Pesantren Putri Al-Khoirot

pesantren putri al-khoirot

Pondok Pesantren Putri Al-Khoirot adalah sebuah pondok pesantren wanita dengan sistem salaf dan modern di Malang Jawa Timur. Pesantren khusus perempuan ini tidak hanya dikenal di Malang tapi juga populer secara nasional dan internasional selain karena berkualitas baik juga berbiaya murah sehingga semua calon santri dapat mendaftar ke ponpes putri ini tanpa harus memikirkan berapa biaya masuk dan biaya perbulannya karena memang relatif sangat terjangkau semua kalangan. Dengan biaya hanya sekitar Rp. 1.000.000 (sejuta ribu rupiah), putri anda sudah bisa menjadi santri dan siswi pesantren putri Al-Khoirot. Biaya ini sudah termasuk biaya seluruh program yang ada di dalam pesantren seperti madrasah diniyah (madin), membaca Al-Quran Tartil, Tahfidz Al-Quran, pengajian kitab kuning, dan sekolah formal MTS (Madrasah Tsanawiyah) atau MA (Madrasah Aliyah), Bahasa Arab Klasik, dan bahasa Arab Modern.

DAFTAR ISI

  1. Profil Singkat
  2. Biaya Pendaftaran
    1. Biaya MA /SLTA
    2. Biaya MTs / SLTP
    3. Biaya Santri Dewasa
  3. Program Pesantren Putri
  4. Ekstra Kurikuler
  5. Rincian Program Pesantren Putri
  6. Sejarah Perkembangan Dan Dinamika
    1. 1964 – 1970 Sistem Salaf Murni Non Klasikal
    2. 1970 Sistem Klasikal Madrasah Diniyah Annasyiatul Jadidah Putri
    3. 2008 Penerbitan Buletin El-Ukhuwah
    4. 2010 Pendidikan Formal MTS MA
    5. Tahun 2012 Berdirinya Tahfidz Al-Quran
    6. Tahun 2013 Bahasa Arab Modern
  7. Sistem Salaf Tetap Dipertahankan
  8. Aturan Dan Tata Tertib Pesantren Putri

Di samping itu, santriwati juga dilatih untuk hidup sederhana dalam kehidupan sehari-hari dengan, antara lain, santri dilarang merayakan ulang tahun, dilarang memiliki baju lebih dari 4 setel, dan santri harus memakai baju seragam santri dalam segala kegiatan dan ketika dalam perjalanan pulang ke rumah dengan tujuan agar tidak ada gap sosial antara si kaya dan si miskin.


PROFIL SINGKAT
Wisudawati Santri Pesantren Putri Al-Khoirot
Ket. gambar: Wisuda Santri Putri Ulya 2 Madrasah Diniyah 2016

Ponpes Putri Al-Khoirot pertama kali didirikan setahun setelah Pondok Pesantren Putra Al-Khoirot didirikan. Tepatnya, pada tahun 1964. Pendirinya adalah Ny. Hj. Masluhah Muzakki yang tak lain adalah istri satu-satunya dari KH. Syuhud Zayyadi, pendiri Pondok Pesantren Al-Khoirot putra.

Pendirian Pesantren Putri ini sebenarnya tanpa ada rencana sebelumnya. Salah seorang gadis muda bernama Sofiah asal desa Brongkal, Gondanglegi (sekarang Pegelaran) tertarik ingin belajar membaca Al-Quran pada Ny. Hj. Masluhah Muzakki. Kebetulan saudara lelaki Sofiyah yang bernama Kurdi sudah belajar di pesantren putra. Ny. Hj. Masluha tidak menolak keinginan itu. Dan sejak saat itulah, berdirilah pesantren putri Al-Khoirot dan Sofia sebagai santri pertamanya.

Sebagaimana pesantren putra, pesantren putri Al-Khoirot saat itu menganut sistem salaf murni. Di mana materi belajar mengajarnya mayoritas berbasis ilmu agama saja. Adapun metode pengajarannya adalah sistem tradisional seperti sorogan, wetonan, bandongan. Beberapa tahun kemudian, pendidikan agama di pondok putri ditambah dengan sistem modern klasikal yaitu madrasah diniyah dengan masa belajar  6 (enam) tahun.

Sejak tahun 2010, Pesantren Putri Al-Khoirot mulai memperkenalkan sistem pendidikan formal yaitu Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA).

Pada tahun 2016, Pesantren Putri memperkenalkan program pesantren kilat sepanjang tahun baik selama bulan Ramadhan maupun di luar bulan Ramadhan. Program ini berlaku untuk santri muda maupun santri dewasa. Sejak pertama kali diperkenalkan, program ini langsung mendapat sambutan hangat dari para calon santri baik yang berusia muda maupun tua. Dari dalam negeri maupun luar negeri. Ny. Khadijah, seorang perempuan warga negara Singapore, menjadi santri kilat pertama dari luar negeri. Walaupun sudah berusia 56 tahun ia tetap semangat mengikuti program pesantren kilat putri Al-Khoirot.
Wisuda Lulusan MTS dan MA Putri Al-Khoirot 2016
Ket. gambar atas: Wisuda Lulusan MTS dan MA Putri Al-Khoirot 2016

PROGRAM PESANTREN PUTRI

Berikut program utama pesantren baik yang wajib diikuti maupun yang bersifat opsional.

Program yang Wajib Diikuti

1. Madrasah Diniyah program Ibtidaiyah (I’dad sampai Wustho 2) dan Tsanawiyah (Ulya 1 dan Ulya 2)
2. Pendidikan formal Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) bagi yang berusia di bawah 19 tahun.
2. Pengajian kitab pengasuh putra
3. Pengajian kitab pengasuh putri
4. Al-Quran Tartil

Program Opsional

Program opsional adalah program yang bersifat pilihan yakni boleh diikuti atau tidak.

1. Tahfidz Al-Quran
2. Bahasa Arab Modern


EKSTRA KURIKULER

Ekstra kurikuler pondok putri ini meliputi ekskul pesantren, madrasah diniyah dan sekolah formal sebagai berikut:

1. Tata Busana meliputi keterampilan menjahit, bordir, merajut (Jawa:bentel).
2. Tata Boga meliputi masak memasak kuliner dan seni membuat berbagai macam kue termasuk jelly art.
3. Jurnalistik yakni kegiatan tulis menulis di buletin santri putri “El-Ukhuwah” yang terbit setiap bulan.
4. Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) adalah kegiatan organisasi sekolah formal baik MTS maupun MA.
5. Seni Diba’ setiap malam Jum’at
6. Olahraga

DAFTAR DAN BIAYA PESANTREN PUTRI

Cara daftar di Al-Khoirot sangat mudah, yaitu: datang, daftar, diterima. Karena, kami sebagai pesantren salaf tidak mengenal sistem seleksi. Jadi, semua calon santri yang datang dan mendaftar akan langsung diterima. Namun demikian, kami memberlakukan sistem dan aturan yang ketat. Siapa pun santri yang tidak komitmen pada aturan pesantren akan dikenai sanksi mulai dari ringan sampai yang berat yakni dipulangkan.

Adapun rincian biaya untuk pesantren putri adalah sbb:

I. MA PUTRI AL-KHOIROT

A BIAYA PENDAFTARAN FORMAL
1 Uang Pendaftaran : 0 (GRATIS)
2 Uang Gedung : 0 (GRATIS)
3 Iuran OSIS : 0 (GRATIS)
4 Ekstrakulikuler 0 (GRATIS)
5 Pembelian LKS 1 Semester 120,000
6 SPP Bulan Juli 2016 +Tabungan wajib : 55,000
7 Map Raport : 50,000
8 Pembuatan Kartu Pelajar : 10,000
9 Uang loker selama menjadi siswi MA al-khoirot : 30,000
10 Administrasi : 20,000
JUMLAH BIAYA : 285,000
B BIAYA PESANTREN
1 Uang Pendaftaran Pondok : 50,000
2 Buku Tata tertib : 10,000
3 Buku Do’a dan Tartil (Buku Pegangan Wajib) : 5,000
4 Buku Shalawat : 20,000
5 Kamus Bahasa Arab : 35,000
6 Kitab Kitab Pokok (Sullam, Ta’lim, Bidayah) : 30,000
7 Burdah : 15,000
8 Air + Listrik bulan pertama : 20,000
9 Sumbangan tanah waqaf : 300,000
JUMLAH BIAYA : 485,000
C BIAYA SEKOLAH DINIYAH
1 Uang Pendaftaran Sekolah Diniyah : 20,000
2 Seragam Gamis + Kerudung Almamater : 135,000
3 Infaq bulan pertama : 10,000
JUMLAH BIAYA : 165,000
D KESELURUHAN BIAYA PENDAFTARAN
1 Biaya Pendaftaran MA : 285,000
2 Biaya Pendaftaran Pesantren : 485,000
3 Biaya Pendaftaran Diniyah : 165,000
JUMLAH BIAYA PENDAFTARAN : 935,000
F INFORMASI BIAYA RUTIN BULANAN
1 Pesantren (Listrik, Sarana Prasarana, Pembangunan) : 35,000
2 Infaq Madrasah Diniyah : 10,000
3 Infaq Madrasah Aliyah : 55,000
JUMLAH BIAYA/BULAN : 100,000
E INFORMASI BIAYA TAMBAHAN
1 Seragam putih abu-abu 1 stel : 150,000
2 Seragam Pramuka 1 Stel : 150,000
3 seragam batik kerudung : 75,000
4 kostum olahraga : 100,000
5 Kos 1 bulan ( Dapur / Kantin ) : 150.000 / 180.000
Total biaya pendaftaran MA ditambah seragam dll 1,590,000
Mengetahui, Pagelaran, 21 Juli 2016
Kepala Madrasah Ketua Panitia,
KH. HUMAIDI SYUHUD, S.HI Moch. Husin


II. BIAYA MTS PUTRI AL-KHOIROT 2016-2017

A BIAYA PENDAFTARAN FORMAL
1 Uang Pendaftaran : 0 (GRATIS)
2 Uang Gedung : 0 (GRATIS)
3 Iuran OSIS : 0 (GRATIS)
4 Infaq bulan pertama : 30,000
5 Pembelian LKS 1 semester : 90,000
6 Ekstrakulikuler : 15,000
7 Map Raport : 40,000
8 Pembuatan Kartu Pelajar : 10,000
9 Uang Loker selama menjadi siswi Mts 30,000
10 Administrasi : 40,000
JUMLAH BIAYA : 255,000
B BIAYA PESANTREN
1 Uang Pendaftaran Pondok : 50,000
2 Buku Tata tertib + Buku Idzin Bepergian : 10,000
3 Buku Do’a dan Tartil (Buku Pegangan Wajib) : 5,000
4 Buku Shalawat : 20,000
5 Kamus Bahasa Arab : 35,000
6 Kitab Kitab Pokok (Sullam, Ta’lim, Bidayah) : 30,000
7 Burda’ : 15,000
8 Air + Listrik bulan pertama : 20,000
9 Sumbangan tanah waqaf : 300,000
JUMLAH BIAYA : 485,000
C BIAYA SEKOLAH DINIYAH
1 Uang Pendaftaran Sekolah Diniyah : 20,000
2 Seragam Gamis + Krudung Almamater : 135,000
3 Infaq bulan pertama : 10,000
JUMLAH BIAYA : 165,000
D KESELURUHAN BIAYA PENDAFTARAN
1 Biaya Pendaftaran MTs. : 255,000
2 Biaya Pendaftaran Pesantren : 485,000
3 Biaya Pendaftaran Diniyah : 165,000
JUMLAH BIAYA PENDAFTARAN : 905,000
E INFORMASI BIAYA RUTIN BULANAN
1 Pesantren (Listrik, Sarana Prasarana, Pembangunan) : 35,000
2 Infaq Madrasah Diniyah : 10,000
3 Infaq Madrasah Tsanawiyah : 30,000
JUMLAH BIAYA/BULAN : 75,000
F INFORMASI BIAYA TAMBAHAN
1 Seragam putih Biru 1 stel 150,000
2 Seragam Pramuka 1 stel 150,000
3 seragam batik kerudung 75,000
4 kostum olahraga 100,000
5 Kos 1 bulan ( Dapur / Kantin )   ( 150.000 / 180.000 )
Total Pendaftaran jika ditambah seragam dll 1,560,000
Mengetahui, Pagelaran, 21 Juli 2016
Kepala Madrasah Ketua Panitia,
SAYED. UBAIDILLAH SYAMSUL ARIFIN


III. BIAYA SANTRI DEWASA PUTRI (TIDAK IKUT FORMAL)

BIAYA PESANTREN
1 Uang Pendaftaran Pondok : 50,000
2 Buku Tata tertib : 10,000
3 Buku Do’a dan Tartil (Buku Pegangan Wajib) : 5,000
4 Buku Shalawat : 20,000
5 Kamus Bahasa Arab : 35,000
6 Kitab Kitab Pokok (Sullam, Ta’lim, Bidayah) : 30,000
7 Burdah : 15,000
8 Air + Listrik bulan pertama : 20,000
9 Sumbangan waqaf : 300,000
JUMLAH BIAYA : 485,000
BIAYA SEKOLAH DINIYAH
1 Uang Pendaftaran Sekolah Diniyah : 20,000
2 Seragam Gamis + Kerudung Almamater : 135,000
3 Infaq bulan pertama : 10,000
JUMLAH BIAYA : 165,000
KESELURUHAN BIAYA PENDAFTARAN
1 Biaya Pendaftaran Pesantren : 485,000
2 Biaya Pendaftaran Diniyah : 165,000
JUMLAH BIAYA PENDAFTARAN : 650,000
INFORMASI BIAYA RUTIN BULANAN
1 Pesantren (Listrik, Sarana Prasarana, Pembangunan) : 35,000
2 Infaq Madrasah Diniyah : 10,000
3 Biaya makan : 150.000
JUMLAH BIAYA/BULAN : 195,000


RINCIAN PROGRAM PESANTREN

Wisuda Al-Khoirot Putri 2016
Sebagian besar program pesantren putri sama dengan dengan pesantren putra namun tentu saja dilakukan secara terpisah, yang detailnya dapat diketahui pada tautan di bawah ini:

  1. Biaya dan Syarat Pendaftaran
  2. Madrasah Tsanawiyah
  3. Madrasah Aliyah
  4. Madrasah Diniyah
  5. Al-Qur’an Tartil
  6. Tahfidz Al-Quran
  7. Bahasa Arab Modern
  8. Bahasa Arab Klasik
  9. Santri Dewasa
  10. Pesantren Kilat
  11. 10 Kelebihan Pesantren Putri
  12. Akidah dan Sistem Pendidikan


SEJARAH PERKEMBANGAN DAN DINAMIKA

PPA Putri telah melewati sejumlah dinamika sejak awal berdirinya yang secara singkat dapat digambarkan sebagai berikut:


1964 – 1970 Sistem Pendidikan Sistem Salaf Non Klasikal

Selama kurang lebih 10 tahun sejak awal berdirinya, Pesantren Putri Al-Khoirot masih menganut sistem pengajaran non-klasikal. Itu artinya, tidak ada madrasah diniyah. Yang ada adalah sistem pendidikan agama dengan sistem bandongan / wetonan atau sorogan.

Sistem Wetonan atau Sorogan adalah sistem pengajaran di mana pengajar membaca kitab bahasa Arab (kitab kuning) beserta maknanya dalam bahasa daerah dan Indonesia sedangkan santri menyimak dan mencatat makna yang diberikan apabila belum tahun.

pesantren putri al-khoirot malangSistem Sorogan adalah kebalikan dari sistem wetonan yaitu sistem pengajaran di mana santri membaca kitab berbahasa Arab baik dengan maknanya atau bahasa Arabnya saja. Pengajar lalu menerangkan maksud dari isi kitab kepada para santri.

Selain belajar ilmu agama Islam dari sumber literatur berbahasa Arab yang dikenal dengan kitab kuning, para santri juga belajar membaca kitab suci Al-Quran secara tartil atau secara benar menurut tajwid baik dari segi makharijul huruf maupun panjang pendeknya.

Kitab kuning yang dipelajari pada saat ini (1964 – 1970) adalah kitab agama dasar yaitu Sullamut Taufiq, Safinatun Naja untuk bidang fiqih. Matan Jurmiyah dan Kailani untuk grammatika Bahasa Arab. Aqidatul Awam untuk bidang Aqidah Tauhid.

Kitab Gundul dan Makna Gandul

Sebagaimana umumnya pesantren salaf, kitab kuning yang dipelajari di pesantren putri Al-Khoirot adalah berbahasa Arab dan tidak berharkat yang umum disebut dengan kitab gundul. Kalau membaca tulisan Arab saja susah, maka membaca kitab gundul akan lebih susah lagi. Namun, inilah salah satu ciri khas santri pesantren salaf: mereka umumya lebih mampu membaca kitab kuning dibanding rekan-rekannya yang berasal dari pondok modern.

Dalam memberi makna kitab gundul inni, pengajar menggunakan dua tahap. Tahap pertama, memberi makna gandul. Umumnya makna gandul ini menggunakan bahasa Jawa atau Madura. Tahap kedua, diterangkan dalam bahasa Indonesia maksud dan penjelasannya.

Apa itu makna gandul? Makna gandul adalah pemberian arti pada setiap kosakata kitab kuning dengan meletakkan maknanya setiap kata persis di bawah kosakata Arabnya dan posisinya menggantung ke bawah sehingga disebut dengan makna gandul berasal dari bahasa Jawa yang artinya menggantung. Di samping itu, dalam makna gandul diterangkan secara jelas status i’rab dari setiap kata apakah ia menjadi subyek (fa’il, mubtadak), predikat (fi’il, khobar), dan lain-lain.

Lihat contoh makna gandul di gambar bawah:makna gandul kitab kuning

1970 Sistem Klasikal Madrasah Diniyah Annasyiatul Jadidah Putri

Pada tahun 1974 dimulailah sistem pendidikan sistem klasikal yang umum disebut Madrasah Diniyah Ibdidaiyah dengan nama Madrasaah Ibdidaiyah Annasyiatul Jadidah Putri. Pendidikan sistem kelas ini diperlukan seiring semakin meningkatnya jumlah santri dengan kemampuan dasar yang berbeda sehingga diperlukan sekolah agar supaya proses belajar mengajar menjadi lebih efisien dan tepat sasaran.

madrasah diniyah putri al-khoirotBerbeda dengan sistem wetonan dan sorogan yang dibimbing langsung oleh pengasuh putri, sistem kelas ini dibimbing oleh para ustadzah. Materi pendidikan pun berjenjang sesuai kelasnya masing-masing.  Madrasah Diniyah (madin) putri ini memiliki enam jenjang yaitu kelas 1 sampai kelas 6.

Mayoritas materi madrasah diniyah putri adalah ilmu agama. Namun demikian, ada juga ilmu umum dasar seperti matematika dan bahasa Indonesia.

Walaupun sudah menggunakan sistem sekolah dalam proses transmisi keilmuan, namaun sistem wetonan dan sorogan tetap digunakan dan dibimbing langsung oleh pengasuh putri.

2008 Penerbitan Buletn El-Ukhuwah

Pada tahun 2008 Pesantren Putri menerbitkan buletin bulanan dengan tujuan untuk semakin meningkatkan kemampuan nalar kritis santri dan kemampuan jurnalistiknya. Sehingga ke depannya santri diharapkan akan semakin kompetitif.

Nama buletin adalah El-Ukhuwah yang artinya persaudaraan. Nama ini adalah ide dari Ny. Hj. Juwairiyah Arifin salah satu Dewan Pengasuh Pesantren Putri. Sejak awal penerbitannya sampai sekarang, Buletin El-Ukhuwah selalu konsisten terbit setiap sebulan sekali dan tetap eksis sampai saat ini.

2010 Pendidikan Formal MTS MA

Setahun setelah didirikannya pendidikan formal putra pada tahun 2009, maka pada tahun 2010 dibukalah pendidikan formal untuk santri putri dengan nama MTs Al-Khoirot Putri dan MA Al-Khoirot Putri.

Mengapa tahun berdirinya antara putra dan putri berbeda, tidak bersamaan? Karena gedung madrasah tsanawiyah dan madrasah aliyah putri baru dapat ditempati pada Mei tahun 2009.

Sekolah Formal MTS MA Al-Khoirot PutriSudah menjadi kebijakan pesantren Al-Khoirot bahwa santri putra dan putri harus dipisah secara total tidak hanya guru, siswa dan santri, tapi juga termasuk gedungnya, baik gedung sekolah, gedung asrama, dan gedung kantor tata usaha. Hal ini menjadi prinsip dari pondok pesantren Al-Khoirot sejak ia pertama didirikan oleh Kyai Syuhud Zayyadi pada tahun 1963. Baca: Sejarah Pesantren Al-Khoirot

Pendidikan formal MTS dan MA wajib diikuti oleh seluruh santri putri yang berusia antara 13 sampai 19 tahun. Karena program ini merupakan program unggulan yang bertujuan agar setiap santriwati memiliki keseimbangan antara kualitas keilmuan agama, wawasan keilmuan umum dan memenuhi syarat secara legal formal untuk berkompetisi di luar pesantren. Dan agar santri putri keluaran MA Al-Khoirot dapat melanjutkan ke jenjang perguruan manapun baik negeri maupun swasta sesuai jurusan yang dipilih.

Tahun 2012 Berdirinya Tahfidz Al-Quran

Pada tahun 2012 didirikan program Tahfidz Al-Quran Putri. Program ini dibimbing oleh Ny. Lutfiah Karim yang merupakan salah satu Dewan Pengasuh Pesantren Putri.

Program tahfidz Al-Quran ini bertujuan untuk mencetak santri solehah yang memiliki  peran untuk:

  1. Berkontribusi dalam menjaga kelestarian dan keaslian Al-Quran.
  2. Komitmen pada ajaran Islam semakin kuat.
  3. Belajar Islam dari salah satu sumber utamanya (di samping hadits dan ulama fiqih).

Peserta program tahfidz tetap diwajibkan untuk mengikuti program wajib yang lain seperti Madrasah Diniyah, Quran tartil, pengajian pengasuh dan bahasa Arab. Sedangkan pendidikan formal bersifat opsional bagi santri tahfidz.

Mengapa santri tahfidz masih wajib mengikuti madrasah diniyah?

Pertama, karena pada dasarnya hafal Quran tidak otomatis faham akan makna dan maksud dari Al-Quran. Sedangkan makna dan maksud dari isi kandungan Al-Quran itu dipelajari di madrasah diniyah dan pengajian kitab kuning oleh pengasuh.

Kedua, karena hafal Qur’an tanpa memahami maknanya dan tanpa mempelajari kitab-kitab kuning akan berakibat kurang positif pada santri yang bersangkutan secara mental. Seperti santri merasa sombong karena sudah hafal, padahal wawasan ilmu agamanya nol.

Di samping itu, belajar Al-Quran saja, kendati memahami makanya, belum cukup untuk memahami syariah Islam. Karena mayoritas hukum Islam berasal dari hadits Nabi dan ijtihad ulama yang itu terdapat dalam kitab kuning.

Tahun 2013 Bahasa Arab Modern

Pada tahun 2013, mulai diperkenalkan program bahasa Arab aktif. Program ini bertujuan untuk semakin mengoptimalkan kemampuan santri yang selama ini sudah menguasai grammatika bahasa Arab dan kitab kuning namun kurang menguasai bahasa Arab modern yang bisa digunakan dalam percakapan dan kehidupan sehari-hari.

Program ini dibimbing oleh Ustadzah Yuyun Dahlia Ali  pengajar Bahasa Arab dan Inggris di MTS Al-Khoirot Putri.

Lebih detail baca: Bahasa Arab Modern

Sistem Salaf Tetap Dipertahankan

Kendatipun Pesantren Putri telah mentransformasikan dirinya menjadi pesantren modern, namun sistem salaf tetap dipertahankan secara tegas dan konsisten.  Tekad ini bukan hanya dalam teori, tapi juga diperkuat dalam bentuk kebijakan pendukung sebagai berikut:

  1. Setiap santri putri wajib mengikuti program pengajian kitab kuning oleh pengasuh putra setiap jam 5 s/d 6 pagi. Kitab yang dikaji adalah Tafsir Jalalain, Sahih Bukhari, Al-Umm Syafi’i, Fathul Wahab, Muhadzab, Iqna’. Pengajian ini diikuti melalui pengeras suara.
  2. Setiap santri putri wajib mengikuti pengajian kitab oleh pengasuh putri pada setiap jam 19.30 s/d 20.30 setiap hari kecuali Senin malam dan Kamis malam.
  3. Setiap santri putri wajib mengikuti sekolah madrasah diniyah pada jam 13.00 s/d 15.00 setiap hari kecuali hari Jum’at.
  4. Setiap siswi sekolah formal wajib tinggal di dalam kompleks pesantren, menjadi santri reguler dan mengikuti seluruh kegiatan wajib di atas. Aturan ini tanpa pengecualian termasuk bagi siswi yang lokasinya sangat dekat dengan kompleks pesantren, mereka tetap harus tinggal di dalam pesantren.

Dengan kebijakan di atas, maka santri putri Al-Khoirot dapat mempelajari ilmu agama secara komprehensif.

Biaya dan Proses Pendaftaran

Ada dua tipe santri yang mondok di Pesantren Putri Al-Khoirot. Pertama, santri usia antara 12 sampai 19 tahun saat masuk pondok.  Santri kategori pertama ini wajib mengikuti sekolah formal dan madrasah diniyah. Biaya pendaftaran bagi kategori ini adalah Rp. Rp. 800.000 (delapan ratus ribu) untuk masuk MTS (SLTP), dan Rp. 775.000 (tujuh ratus tujuhpuluh lima ribu) untuk masuk MA (SLTA). Rincian detailnya lihat di sini.

Kedua, santri yang berusia di atas 20 tahun. Santri kategori ini hanya wajib mengikuti madrasah diniyah (madin). Biaya daftar masuk adalah Rp. 415.000 (empat ratus limabelas ribu).

Catatan:

  • Santri kategori pertama wajib mengikuti sekolah formal dan madin.
  • Program opsional seperti Tahfidz Quran dan Tata Busana adalah gratis.


Aturan Dan Tata Tertib Pesantren Putri

Berikut beberapa aturan dasar dari pesantren putri Al-Khoirot:

Kewajiban:

  1. Mengikuti seluruh kegiatan pesantren.
  2. Mengikuti madrasah diniyah
  3. Mengikuti sekolah formal kecuali yang sudah lulus atau tidak memenuhi syarat secara usia atau adminstrasi.
  4. Hidup sederhana.
  5. Berakhlak mulia pada siapapun: tawadhu, kerja keras, empati dan dedikasi.

Larangan

  1. Membawa HP. Untuk menelpon atau menerima telpon dengan orang tua disediakan oleh pesantren.
  2. Membawa Laptop.
  3. Kuliah di luar.
  4. Bertemu laki-laki kecuali yang ada hubungan mahram seperti orang tua, saudara kandung, paman kandung.
  5. Dll.

Comments

  • Ass..anak sy th ini lulus smp mo mondok di alkhairot nanti kl dia masuk di M A kan bnyk peljran agama y blm dikuasai apa nanti tdk keteter d kebingungan gmn solusinya agar dia enjoy d PD belajar di MA.berapa orang u MA isi per kamar fasilitas apa saja y ada di dalamnya..mohon di jwb dg detail yah..mtrnwn wass..

    MustolihOctober 12, 2017
  • apa ada nomer WA yang nantinya bisa kita hubungi? klo boleh minta nomer nya,dan kami mau nanya2 lebih dalam tentang ponpes al khoirot

    adam haidharSeptember 27, 2017
  • assalamualaikum.
    saya usia 27 tahun. masih bisa untuk mondok di pesantren al khoirot?

    miraSeptember 18, 2017
  • kalo baru SMK semester 1 apa mesti mengulang lagi??

    melatiSeptember 9, 2017
  • assalamu’alaikum… saya mau tanya… anak saya baru umur 4th… masuk tk A.. tp saya ingin sekali dia masuk pesantren… pertanyaan saya.. apa bisa di umur 4th msk pesantren Al-khoirot….

    bilqisAugust 14, 2017

Leave a Reply