Allah Lebih Dekat dari Urat Leher

Allah Lebih Dekat dari Urat Leher

Allah Lebih Dekat dari Urat Leher itu apa maksudnya? Apakah artinya Allah berada di tubuh manusia dan itu berarti Allah bertempat dan terbatas dengan dimensi waktu dan lokasi?

KONSULTASI TERKAIT ZAT ALLAH

ustd saya pernah denger ceramah tentang ilmu hakekat di youtube tapi saya takut tersesat dengan mendengar ceramah dan berasumsi yg tidak tidak , seperti penjelasan saya di bawah ini?

ZAT ALLAH ADA DALAM DIRI MANUSIA?

1 ustd pernah ana dengar ceramah2 di youtube tentang zat allah ada dalam diri manusia, sehingga saya brfikir keras apakah yang di maksud ucapan zat allah ada dalam diri manusia, trus ana brfikir sampai di satu titik ana brfikir apa allah bertempat bgitu dalam diri manusia atau zat allah ada dalam diri manusia, apakah hal itu menyebabkan ana kafir ?

ALLAH DALAM DIRI MANUSIA, MAKNA HARFIAH ATAU MAJAZI (KIASAN)?

2 trus prnah ana dengar semua ini tiada lain adalah Allah tidak ada selain Allah , tambah ana berfikir tapi ana tidak berani ucapin ana brfikir kalau semua Allah atau ada zat allah dalam diri manusia , gk mungkin neraka mampu menyiksa manusia karena ada zat Allah dalam diri manusia, karena kalau semua Allah begitu pikiran ana, apakah itu membuat ana kafir setelah beriman karena memikirkan ceramah2 di youtube itu ustd ?

3 ana dengar ceramah kalau mati dia juga yang lahir dia juga karena tidak ada selain dia semua ini , trus ana cerita ke istri ana tentang ceramah itu atau kasi tau ke istri ana kata ceramah itu seperti ini, apakah hal itu membuat ana kafir atau tidak ustd?

HUKUM MENGANGGAP ALLAH DALAM TUBUH MANUSIA

4 sembah zat yg ada dalam diri kita, jadi saya brfikir solat menyembah zat yg ada dalam diri, apakah maksudnya apakah menyembah zat yang ada dalam diri begitu , makanya saya bingung skali, setelah mempelajari serta sempat yakin ada zat allah dalam diri manusia apakah saya jdi kafir dengan menonton atau berfikir kadang zat allah ada dalam diri manusia ? (mungkin maksud yang menceramah itu sangat mendalam jadi bagi orang awam seperti saya ini tidak sampai pikirannya tentang ceramah itu, apakah saya berdosa dengan begitu pak ustd atau kalau salah tangkap bagaimana hukumnya apa terbilang kafir ?)

sungguh ini karena ke kurang tahuan saya tentang agama , kurang pemahaman ana ustd ana takut di cap kafir karena berfikir demikian karena denger ceramah trus brasumsi demikian seperti yang saya paparkan di atas itu..

karena keingin tahuan ana denger2 di youtube tentang ceramah ilmu hakekat itu ?

apakah ana di hukum kafir atau brdosa karena denger ceramah itu dan brasumsi demikian tentang zat allah lantaran ceramah dan ana gk faham pada intinya ?

ana tetap berhusnuzon dengan ulama yang ceramah.

mungkin ulama yg ceramah betul maksudnya cuman standar orang awam seperti ana ini belum sampai dengan apa yang di ceramahin oleh ulama tersebut, dan bagaimna hukumnya dengan ana apakah berdosa atau sampai ke wilayah kafir jatuhnya ustd ?

tanpa ada pikiran atau keinginan murtad ustd cuman karena salah pemahan ana trus sempat berfikir apakah benar seperti yg di ceramahin kadang yakin kadang ragu dengan isi ceramah itu ustd, apakah menyebabkan ana murtad dengan begitu, tetapi kalau iya terjadi murtad, tapi ana kan tetap solat dan dalam solat kan tetap membaca syahadat apakah cukup bertahan keislaman ana dengan tetap solat dan membaca syahadat ? ana takut kalau di cap murtad sampai bisa memisahkan hubungan pernikahan karena ketidak tahuan ana.. apa cukup syahadat dalam solat ana untuk menjaga keislaman ana?
mohon jawabannya pak ustd?

JAWABAN MAKSUD ALLAH LEBIH DEKAT DARI URAT LEHER MANUSIA

1. Ucapan bahwa Allah itu berada di dalam diri manusia itu disebut secara eksplisit dalam
QS Qaf 50:16

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ ۖ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ

Artinya: Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya, (50:16)

ALLAH ITU MAHA DEKAT

Pengertian ayat di atas bersifat majazi dalam arti hendaknya tidak dimaknai secara hakiki. Melainkan diartikan bahwa Allah itu dekat. Sebagaimana disebut dalam QS 2:186 Allah berfirman:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (2:186).

MALAIKAT ALLAH LEBIH DEKAT PADA MANUSIA DARIPADA URAT LEHER

Ada juga cara lain dalam memaknai QS Qaf 50:16 tersebut. Dalam Tafsir Ibnu Kasir dijelaskan:

وقوله : ( ونحن أقرب إليه من حبل الوريد ) يعني : ملائكته تعالى أقرب إلى الإنسان من حبل وريده إليه

Artinya: firman Allah “Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya” maksudnya adalah para malaikat Allah itu lebih dekat pada manusia daripada urat leher.

Jadi, ucapan penceramah di Youtube itu, bahwa Allah itu berada di tubuh manusia, adalah tidak benar. Karena Allah itu tidak bertempat. Menyatakan Allah bertempat itu sama dengan menyamakan Allah dengan makhlukNya dan itu berlawanan dengan firman Allah dalam QS Asy-Syuro 42:11

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Artinya: Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat. (42:11)

MALAIKAT LEBIH DEKAT DARI URAT LEHER DI AYAT LAIN

Penafsiran Ibnu Katsir diperkuat dengan ayat lain yang serupa. Di halaman yang sama Ibnu Katsir menjelaskan:

كما قال في المحتضر : ( ونحن أقرب إليه منكم ولكن لا تبصرون ) [ الواقعة : 85 ] ، يعني ملائكته . وكما قال [ تعالى ] : ( إنا نحن نزلنا الذكر وإنا له لحافظون ) [ الحجر : 9 ] ، فالملائكة نزلت بالذكر – وهو القرآن – بإذن الله عز وجل . وكذلك الملائكة أقرب إلى الإنسان من حبل وريده إليه بإقدار الله لهم على ذلك ، فللملك لمة في الإنسان كما أن للشيطان لمة وكذلك : ” الشيطان يجري من ابن آدم مجرى الدم ” ، كما أخبر بذلك الصادق المصدوق

Adapun pikiran anda bahwa Allah bertempat itu adalah pikiran yang salah. Namun hal itu tidak menyebabkan kafir alias dimaafkan apabila itu timbul karena ketidaktahuan. Bukan karena keyakinan. Nabi bersabda:
إن الله تجاوز لأمتي ما حدثت به أنفسها ما لم تقل أو تعمل

Artinya: Allah memaafkan umatku atas kesalahan yang terlintas di hatinya selagi tidak terucap atau tidak dilakukan.
Baca detail: Hukum Melakukan Perkara Haram karena Tidak Tahu atau Lupa

SEMUA PERISTIWA DI DUNIA ADALAH KEHENDAK ALLAH

2. Ucapan “semua ini tiada lain adalah Allah tidak ada selain Allah” dalam artian bahwa semua yang ada di dunia adalah kehendak Allah dan atas kekuasaan serta pengetahuan Allah itu benar. Dalam QS Ar-Ra’d: 2 Allah berfirman: … Allah mengatur urusan (makhluk-Nya).”

Dalam al-An’aam: 59 Allah berfirman:

وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

Artinya: Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)”

“dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula)….”.
Dalam al-Qamar: 49 Allah berfirman: “Sesungguhnya, Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.”

Tapi kalau seperti yang anda pikirkan maka itu tidak benar. Namun hal itu tidak membuat anda kafir. Apalagi itu timbul karena ketidaktahuan anda (lihat poin 1).

Hanya saja, sebaiknya hindari mendengarkan ceramah yang membuat anda bingung. Terutama dalam soal akidah dan keimanan. Usahakan membaca artikel dari situs kalangan ustadz Aswaja. Baca detail: Daftar Situs Aswaja

3. Tidak berakibat kafir. Namun kalimat yang demikian harus ditafsiri tidak sebagaimana yang terlihat. Melainkan harus dipahami bahwa mati dan hidup manusia itu berada di bawah kekuasaan Allah.

SELEKTIF DALAM MEMILIH USTADZ DAN ULAMA

4. Ucapan penceramah seperti itu memang sangat berbahaya. Kalau anda sampai salah paham dengan kalimat tersebut, maka yang salah adalah bukan anda melainkan penceramah tersebut. Dan sebaiknya tidak lagi mendengarkan ceramah seperti itu.

Dalam ilmu tasawuf dan dunia tarekat terkadang ada pandangan yang sulit dicerna oleh akal sehat. Baca detail: Hukum Tarekat

Namun, pada asalnya tasawuf adalah sesuatu yang baik dan merupakan bagian yang inheren dalam ajaran Islam. Baca detail: Hukum Tasawuf

Namun pada perkembangannya, ada sebagian kalangan sufi yang dianggap menyimpang dari tasawuf yang sebenarnya. Oleh karena itu, ulama Aswaja (Ahlussunnah) membatasi tasawuf yang benar dan tidak sesat adalah tasawuf yang mengikuti pandangan Al-Junaid atau Al-Ghazali. Baca detail: Hukum Tasawuf

CARA BERTANYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.