Majmu’ fatawa, ibn taimiyah 38. Nihayah al-qaul al-mufid. Lebih detail lihat di sini.

3. Mengapa kelompok Wahabi berani merubah isi kitab yang notabene merupakan karya ilmiah? Bukankah itu merupakan pengkhianatan intelektual dan kebohongan publik? Bagi Wahabi, itu bukan kebohongan tapi merupakan strategi. Dan itu legal dan sah. Setidaknya itulah fatwa dari ulama mereka yaitu Ibnu Baz dan Alu Syaikh. Lebih detail lihat di sini.

Kalau pegiat Wahabi berani merubah kitab kuning yang versi cetak, maka tentu mereka akan lebih berani merubah versi digitalnya karena lebih mudah. Untuk itu, harap tetap hati-hati dan waspada dalam memakai kitab-kitab versi digital karena mayoritas berasal dari koleksi yang dibuat oleh kalangan Salafi Wahabi (Sawah) walaupun bukan berarti kita harus menjauhi kitab-kitab tersebut sama sekali.

Sekaligus ini menjadi pembelajaran bagi kita, Ahlussunnah Waljamaah (Aswaja), agar lebih proaktif dalam membangun dan melindungi akidah Aswaja.


DOWNLOAD KITAB & FORMAT FILE (BERKAS)

Format berkas kitab kuning digital di bawah ini adalah pdf atau ms word (doc, docx)


AL-QURAN


ILMU AL-QURAN


TAFSIR


ILMU TAFSIR


HADITS


ILMU HADITS


FIQIH

KITAB UTAMA MADZHAB SYAFI’I


USHUL FIQIH


AKIDAH AHLUSSUNNAH


AKIDAH WAHABI


LUGHAH (NAHWU & SHARAF)

Kebanyakan link di bawah untuk versi online. Bukan download.


TARIKH


TASAWUF


AKHLAK


ALAM GHAIB


DOWNLOAD KITAB TERJEMAH INDONESIA

Terjemah Kitab Al-Umm dalam format DJVU ini merupakan terjemahan lengkap dan dialihkan ke dalam format digital langsung dari versi cetaknya.  Data kitab seperti tertulis dalam versi cetaknya adalah sebagai berikut:

Nama: Al-Umm Kitab Induk
Karangan: Al-Imam Asy-Syafi’i
Terjamahan: Prof.  TK. H. Ismail Yakub, Sh., MA.
Penerbit: Victory Agence, Kuala Lumpur, Malaysia

TERJEMAH KITAB KUNING PESANTREN

Berikut terjemahan kitab-kitab yang biasa dikaji di pesantren salaf meliputi berbagai bidang studi seperti fikih, tasawuf, akhlak, tafsir, hadits, tarikh, dan lain-lain.

Quran dan Tafsir

Fikih

Tasawuf & Akhlak

Sejarah

Bahasa Arab

]]>
http://www.alkhoirot.com/download-kitab-kuning/feed/ 18
Biaya dan Proses Pendaftaran Pesantren Al-Khoirot 2014 http://www.alkhoirot.com/biaya-pendaftaran-pesantren/ http://www.alkhoirot.com/biaya-pendaftaran-pesantren/#comments Wed, 29 Jan 2014 23:48:04 +0000 http://www.alkhoirot.com/?p=526 Pondok Pesantren Al-Khoirot dikenal sebagai pesantren berkualitas tinggi yang pro-rakyat miskin dalam segi pembiayaan. Karena biaya yang dibebankan pada para santri dan siswa tergolong sangat kecil dibanding dengan (a) biaya di pesantren dan lembaga pendidikan lain; dan (b) kualitas belajar mengajar yang ditawarkan.

DAFTAR ISI

  1. Pendaftaran dan Penerimaan
  2. Biaya Penerimaan Pesantren
  3. Biaya Penerimaan Sekolah MTs MA
  4. Biaya Bulanan Putra Putri
  5. Biaya Makan dan Laundry
  6. Yang Gratis di PP Al-Khoirot
  7. Download Formulir Pendaftaran
  8. Waktu Pendaftaran Pesantren Putri
  9. Proses Pendaftaran dan Penerimaan di Pesantren
  10. Proses Daftar Masuk Pesantren dan Madrasah Diniyah
  11. Proses Daftar Masuk MA MTs Al-Khoirot
  12. Program PP Al-Khoirot
  13. Rute Jalan Ke PP Al-Khoirot
  14. Nomor Telepon PP Al-Khoirot

Penting: PP Al-Khoirot menganut sistem santri & siswa yang terintegrasi. Artinya, santri harus ikut pendidikan formal SLTP SLTA (kecuali yang sudah lulus SLTA) dan semua siswa harus tinggal di dalam kompleks pesantren dan mengikuti seluruh program pesantren termasuk madrasah diniyah dan pengajian kitab kuning (klasik) oleh pengasuh.

Berikut biaya pendaftaran dan penerimaan santri dan siswa baru di Pondok Pesantren Al-Khoirot Putra dan Putri:

I. BIAYA PENDAFTARAN SANTRI DAN SISWA PUTRA

Biaya pendaftaran dan biaya bulanan pendidikan pesantren per Januari 2012 adalah sebagai berikut:

A. Biaya Pendaftaran Pesantren dan Madrasah Diniyah

  • Jumlah : Rp. 115.000
  • Biaya makan bulan pertama: Rp. 120.000*
  • Infaq tanah waqaf:  Rp. 300.000
  • Total: Rp. 535.000 (lima ratus tiga puluh lima ribu)

*Catatan: Kos makan adalah pilihan. Santri boleh kos di tempat lain (yang lebih mahal).

B. Biaya Pendaftaran dan Penerimaan Sekolah Formal

1. Biaya masuk SLTP / MTs Al-Khoirot: Rp. 355.000.
2. Biaya masuk SLTA / MA Al-Khoirot: Rp. 330.000.

Biaya total apabila masuk pesantren dan sekolah SLTP/MTS Putra: Rp. 535.000 + 355.000 = Rp. 890.000.
Biaya total apabila masuk pesantren dan sekolah SLTA/M.A Putra: Rp. 535.000 + 330.000 = Rp. 865.000.

Biaya di atas termasuk biaya SPP bulan pertama.


C. Biaya Bulanan Putra Putri

Biaya bulanan (syahriyah) untuk sekolah formal, madrasah diniyah (madin) dan pesantren putra adalah sebagai berikut:

1. Infaq bulanan untuk MTS + Madin + Pesantren = Rp. 25.000 (dua puluh lima ribu rupiah)
2. Infaq bulanan untuk MA + Madin + Pesantren = Rp. 30.000 (tiga puluh ribu rupiah)

Total Biaya Perbulan

1. Siswa MTS 25.000 + 20.000 = 45.000 (empatpuluh lima ribu)
2. Siswa MA 30.000 + 20.000 = 50.000 (lima puluh ribu)


Biaya Makan dan Laundry

Makan dan laundry adalah pilihan. Bukan kewajiban.

1. Biaya makan perbulan bervariasi. Yang termurah Rp. 120.000
2. Biaya laundry/cuci seterika Rp. 3.500/kg


D. Yang Gratis di PP Al-Khoirot

1. Formulir pendaftaran: Gratis
2. Daftar ulang setiap tahun: Gratis
3. Menghafal Al-Quran: Gratis
4. Program Qiroah Taghanni (berlagu): Gratis.
5. Karatedo: Gratis.


II. BIAYA PENDAFTARAN SANTRI DAN SISWA PUTRI

Biaya total apabila masuk pesantren dan sekolah SLTP/MTS Putri: Rp. 890.000.
Biaya total apabila masuk pesantren dan sekolah SLTA/MA Putri: Rp. 865.000.

Biaya di atas sudah termasuk biaya SPP, Seragam 3 stel dan biaya makan bulan pertama.


III. PROSES PENDAFTARAN SANTRI AL-KHOIROT

Proses pendaftaran masuk ke pesantren Al-Khoirot Malang sangat mudah. Pada prinsipnya, begitu Anda berniat dan memutuskan untuk belajar di pesantren Al-Khoirot, maka Anda dapat langsung datang dengan membawa perbekalan secukupnya dan langsung tinggal di pesantren. Karena kami tidak menerapkan sistem seleksi terlebih dahulu. Inilah tradisi pesantren salaf yang tetap kami pertahankan yang menerima langsung seluruh santri yang hendak nyantri di pesantren tanpa melihat latar belakang sosial, ekonomi maupun “tampilan fisik”.

III.A. PROSES DAFTAR MASUK PESANTREN DAN MADRASAH DINIYAH

1. Waktu pendaftaran: sepanjang waktu dan sepanjang tahun.
2. Tempat: Kantor Pesantren dan Madin Putra untuk santri putra dan Kantor Pesantren Putri untuk calon santri putri.
3. Memilih kamar yang akan ditempati.
4. Dites untuk penempatan kelas madrasah diniyah.

III.B. PROSES DAFTAR MASUK SEKOLAH MTS MA

1. Waktu pendaftaran: jam 07.00 s/d 12.00 WIB. Pada bulan April – September. Sepanjang tahun untuk siswa pindahan dari sekolah lain.
2. Tempat: Kantor MTs dan MA Al-Khoirot putra untuk calon siswa putra dan Kantor MTS MA Putri untuk calon siswa putri.
3. Akan ditempatkan di asrama berdasarkan sekolah. Siswa MTs akan berada di asrama MTs dan siswa MA akan berada di asrama khusus MA.

IV. DOWNLOAD FORMULIR PENDAFTARAN SISWA DAN SANTRI BARU

1. Formulir Pendaftaran MTS Al-Khoirot
2. Formulir Pendaftaran MA Al-Khoirot
3. Formulir pendaftaran Pesantren


PROGRAM PENDIDIKAN DI PONDOK PESANTREN AL-KHOIROT MALANG

Program Pendidikan Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang


RUTE JALAN KE PP AL-KHOIROT MALANG

Rute jalan menuju Pondok Pesantren Al-Khoirot Putra dan Putri adalah sebagai berikut:

1. Dari arah utara: Madura, Surabaya, Pasuruan, Malang via Kepanjen
A. Bawa kendaraan sendiri: Kota Malang -> Kepanjen -> 7 km ke arah Gondanglegi -> turun di Karangsuko.
B. Naik angkutan: Kota Malang -> Kepanjen -> naik angkot atau ojek 7 km ke arah Gondanglegi -> turun di Karangsuko.
C. Naik kereta api dari Surabaya atau Malang turun di Stasiun Kepanjen -> naik angkot atau ojek 7 km ke arah Gondanglegi -> turun di Karangsuko.

2. Dari utara: Madura, Surabaya, Pasuruan, Malang via Gondanglegi
A. Bawa kendaraan sendiri: Kota Malang -> Gondanglegi -> 4 km ke arab barat turun di Karangsuko.
B. Naik angkutan: Kota Malang -> Gondanglegi -> 4 km ke arah barat dengan naik angkot jurusan Kepanjen turun di Karangsuko.
C. Naik kereta api dari Surabaya turuan di stasiun Malang -> naik angkot ke Gondanglegi -> naik angkot atau ojek 5 km ke arah Kepanjen turun di Karangsuko.
Catatan: Kalau naik kereta api sebaiknya turun di stasiun Kepanjen.

3. Dari arah barat: Kediri, Madiun, Blitar, Tulungagung
A. Bawa kendaraan sendiri: sesampai di kota Kepanjen -> 7 km ke arah Gondanglegi turun di Karangsuko
B. Naik angkutan: naik bus jurusan Malang turun di Kepanjen -> naik angkot atau ojek 7 km ke arah timur arah Gondanglegi turun di Karangsuko
C. Naik kereta api dari Kediri/Blitar turun di Stasiun Kepanjen -> naik angkot atau ojek 7 km ke arah Gondanglegi -> turun di Karangsuko.

4. Dari arah timur: Jember, Lumajang, Dampit, Turen
A. Bawa kendaraan sendiri: Turen -> Gondanglegi -> 4 km ke arah Kepanjen turun di Karangsuko.
B. Naik angkutan: Turen -> Gondanglegi -> 4 km ke arah Kepanjen -> turun di Karangsuko

NOMOR TELEPON

Berikut alamat kontak telpon yang dapat dihubungi bagi yang ingin menanyakan lokasi pesantren atau informasi lebih detail terkait pesantren Al-Khoirot dan sekolah MTs & Ma Al-Khoirot.

No Telpon Putra

Nasiruddin: 085855598880
Rokhim: 085855765663
Khoiruman: 085852660050
Imamsyah: 085855999549
Kholilurohman: 081555999175
Tomy: 085234898375
Kantor Sekolah: 0341-879730

No. Telpon Putri

Kantor Sekolah Putri: 081555327272
Kantor PPA Putri: 0341-7446338
Kantor PPA Putri: 085815000572

]]>
http://www.alkhoirot.com/biaya-pendaftaran-pesantren/feed/ 627
Akidah dan Sistem Pendidikan Pesantren Al-Khoirot http://www.alkhoirot.com/sistem-pendidikan/ http://www.alkhoirot.com/sistem-pendidikan/#comments Wed, 29 Jan 2014 03:32:55 +0000 http://www.alkhoirot.com/?p=478 Pondok Pesantren Al-Khoirot (PPA) Malang menganut sistem pendidikan terintegrasi yang merupakan perpaduan dari sistem salaf (tradisional) dan sistem modern. Hal ini tak lepas dari kultur pesantren Aswaja yang terkenal dengan prinsip المحافظة علي القديم الصالح والأخد علي الجديد الأصلح (memelihara nilai dan sistem lama yang baik, dan mengadopsi nilai dan metode baru yang lebih baik). Tidak hanya itu, PPA juga mengadopsi sejumlah pola pendidikan Islam yang ada di luar negeri seperti kajian Tafsir dan hadits dan tidak hanya terfokus pada disiplin ilmu fiqh, nahwu/sharaf, dan ilmu kalam. Dalam kajian tafsir dan hadits juga ditingkatkan intensitas kajian perangkatnya (ilmu hadits, ushul fiqh, ilmu tafsir, dll).

Secara garis besar kegiatan pendidikan di PPA terbagi menjadi lima. Yaitu, (a) pengajian kitab kuning (كتب التراث), (b) madrasah diniyah (madin), (c) sekolah formal MTs (Madrasah Tsanawiyah) dan MA (Madrasah Aliyah), (d) program intensif bahasa Arab dan (e) Tahfidz Al-Quran (menghafal Al-Quran).

DAFTAR ISI

  1. Aqidah, Madzhab Fiqih, dan Afliliasi Politik dan Kultural
  2. Filosofi Pendidikan
  3. Pengajian Kitab Kuning oleh Pengasuh
  4. Makna Gandul dalam Pengajian Kitab Kuning
  5. Madrasah Diniyah
  6. Materi Kitab Kuning Madin
  7. Tahfidzul Quran (Menghafal Al-Qur’an)
  8. Pendidikan Formal
  9. Membaca Qu’an Tartil
  10. Program Intensif Bahasa Arab
  11. Ekstra Kurikuler Pesantren
  12. Ekstra Kurikuler Sekolah Formal
  13. Biaya Pendaftaran
  14. Jadwal Harian Santri


AQIDAH, MADZHAB FIQIH DAN AFILIASI KULTURAL DAN POLITIK

Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang menganut ideologi (manhaj) Ahlussunnah Waljamaah (Aswaja) dengan manhaj tauhid Asy’ariyah, madzhab fiqih Syafi’iyah dan afiliasi kultural Nahdlatul Ulama (NU) walaupun tidak terikat secara organisasional dengan NU. NU menjadi pilihan afiliasi kultural karena ia dianggap mewakili sikap toleransi dan inklusivisme yang sangat cocok dalam keberagaman Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sikap toleran dan inklusif juga merupakan sikap moderat (wasath) yang sesuai dengan spirit Islam seperti jelas tersurat dalam QS Al-Baqarah 2:143.

Jadi, PPA Malang bukanlah pesantren yang beraliran atau pendukung Salafi Wahabi (Sawah), Muhammadiyah, LDII, Wahidiyah, Al-Irsyad, HTI (Hzbut Tahrir), dll.

Secara politik, kami menganut sistem bebas aktif. Dalam arti, PPA tidak mendukung partai apapun namun pada waktu yang sama kami mewajibkan semua santri, alumni dan simpatisan PPA untuk menggunakan hak pilihnya pada salah satu calon yang dianggap “paling baik di antara yang terburuk” dari partai manapun mereka berasal. Dengan kata lain, kami mendukung figur, tidak mendukung partai.

Kami melarang sikap Golput. Karena, dalam sistem demokrasi, Golput atau tidak memilih, merupakan kesalahan besar. Langkah Golput sama saja dengan memberikan suara pada calon terburuk dan terkorup.


FILOSOFI PENDIDIKAN PESANTREN AL-KHOIROT

Pondok Pesantren Al-Khoirot beryakinan bahwa pendidikan bertujuan tidak hanya untuk mencerdaskan bangsa dengan ilmu pengetahuan tapi juga untuk membentuk karakter dan akhlak kepemimpinan yang sesuai dengan spirit ajaran syariah Islam. Secara ringkas filosofi pendidikan PPA meliputi:

  • Mencetak generasi berilmu.
  • Taat syariah
  • Pekerja keras
  • Pola hidup sederhana.


I. PENGAJIAN KITAB OLEH PENGASUH

Aqidah dan Sistem Pendidikan Pondok Pesantren Al-KhoirotPengajian kitab kuning alias kitab klasik atau kitab gundul menjadi ciri khas Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang. Santri yang sudah lulus Wustho II, apalagi Ulya II, hampir dapat dipastikan mampu membaca kitab kuning tentunya dengan level kecakapan yang berbeda-beda sesuai dengan kemampuan kognitifnya.

Pengajian kitab kuning dilakukan dengan dua cara. Yaitu, (a) dengan sistem sorogan atau wetonan/bandongan di bawah bimbingan pengasuh dan (b) sistem klasikal di madrasah diniyah (madin).

Adapaun kitab yang dibaca oleh Dewan Pengasuh setiap pagi dan diikuti oleh semua santri adalah sebagai berikut:


1. Kitab Al Umm karya Imam Syafi’i. 

Kitab Al-Umm adalah kitab induk dari fiqih madzhab Syafi’i yang ditulis langsung oleh pendiri madzhab Syafi’i yaitu Muhammad bin Idris As-Syafi’i. (150 H/767 – 204H/819M). Kitab ini merupakan perpaduan antara dalil-dalil Quran dan hadits yang dibuat sebagai landasan pengambilan hukum oleh Imam Syafi’i dan pendapat yuridis dari Imam Syafi’i sendiri tentang suatu masalah. Kitab ini terdiri dari 6 volume atau 6 jilid.

Kendati menjadi kitab fiqih induk dan paling penting dalam madzhab Syafi’i, namun anehnya jarang ada pesantren salaf (apalagi modern) yang mengkaji kitab ini secara teratur. Pondok Pesantren Al-Khoirot mungkin satu-satunya pesantren di Indonesia yang mengkaji kitab ini secara rutin (Tolong koreksi kami apabila ada pesantren lain yang mengkaji kitab Al-Umm).

Kitab Al-Umm dibaca setiap pagi selepas shalat subuh dua kali dalam seminggu yakni setiap hari Sabtu dan Rabu dan diikuti oleh seluruh santri Al-Khoirot baik putra maupun putri, yunior atau senior. (Catatan: santri putri mengikuti pengajian ini melalui pengeras suara, tidak langsung dan berada di tempat terpisah).

2.  Sahih Bukhari,

Kitab Sahih Bukhori adalah kumpulan hadits-hadits Nabi berdasarkan sanad dan periwayatan sahih (otentik) yang disusun oleh seorang ulama asal Azerbaijan bernama lengkap Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin al-Mughirah bin Bardizbah al-Ju’fi al-Bukhari atau Imam Bukhari (196 H/810 M – Wafat 256 H/870 M) .

Kitab hadits ini, bersama dengan Sahih Muslim, menduduki posisi kedua setelah Al-Quran sebagai kitab hadits rujukan bagi kalangan ahli hukum Islam maupun ulama di bidang keilmuan yang lain. Oleh karena itu mempelajari kitab ini menjadi keharusan bagi seorang pelajar agama (santri) yang ingin mendalami ilmu Islam.

Sama dengan kitab Al-Umm, kitab Sahih Bukhari juga dikaji pada setiap hari Sabtu dan Rabu pagi dan diikuti oleh seluruh santri PPA putra putri, senior dan yang baru.

3. Tafsir Jalalain

Kitab tafsir Jalalain ditulis oleh dua ulama ahli tafsir yaitu Jalaluddin Muhammad bin Ahmad al-Mahalli (791 H-864 H) dan Abu al- Fadl Abdur Rahman bin Abu Bakar bin Muhammad Jalaluddin as-Suyuti (849-911 H).

Kitab ini merupakan tafsir ringkas dari Al-Quran yang menjelaskan secara singkat maksud makna suatu kalimat dalam Al-Quran maupun dari segi pengertian sastrawinya. Kitab ini dibaca dua kali dalam seminggu pada hari Sabtu dan Rabu pagi bersamaan dengan kitab Al-Umm dan Sahih Bukhari dan diikuti oleh semua santri Al-Khoirot putra dan putri.

Pengajian ketiga kitab di atas –yakni Al-Umm, Sahih Bukhari, Tafsir Jalalain– memakai sistem wetonan atau bandongan yaitu Kyai membaca dan menerangkan sedangkan santri menyimak dan mendengarkan. Santri juga diberi waktu untuk bertanya pada setiap akhir pertemuan.

4. Al-Muhadzab fi Fiqhil Imam As-Syafi’i

Kitab Muhadzab adalah kitab fiqih madzhab Syafi’i yang sangat berpengaruh. Kitab ini ditulis oleh Abu Ishak Ibrahim bin Ali bin Yusuf Al-Fairuzabadi Asy-Syairazi (w. 476H). Kitab ini semakin berpengaruh dalam fiqih madzhab Syafi’i setelah diberi syarah (komentar) yang sangat panjang dan detail oleh Imam Nawawi dalam Al-Majmuk Syarah Muhadzab. 

Kitab ini dibaca secara rutin di PPA setiap hari Minggu dan Kamis dan diikuti oleh kalangan santri senior saja baik putra maupun putri. Yakni para santri yang sudah duduk di kelas Wustho 1, Wustho2, Ulya 1, Ulya 2 dan Ma’had Aly.

5. Fathul Wahhab

Kitab Fathul Wahab bi Syarh Manhaj at-Tullab ditulis oleh  Abu Yahya Zakariya Al-Anshari (824 H – 926 H/1520 M). Kitab fiqih yang tergolong sulit memahaminya karena bahasanya yang sangat padat.  Kitab ini dikaji setiap hari Minggu dan Kamis (dua kali seminggu) dan diikuti oleh santri seniro putra putri dari tingkat Wustho 1 sampai ma’had aly.

6. Iqna’

Kitab Al-Iqna’ fi Halli Alfadz Abi Syuja’ditulis oleh Syamsuddin Muhammad bin Ahmad Asy-Syarbini Al-Khatib (w. 977 H). Termasuk salah satu kitab utama dalam fiqih madzhab Syafi’i yang menjadi syarah dari kitab Taqrib Abu Syujak. Kitab ini juga dikaji setiap hari Minggu dan Kamis (dua kali seminggu) dan diikuti oleh santri seniro putra putri dari tingkat Wustho 1 sampai ma’had aly.

Ketiga kitab di atas–yakni Muhadzab, Fathul Wahab, dan Iqna’– dikaji dengan sistem sorogan di mana santri yang membaca dan memberi makna sedang kyai menyimak dan menerangkan.

Pengajian keenam kitab di atas dibimbing oleh A. Fatih Syuhud, salah satu pengasuh PPA.

7. Ibnu Aqil Syarah Alfiyah Ibnu Malik

Alfiyah Ibnu Malik adalah kitab gramatika tata bahasa Arab yang ditulis dalam bentuk syair (nadzam) oleh Jamaluddin Muhammad bin Abdullah bin Abdullah bin Malik Al-Jayyani Al-Andalusi. Kitab grammatika karya ulama kelahiran Andalusia, Spanyol pada 600 Hijriah ini menjadi kitab Nahwu & Sharaf paling populer di pesantren salaf yang diajarkan di kalangan santri senior tingkat lanjut. Santri yang sudah khatam mempelajari kitab Alfiyah Ibnu Malik dan memahami secara betul dapat dipastikan bisa membaca dan menguasai kitab kuning (gundul) dengan baik dan benar.

Kitab Alfiyah Ibnu Aqil disyarahi oleh banyak ulama ahli bahasa dan sastra Arab. Salah satu syarah yang terkenal di dunia pesantren adalah ٍSyarah Ibnu Aqil karya Bahauddin Abdullah bin Aqil Al-Hamdani Al-Mashri.

Kitab Syarah Ibnu Aqil ini dikaji seminggu sekali setiap hari Selasa pagi diikuti oleh kalangan santri senior dari tingkat Wustho 1 ke atas dan diasuh oleh KH Hamidurrohman Syuhud, salah satu pengasuh PPA Malang.


8. Hilyatu Lubbil Mashun bi Syarh Jauhar al-Maknun.

Kitab ini merupakan syarah dari kitab Jauharul Maknun fi Ilmil Bayan yaitu sebuah kitab yang membahas tentang sastra Arab meliputi ma’any, bayan, badi’ yang ditulis oleh Abdurrohman Al-Akhduri. Karena Jauharul Maknun ditulis dalam bentuk nadzam (syair) yang relatif sulit dalam memahaminya terutama kalangan penutur non-Arab, maka mempelajari kitab syarahnya adalah sangat penting. Syarah Jauharul Maknun yang berjudul Hilyatu Lubbil Mashun bi Syarh Jauhar al-Maknun ditulis oleh Ahmad bin Abdul Mun’im bin Yusuf bin Shiyam Ad-Damanhuri.

Kitab ini dibaca setiap hari Selasa pagi oleh KH. M. Hamidurrohman Syuhud, salah satu pengasuh PPA Malang yang diikuti oleh kalangan santri senior yaitu siswa madin Wustho 1 ke atas.


9. Al-Faraidul Bahiyyah fi Nadzmil Qawaidil Fiqhiyah

Kitab yang membahas tentang kaidah-kaidah fiqih ini ditulis oleh Abu Bakar bin Abul Qasim bin Ahmad bin Muhammad bin Abu Bakar Al-Ahdali Al-Husaini Al-Yamani At-Tihami As-Syafi’i (984/1035 H). Kitab ini ditulis dalam bentuk nadzam atau syair.

Kitab ini dikaji setiap hari Senin pagi oleh KH. M. Humaidi Syuhud, salah satu pengasuh PPA Malang dan diikuti oleh para santri senior dari tingkat Wustho 1 ke atas.


10. Faidul Khobir ٍSyarah Mandzumat Tafsir

Judul lengkap kitab ini adalah Faidul Khabir wa Khulasotut Taqrir ala Nahjit Taisir: Syarah Mandzumat at-Tafsir membahas tentang bidang disiplin ilmu tafsir.

Kitab ini pernah dibaca setiap hari Senin oleh KH. M. Humaidi Syuhud yang diikuti para santri senior tingkat Wustho 1 ke atas. Saat ini (Januari 2014) kitab ini tidak lagi dibaca karena sudah khatam untuk periode tahun ajaran 2013-2014.


11. Minhajul Abidin ila Jannati Rabbil Alamin

Kitan tentang tasawuf dan penyucian diri ini ditulis oleh ulama legendaris Abu Hamid Muhammad Al-Ghazali At-Tusi An-Naisaburi yang lebih dikenal dengan julukan Imam Ghazali.

Kitab ini dibaca setiap hari Minggu sore ba’da Ashar oleh KH. M. Ja’far Shodiq Syuhud, salah satu pengasuh PPA Malang dan diikuti oleh semua santri baik senior maupun yunior, putra dan putri..


12. Jawahirul Kalamiyah

Kitab yang berjudul lengkap Jawahirul Kalamiyah fi Idohil Aqidah al-Islamiyah ini ditulis olehTohir bin Shaleh Al-Jazairi. Kitab ini membahas tentang tauhid aqidah Ahlussunnah Waljamaah Asy’ariyah. Kitab ini dikaji setiap hari Minggu sore ba’da Ashar oleh KH. Ja’far Shodiq Syuhud dan diikuti oleh semua santri baik senior maupun yunior, putra dan putri.

Kitab ini diajarkan dengan tujuan menanamkan aqidah dasar Ahlussunnah yang benar kepada para santri dan agar tidak terkontaminasi paham aqidah Wahabi Salafi.


SIMBOL MAKNA GANDUL PENGAJIAN KITAB KUNING

Pengajian kitab kuning di pesantren salaf, tak bisa dilepaskan dari sistem makna gandul. Makna gandul adalah santri memberikan makna pada kitab secara harfiah kata perkata dengan menyebut kedudukan i’rob dan makna dari setiap kata. Makna gandul menggunakan bahasa daerah yaitu bahasa Jawa atau Madura. Sedangkan kedudukan i’robnya memakai singkatan abjad bahasa Arab.

Tujuan dari pemberian makna gandul adalah supaya santri lebih bisa memahami kedudukan i’rob dari setiap kalimat bahasa Arab yang dibaca sehingga santri akan lebih yakin (tahqiq) dalam memahami maksud dari suatu kalimat yang ada dalam sebuah kitab.

Setelah diberi makna secara gandul, baru kemudian kyai atau ustadz memberikan penjelasan dalam bahasa Indonesia.

Lebih detail, berikut singkatan atau simbol i’rob yang dipakai dalam makna gandul.

Simbol Makna Gandul Kitab Kuning Jawa dan Madura

Madura

Jawa

Simbol

Status Kata

I’rob

Dineng

Utawi

م

Subyek Kalimat Nominal (Ismiyah)

Mubtada’

Paneka

Iku

خ

Predikat Kalimat Nominal (Ismiyah)

Khobar

Panapah

Opo

ف

Subyek kal. Aktif (benda)

Fa’il

Paserah

Sopo

فا

Subyek kal. Aktif (manusia)

Fa’il

Dek

Ing

مف

Obyek

Maf’ul Bih

Panapah, Paserah

Opo, Sopo

نف

Subyek kalimat pasif

Naibul Fa’il

Hale

Hale

حا

Kata keadaan

Hal

Ara-ara

Apane

تم

Kata keterangan

Tamyiz

Maka

Moko

ج

Kata jawab

Jawab Syartiyah

Karnah

Kerono

ع

Karena

Ta’lil

Kalaben

Kelawan

مط

Secara

Maf’ul Mutlak

Se

Kang

ص

Kata sifat

Sifat, Na’at

Edelem

Ingdalem

ظ

Keterangan tempat

Dzaraf

Senajjen

Senajan

غ

Walaupun

Ghayah

Nyatanah

Nyatane

با

Menjelaskan kal. sebelumnya

Bayan

Sebab

Jalaran

س

Disebabkan

Sababiyah

Kelakoan

Kelakuan

ش

-

Sya’n

 


II. MADRASAH DINIYAH (MADIN)

Madrasah Diniyah atau madin adalah sistem pendidikan dengan sistem sekolah (klasikal) yang khusus mengkaji ilmu agama Islam saja.

Madrash Diniyah adalah program yang wajib diikuti oleh semua santri baik yang ikut program tahfidzul Quran atau siswa sekolah formal.

Madrasah Diniyah (Madin) Al-Khoirot memiliki beberapa jenjang kelas. Yaitu, I’dad I, I’dad II, Ula I, Ula II, Wustho I, Wustho II, Ulya I, Ulya II dan Ulya III.

Kelas I’dad I sampai Ula II kira-kira sama dengan madrasah ibtidaiyah.
Kelas Wustho I dan II sama dengan madrasah diniyah tsanawiyah (SLTP.)
Kelas Ulya I, II dan III sama dengan madrasah diniyah aliyah (tingkat SLTA). Sedangkan Ma’had Aly evelnya sama dengan madrasah diniyah tingkat universitas.


Berikut Materi Kitab Kuning yang Dikaji di Madrasah Diniyah (Madin) PPA dari I’dad I sampai Ma’had Aly untuk tahun 2013/2014

I’DAD I: Al-Quran Juz Amma, Aqidatul Awam,
I’DAD II: Matan Jurumiyah, Amtsilah Tashrifiyah
ULA I: Matan Jurumiyah, Amtsilah Tashrifiyah, Mabadi’ Fiqhiyah Juz I, Al-Akhlaq lil Banin Juz I, Hadits 101 Budi Luhur
ULA II: Matan Jurumiyah, Tashrif Izzi, Bimbingan baca kitab, Jawahirul Kalamiyah, Al-Akhlaq lil Banin II, Mabadi’ Fiqhiyah III dan IV.
WUSTHO I: Fathul Qorib, Matan Mutammimah, Nadzam Maqsud, Faraidh, Bulughul Marom
WUSTHO II: Fathul Qorib, Mutammimah, Nadzam Maqsud, Ushul Fiqh, Faraidh, Bulughul Marom
ULYA I: Ibnu Aqil Syarah Alfiyah ibnu Malik, Fathul Muin, Tafsir Jalain
ULYA II: Ibnu Aqil Syarah Alfiyah ibnu Malik, Fathul Muin, Tafsir Jalain
MA’HAD ALY: Tafsir Ayat Ahkam, Subulus Salam, Ihya Ulumuddin, Jam’ul Jawamik.

Kitab-kitab di atas sebagian dapat dibaca secara online di sini.


III. TAHFIDZUL QURAN (MENGHAFAL QUR’AN)

Program tahfidzul Quran atau menghafal Al-Quran merupakan program baru tahun ajaran 2012/2013. Program ini dibuka untuk santri putra dan putri.

Peserta program tahfidz tetap harus mengikuti program (a) madrasah diniyah (madin), (b) pengajian kitab kuning; dan (c) sekolah formal.


IV. PENDIDIKAN FORMAL MTS & MA

PPA memiliki lembaga pendidikan formal tingkat SLTP dan SLTA yaitu MTs Al-Khoirot Malang dan MA Al-Khoirot Malang. Masing-masing memiliki situs resmi di alamat berikut: mts.alkhoirot.com dan ma.alkhoirot.com. Silahkan kunjungi kedua alamat tersebut untuk info lebih detail.


V. MEMBACA AL-QURAN TARTIL

Kemampuan membaca Al-Quran bit-tartil dengan baik dan benar menurut standar yang diakui adalah sangat penting. Untuk melatih dan meningkatkan kemampuan ini, santri dilatih setiap hari setelah salat maghrib berjamaah. Untuk meningkatkan kemampuan muallim (tenaga pengajar), PPA melatih mereka seminggu sekali dengan mendatangkan tenaga muallim lulusan PIQ (Pesantren Ilmu Al-Quran) KH. Bashori Alwi, Singosari.


VI. PROGRAM INTENSIF BAHASA ARAB

Gramatika bahasa Arab yakni ilmu nahwu dan sharaf dipelajari di madrasah diniyah sejak Ula I secara intensif. Begitu juga, kemampuan membaca kitab diasah melalui musyawarah baca kitab dan pengajian sorogan/wetonan kitab Muhadzdzab, Fathul Wahhab, Iqna’ bagi santri kelas Wustho I ke atas.

Namun, intensifikasi bahasa Arab modern tetap dirasa perlu. Karena itu, program bahasa Arab diadakan secara rutin setiap hari dengan penekanan pada muhawarah (conversation).


VII. EKSTRA KURIKULER PESANTREN

1. Musyawarah kitab Fathul Wahhab, Muhadzdzab, dan Iqna’ bagi santri kelas Wustho I ke atas madrasah diniyah (madin) (dua hari sekali).
2. Pengajian Al Quran secara tartil (setiap hari).
3. Program seni pidato/khitobah (setiap dua minggu sekali).
4. Program halaqah mentoring
5. Pidato/drama bahasa Arab (sebulan sekali)
6. Menulis di mading dan buletin SANTRI dan BULETIN ALKHOIROT
7. Menulis setiap minggu di blog masing-masing (saat ini khusus untuk siswa madin kelas Ulya I, II dan Ma’had Aly).


VIII. EKSTRA KURIKULER SEKOLAH FORMAL

1. Karate
2. Olahraga meliputi futsal, volley ball, tenis meja, badminton.
3. Pramuka.
4. OSIS
5. Menulis di mading sekolah dan buletin SISWA.

CATATAN:

Seluruh kegiatan di atas harus diikuti oleh seluruh siswa dan santri. Di PPA santri harus menjadi siswa, dan siswa harus menjadi santri. Artinya, siswa sekolah formal tidak boleh hanya sekolah formal. Dia harus sekaligus jadi santri dan mengikuti seluruh program pesantren termasuk madin, pengajian pengasuh dll.


IX. BIAYA PENDAFTARAN

Pondok Pesantren Al-Khoirot Putra dan Putri dikenal di Malang Raya sebagai pesantren yang berkualitas tinggi tapi dengan biaya sangat terjangkau untuk semua kalangan. Hanya dengan Rp. 890.000 (delapan ratus sembilan puluh ribu rupiah) Anda dapat masuk ke Ponpes Al-Khoirot. Biaya tersebut sudah termasuk seragama sekolah dan uang makan dan SPP bulan pertama. Lihat detailnya di sini.

Keterangan gambar: Perkemahan siswa MTS Al-Khoirot Malang saat mengikuti Jambore Pramuka di kecamatan Pagelaran pada 27 – 28 September 2011 dan berhasil merebut Juara Umum III.


JADWAL KEGIATAN HARIAN

Secara umum jadwal kegiatan antara pesantren putra dan pesantren putri hampir sama. Dengan sedikit tambahan kegiatan yang ada di pesantren putri pada hari-hari aktif (Sabtu s.d Kamis). Serta tambahan kegiatan ekstra di pesantren putra pada hari libur yaitu hari Jum’at. Lebih detailnya sebagai berikut:

JADWAL  KEGIATAN HARIAN SANTRI PUTRA PPA

No

Waktu

Nama Kegiatan

Pembimbing

Keterangan

1

04.00-05.00

Shalat Subuh

Imam Shalat

Berjamaah

2

05.00-06.00

Pengajian Kitab

Pengasuh/Ustadz

Semua santri

3

06.00-06.30

Bahasa Arab

Ustadz

Program lughah

4

07.00-12.00

Sekolah Formal

Guru

Semua siswa

5

12.00-12.30

Shalat Dzuhur

Imam shalat

Berjamaah

6

12.30-15.00

Istirahat

-

-

7

15.00-15.30

Shalat Ashar

Imam shalat

Berjamaah

8

16.00-17.00

Materi tambahan

Semua santri

Semua santri

9

17.30-18.00

Shalat maghrib

Imam shalat

Berjamaah

10

18.00-19.00

Belajar Quran tartil

Muallim

Semua santri

11

19.00-19.30

Shalat Isya’

Imam Shalat

Berjamaah

12

19.30-21.00

Madrasah Diniyah

Ustadz

Semua santri

13

21.00-22.00

Ma’had Aly

Pengasuh

Semua Ustadz

14

22.00-04.00

Istirahat

-

-

 

PENGECUALIAN DARI JADWAL DI ATAS DAN INFO TAMBAHAN:

  1. Santri yang tidak sekolah formal, karena sudah lulus SLTA atau usia sudah lewat masa SLTA, maka mengikuti program jam belajar dan musyawarah pagi jam 08.00 – 09.00.
  2. Santri peserta program Tahfidz Al-Quran melakukan murajaah dan takrir pada jam 16.00-17.00. Jadi, tidak mengikuti jadwal materi tambahan.
  3. Yang dimaksud “materi tambahan” adalah pelatihan baca kitab kuning dan mentoring atau bimbingan akhlak keislaman dan kesantrian.
  4. Shalat Dhuha diadakan pada saat istirahat sekolah formal yaitu pada jam 09.30-10.00 dan diikuti oleh semua siswa.

JADWAL KEGIATAN HARIAN SANTRI PUTRI PPA

No

Waktu

Nama Kegiatan

Pembimbing

Keterangan

1

03.00-04.00

Shalat Tahajud

Ustadzah

Semua santri

2

04.00-05.00

Shalat Subuh

Imam Shalat

Berjamaah

3

05.00-06.00

Pengajian Kitab

Pengasuh/Ustadz

Semua santri

4

06.00-06.30

Shalat Dhuha

Ustadzah

Semua santri

5

07.00-12.00

Sekolah formal

Guru

Semua siswa

6

13.15-15.00

Madrasah Diniyah

Ustadzah

Semua santri

7

15.00-15.30

Shalat Ashar

Imam

Berjamaah

8

16.00-17.00

Belajar bersama

Ustadzah

Semua santri

9

17.30-18.00

Shalat maghrib

Imam shalat

Berjamaah

10

18.00-19.00

Belajar Quran tartil

Muallim

Semua santri

11

19.00-19.30

Shalat Isya’

Imam Shalat

Berjamaah

12

20.00-21.00

Pengajian Kitab

Pengasuh Putri

Semua santri

13

21-03.00

Istirahat

-

Semua santri

]]>
http://www.alkhoirot.com/sistem-pendidikan/feed/ 106
Pesantren Mapping in Indonesia http://www.alkhoirot.com/pesantren-mapping/ http://www.alkhoirot.com/pesantren-mapping/#comments Wed, 08 Jan 2014 18:15:29 +0000 http://www.alkhoirot.com/?p=112 Pesantren Mapping in Indonesia
A Brief Mapping of Islamic Education in Indonesia

Jamhari and Jajat Burhanudin
PPIM UIN Jakarta

The recent development of Indonesian Islam indicates that Islamic educational institutions survive amidst changes within Muslim communities. Pesantren, the oldest Islamic educational institution, is evidence of this. Pesantren, madrasah, and Islamic schools continue to grow and parental interest in sending their children to Islamic education institution is even stronger today than in the past.

Data from the Department of Religious Affairs shows a steady increase in the number of pesantren and students enrolled in them. In 1977, there were 4,195 pesantren with 677,384 students. This number skyrocketed in 1981 with pesantren numbering 5,661 with a total of 938,397 students. In 1985, this number increased to 6,239 pesantren with 1,084,801 students. In 1997, the Department reported 9,388 pesantren a total of 1,770,768 students. And finally, 2003-04, the number of pesantren reached 14,647. A similar trend is also evident with madrasah.

Madrasah, managed by the Department of Religious Affairs, also experienced rapid quality and quantity development. Development trends are also evident in Islamic schools. For example, Al-Azhar School in Jakarta, Insan Cendikia and Madania in West Java, and Mutahhari in Bandung have grown significantly in urban regions of the country. Similar developments are also found in Yogyakarta, Surabaya, and Makassar.

These data raise some important questions concerning the development and survival of Islamic educational institutions, as well as their changing roles amid transitions taking place in the Muslim community. Islamic educational institutions face complex challenges. They not only strive to educate Muslims in religious knowledge, but are also expected to participate in creating a new socio-cultural and political system of Indonesia. Based on the characteristics of Islamic educational institutions, there are at least four types of Islamic educational institutions: (1) NU-based Islamic boarding schools, (2) modern Islamic boarding schools whose orientation are Islamic reformism, (3) independent pesantrens, and (4) Islamic schools.

NU-based Pesantren
Strong waves of Islamic education reform, which occurred along with Islamic reformism, touched pesantren. While maintaining the traditional aspects of the education system, a number of pesantren in Java have, at the same time, begun to adopt the madrasah system. The experience of Pesantren Tebuireng Jombang East Java is important to note. Founded by a charismatic and outstanding ulama of the 20th century, Kyai Hasyim Asy’ari (1871–1947), Pesantren Tebuireng set the model for pesantren and ulama, especially in Java. Almost all of the important pesantren in Java have been founded by disciples of Kyai Hasim Asy’ari, therefore following the Tebuireng model. Together with the NU, which he founded in 1926, Kyai Hasyim had a central and strategic position in the legacies of ulama in Java. As such, he is known as the Hadratus Syaikh (Big Master) for ulama in Java.

Attempts to reform the educational system of pesantren began during the 1930s. The NU-based pesantren adopted the madrasah system by opening a six-grade system consisting of a preparatory grade for one year followed by a madrasah grade for six additional years. Furthermore the pesantren also included non-Islamic sciences in its curriculum such as Dutch language, history, geography, and math. This process continued as the pesantren was managed by his son Kyai Abdul Wahid Hasyim (1914– 53), whose concerns were to bring the legacies of pesantren into modernity. During the 1950s, he made madrasah system the main model of education in Tebuireng.

Tebuireng was not the only pesantren to make changes to its system. Pesantren Krapyak of Yogyakarta also became part of the reformist movement in the early 20th century. Kyai Ali Maksum (1915–89), the founder and the pesantren leader of Krapyak was recognized as a figure with a “modernist spirit.” Like Kyai Wahid Hasyim of Tebuireng, he also combined the madrasah into pesantren systems. In addition, Pesantren Tambak Beras and Pesantren Rejoso, both in Jombang, also adopted reformist agenda by implementing the madrasah system by introducing non-Islamic knowledge into their curriculum.

It can be concluded that, along with socio-religious changes following modernization and Islamic reformism, the transformation of Islamic education became a part of general discourse within Indonesian Islam at the beginning of the 20th century. The pesantren ulama, strictly holding the traditional legacies of Islam, gradually transformed the educational sytem by adopting the modern system of madrasahs. In addition, the main orientation of pesantren also changed form a focus on producing ulama. Instead, like other modern Muslim groups, the learning system of Pesantren Tebuireng is directed toward a larger agenda, “to educate students to be able to develop themselves to be ‘intellectual ulama’ (ulama mastering secular knowledge) and ‘ulama intellectual’ (scholars mastering secular as well as religious knowledge.”

This type of pesantren, culturally based on the NU tradition, has been growing steadily and can be found in almost every city in Java. In West Sumatra, this type of pesantren is affiliated with Perti (Persatuan Tarbiyah Islamiyah), a kaum tua-affiliated organization like the NU in Java. In Lombok, West Nusa Tenggara, the position of NU is assumed by the local Nahdhatul Watan (NW). Like NU and Perti, NW has become the cultural bases for traditional Islamic education institutions in Lombok as well as religious bases in the region. Similarly, As’adiyah in South Sulawesi has also played an important role like that of NU in Java, NW in NTB, and Perti in West Sumatra.

Modern Pesantren
In the history of Islamic education in Indonesia, this type of pesantren is said to be the first institution to create the principles for reforming Islamic education within the pesantren system. Pesantren Darussalam Gontor Ponorogo, founded on September 20, 1926 by three brothers (KH. Ahmad Sahal, KH. Zainuddin Fannani, and KH. Imam Zarkasyi) was the first modern pesantren designed to provide education able to respond to challenges faced by the Muslim community amidst changes in the socio-cultural life in Indonesia in the modern-day period.

Pesantren Gontor was founded during a period of important development for Indonesian Muslims. Forced by modernization by the Dutch colonial government (also known as “ethical politics”) and affected by changes in international networks centering Islamic reformism in Cairo, Egypt, Islamic education in Indonesia underwent fundamental changes. These changes were evident in the emergence of new Islamic educational institutions, especially those established by the first modern Muslim organization, Muhammadiyah, that adopted a modern system aimed at reforming the traditional educational system. As such, Islamic educational institutions became important parts of the Islamic reformism movement since the early 20th century.

In addition to introducing a new system and learning method—grade system, textbook, and non-religious subjects in the curriculum—pesantren also functioned as the medium to disseminate the ideas of Islamic reformism. It became the basis of creating new Muslims familiar with the spirit of modernism and progress, which had become a dominant discourse in Indonesia. Here the socio and religious dimension of madrasah can be clearly identified. Different from the type of pesantren that only provided classical religious learning and a kyai-centric system, madrasah provided a new religious perspective to respond to modernity. Unlike pesantren which functioned as the fabric of the ulama, madrasah were designed to create the so-called “learning Muslims.”

It is by this design that the foundation of Pesantren Gontor can be explained. It aimed to create new Muslims who could master either religious or secular knowledge as well as various life skills needed by the changing community. Since its inception, Gontor identified itself as a modern educational institution in contrast to a traditional pesantren which had been plagued with stagnancy and ineffective educational management. Imam Zarkasyi, one of Gontor’s founding fathers, saw that modern pesantren should apply freedom of thought, effective and efficient management, and adopt modern idea of progress (kemajuan) as well as modern devices. Like most Muslim reformers, he emphasized the need for madhab flexibility, which without would sometimes lead to stagnancy.

One aspect of this modernization can be seen in the system of Kulliyat al-Muallimin al-Islamiyah (KMI), a secondary grade system consisting of a six-year duration (equivalent to secondary and high schools). This KMI system is a combination of madrasah and pesantren systems. This combination is a result of Zarkasyi’s experiences in Pesantren Manbaul Ulum Solo, Sumatera Thawalib Padang Panjang, and Normal Islam School (also called KMI) and as founder and director of Kweekschool Muhammadiyah in Padang Sidempuan. In the classroom, students study and learn just like students of madrasah and other public schools do. However, outside of the classroom, students engage in various activities such as organization training, life skills, arts, sports, and scouting.

This concept of modern pesantren became the blueprint as a number of his students spread across the country established similar pesantren, usually called “the Alumni’s Pesantren” (meaning Gontor Alumni), named after the second generation who influenced the pesantren model in the next wave of development. From 1970–80, a number of Gontor alumni founded pesantren within their home regions. For example, Pesantren Daar El-Qalam Gintung Balaraja in Banten, Pesantren Al-Amin Prenduan Sumenep in Madura, and Pesantren Pabelan in Central Java, among many others.

Independent Pesantren
A new trend has recently emerged in Indonesia in the context of the development of pesantren and, to some extent, madrasah. This new trend is the presence of pesantren and madrasah that are independent in the sense that they have no affiliation with any Muslim mass organization. Instead, they are based largely on Salafi ideological beliefs.

It is difficult to know precisely when this new trend emerged. Even so, it is believed that the presence of independent pesantren and schools are closely related to the rise of Salafism in Indonesia in the 1980s. During this period, the advent and influence of Salafism can be identified with the emergence of so-called usroh groups. From a religious doctrine perspective, these groups follow the earlier Salafi figures such as Ahmad ibn Hambal and Ibn Taymiyah whose ideas were absorbed and developed by later figures such as Hasan al-Banna and Sayyid Qutb through Ikhwan al-Muslimin in Egypt and Abu al-A’la al-Mawdudi through Jema’at Islami in the India sub-continent. The doctrines of Salafism as developed by these figures have become the main reference for these groups.

To give an example, Pesantren Hidayatullah is based on contextualization of Salafi religious beliefs. This fact (to be demonstrated in the following section of statistical analysis) can be seen in the teachings developed by Ustadz Abdullah Said who created the idea of Muslim community (jemaah Islamiyah) (community who implements Islamic values in a comprehensive manner). Jemaah, in the context of the Islamic movement is frequently paralleled with hizb (party) and harakah (movement), although the concept of jemaah is used more widely than the other two. It is very frequently understood as a Muslim community more superior than others and as one claiming that the only solution they have is the correct one.

Another important characteristic of this group is the model of literal interpretation toward religious texts. As a result, they have a distinct physical appearance. For instance, males wear ghamis (an Arab garment for men) and have long beards, while females wear jilbab and veil, covering all parts of their bodies except for the eyes and hands. According to Islamic teaching, females are not allowed to show their bodies except to their husbands.

In Indonesia these groups have interestingly emerged in prominent public universities such Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Gadjah Mada (UGM), and Institut Teknologi Bandung (ITB). However, in Islamic universities such as State Islamic Institutes/Universities (UIN/IAIN), they are hardly found. After the fall of Suharto, groups calling themselves Lembaga Dakwah Kampus (LDK) began to emerge in predominantly Muslim universities. Their movement has become an important social and religious movement in Indonesia. At the political level, these groups gave support for the Partai Keadilan Sejahtera (Welfare Justice Party, PKS), one of the leading Muslim-based parties in Indonesia.

Islamic Schools
In essence, the system and organization of Islamic schools is similar to public schools (although most of them necessitate being a Muslim as a requirement from students) with an emphasis on Islamic moral conduct. As such, these schools can be categorized as “public school plus.” This means that religious courses on Islamic history, Islamic jurisprudence, or Islamic theology are not the main subjects of the curriculum like that of pesantren and of most madrasah. Instead, there is an emphasis on how religion can inspire good moral conduct in the daily lives of the students.

Islamic schools were created to cater to the Muslim middle class in urban areas. These schools are equipped with good facilities such as air-conditioned classrooms, libraries, labs, and computer facilities. As a modern institution, these schools are administered by professionals in management as well as curriculum development. Teachers, staff, and managers are recruited in a competitive and professional manner by considering their skills and competency levels.

Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al-Azhar, founded on April 7, 1952, is one of the best examples of Islamic schools. As of 2004, Al-Azhar has managed as many as 78 schools from kindergarten to high school, spread over several provinces including Jakarta, Banten, West Java, and East Java. In 2002, YPI founded a university named Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI).

In addition to Al-Azhar, other independent schools oriented toward science and technology include SMU Insan Cendikia in Banten and Gorontalo in Sulawesi. These schools were founded in 1996 by a number of scientists mostly affiliated with the Commission for Research, Development and Application of Technology (BPPT) under the Ministry of Research and Technology through the Science and Technology Equity Program (STEP) for schools within pesantren.

During its development, Islamic schools have grown not only in Jakarta but also in other large cities throughout Indonesia. For example, in West Sumatra there exists Kompleks Perguruan Serambi Mekkah in Padang Panjang which is supported by members of PKS party. This “PKS’s model of Islamic schools develop its own characteristic by giving more emphasis on Science and Technology. In terms of religious orientation, it seems that PKS’s model of Islamic schools follows “moderate salafism.” Although PKS is closer to Salafism, it differs with radical salafism like FPI (Islamic Defense Front).[]

]]>
http://www.alkhoirot.com/pesantren-mapping/feed/ 2