Beda Pondok Modern, Pesantren Salaf dan Ponpes Salafi

pesantren

Beda Pondok Modern, Pesantren Salaf dan Ponpes Salafi Apakah tipe pesantren yang Anda cari: modern, salaf, atau salafi?

Ponpes atau pondok pesantren adalah lembaga pendidikan Islam yang bersistem asrama (Jawa: pondok). Di mana santri (pelajar) tinggal di dalam asrama (hostel) selama masa belajar tanpa diijinkan untuk pulang ke rumahnya kecuali saat musim libur.

Pendidikan pesantren berlangsung 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Selain pendidikan khas pesantren, di dalamnya terdapat berbagai lembaga pendidikan yang sama seperti lembaga pendidikan di luar pesantren. Seperti, pendidikan formal TPQ, TK, SD/MI, SMP/MTS, MA/SMA/SMK, dan perguruan tinggi/universitas. Di samping madrasah diniyah tentunya yang memang menjadi ciri khas sebuah pesantren, khususnya yang bersistem salaf.

Pondok Pesantren Al-Khoirot (PPA) adalah kombinasi antara pondok modern dan pesantren salaf. Apa maksudnya? Secara sederhana definisi pesantren salaf adalah sebuah pesantren yang menganut sistem tradisional di mana di dalamnya hanya mengajarkan ilmu-ilmu agama dan sama sekali tidak mengajarkan ilmu umum.

Sedangkan pondok modern adalah pesantren yang di dalamnya menganut sistem pendidikan yang diadopsi dari sistem pendidikan modern dan materi yang dipelajari merupakan kombinasi antara ilmu agama dan ilmu umum. Ciri khas pondok modern adalah penekanannya pada kemampuan berbahasa asing secara lisan sedangkan keunikan pesantren salaf adalah lebih menekankan pada kemampuan penguasaan kitab kuning. Contoh pesantren salaf yang murni adalah Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan. Sedangkan contoh pondok modern adalah Pondok Modern Gontor.

DAFTAR ISI

  1. PESANTREN SALAF
    1. Pengertian kata Salaf
    2. Kata Salaf dalam istilah Pesantren
    3. Metode Belajar Mengajar
    4. Ciri Khas Kultural dan Administratif
    5. Ciri Khas Kualitas Keilmuan
    6. Daftar Ponpes Salaf Murni
    7. Daftar Pesantren Salaf Modern
  2. PONDOK MODERN
    1. Metode Belajar Mengajar
    2. Ciri Khas Kultural dan Administratif
    3. Kualitas Keilmuan
  3. PESANTREN SALAFI WAHABI
    1. Akidah dan Ciri Khas Pesantren Salafi Wahabi
    2. Sistem dan Metode Pendidikan
  4. Daftar Pesantren Salafi Wahabi

PESANTREN SALAF

Pesanten Salaf adalah bentuk asli dari lembaga pesantren. Sejak pertama kali didirikan oleh Wali Songo, format pendidikan pesantren adalah bersistem salaf. Kata salaf berasal dari bahasa Arab السلف. Dari akar kata yang sama aAda beberapa makna dari kata ‘salaf’ yang berbeda-beda. Harap dibedakan antara pesantren salaf sebagai sebuah sistem penditikan dengan aliran salafi wahabi.


Pengertian kata Salaf

(a) Salaf dengan bentuk jamak aslaf (أَسْلُفٌ) dan suluf (سُلُوفٌ) bermakna kulit yang belum disamak atau samaknya tidak dianggap sah. Salaf bisa juga berarti wadah yang besar.

(b) Salif (سَلِف) dengan bentuk jamak aslaf (أَسْلافٌ) bermakna kulit; ipar; yang lalu; sedikit; perbandingan;

(c) Salaf (سَلَف) dengan bentuk jamak aslaf (أَسْلافٌ), sallaf (سُلاَّفٌ), suluf ( سُلُف ) bermakna setiap pendahulu yakni ayah, kakek, nenek moyang dan kerabat dalam segi usia dan keutamaan.

(d) Salaf adalah setiap amal saleh yang dilakukan di masa lalu; atau apa yang telah lalu dari harga barang yang dijual. Dalam jual beli atau muamalah salaf berarti hutang yang tidak ada manfaatnya pada muqradh fih

(e) Salaf soleh adalah ayah, kakek, nenek moyang yang dihormati.
(f) Salaf kholaf adalah generasi masa kini dan masa lalu.
(g) Madzhab Salaf adalah madzhabnya kalangan ulama terdahulu.


Kata Salaf dalam istilah Pesantren

Kata salaf dalam pengeritan pesantren di Indonesia dapat dipahami dalam makna literal dan sekaligus terminologis khas Indonesia. Secara literal, kata salaf dalam istilah pesantren adalah kuno, klasik dan tradisional sebagai kebalikan dari pondok modern, kholaf.atau ashriyah.

Secara terminologi sosiologis, pesantren salaf adalah sebuah pesantren yang mengajarkan ilmu-ilmu agama saja kepada para santri.  Atau, kalau ada ilmu umum, maka itu diajarkan dalam porsi yang sangat sedikit. Umumnya, ilmu agama yang diajarkan meliputi Al-Quran, hadits, fikih, akidah, akhlak, sejarah Islam, faraidh (ilmu waris Islam), ilmu falak, ilmu hisab, dan lain-lain.  Semua materi pelajaran yang dikaji memakai buku berbahasa Arab yang umum disebut dengan kitab kuning, kitab gundul, kitab klasik atau kitab turots.


Metode Belajar Mengajar

Metode belajar mengajar di pesantren salaf terbagi menjadi dua yaitu metode sorogan wetonan dan metode klasikal. Metode sorogan adalah sistem belajar mengajar di mana santri membaca kitab yang dikaji di depan ustadz atau kyai. Sedangkan sistem weton adalah kyai membaca kitab yang dikaji sedang santri menyimak, mendengarkan dan memberi makna pada kitab tersebut. Metode sorogan dan wethonan merupakan metode klasik dan paling tradisional yang ada sejak pertama kali lembaga pesantren didirikan dan masih tetap eksis dan dipakai sampai saat ini.

Adapun metode klasikal adalah metode sistem kelas yang tidak berbeda dengan sistem modern. Hanya saja bidang studi yang diajarkan mayoritas adalah keilmuan agama.


Ciri Khas Kultural  dan Administratif

Ciri khas kultural yang terdapat dalam pesantren salaf yang tidak terdapat dalam pondok modern antara lain:

  1. Santri lebih hormat dan santun kepada kyai, guru dan seniornya.
  2. Santri senior tidak melakukan tindak kekerasan pada yuniornya. Hukuman atau sanksi yang dilakukan biasanya bersifat non-fisikal seperti dihukum mengaji atau menyapu atau mengepel, dll.
  3. Dalam keseharian memakai sarung.
  4. Berafiliasi kultural ke Nahdlatul Ulama (NU) dengan ciri khas  seperti fikih bermadzhab Syafi’i, akidah tauhid Asy’ariyah Maturidiyah, tarawih 20 rakaat plus 3 rokaat witir pada bulan Ramadan, baca qunut pada shalat Subuh, membaca tahlil pada tiap malam Jum’at, peringatan Maulid Nabi, Isra’ Mi’raj.
  5. Sistem penerimaan tanpa seleksi. Setiap santri yang masuk langsung diterima. Sedangkan penempatan kelas sesuai dengan kemampuan dasar ilmu agama yang dimiliki sebelumnya.
  6. Biaya masuk pesantren salaf umumnya jauh lebih murah dan itdak ada daftar ulang setiap tahunnya.
  7. Infrastruktur lebih sederhana.

Ciri Khas Kualitas Keilmuan

Santri pesantren salaf memiliki kualitas keilmuan yang berbeda dengan santri pondok modern antara lain sebagai berikut:

  1. Menguasai kitab kuning atau literatur klasik Islam dalam bahasa Arab dalam berbagai disiplin ilmu agama.
  2. Menguasai ilmu gramatika bahasa Arab atau Nahwu, Sharaf, balaghah (maany, bayan, badi’), dan mantiq secara mendalam karena ilmu-ilmu tersebut dipelajari serius dan menempati porsi cukup besar dalam kurikulum pesantren salaf di samping fikih madzhab Syafi’i.
  3. Dalam memahami kitab bahasa Arab santri salaf memakai sistem makna gandul dan makna terjemahan bebas sekaligus.


DAFTAR PONPES SALAF MURNI

Yang dimaksud ponpes salaf murni adalah pesantren yang kurikulumnya murni mengajarkan bidang studi ilmu agama saja baik melalui sistem madrasah diniyah maupun pengajian sorogan, wetonan dan bandongan. Di ponpes salaf murni tidak ada pendidikan formalnya. Santri juga tidak boleh sekolah formal di luar pesantren namun dibolehkan mengikuti program WAJAR DIKDAS (Wajib Belajar Pendidikan Dasar) sistem Paket A (setara SD/MI), Paket B (setara SLTP) dan Paket C (setara SLTA). Pesantren salaf murni, disebut juga dengan salafiyah, memang bertujuan untuk mencetak ulama ahli agama. Saat ini, pesantren salaf murni tidak banyak. Berikut beberapa di antaranya:

  1. Ponpes Sidogiri Pasuruan, Jatim
  2. Ponpes Langitan Tuban, Jatim
  3. Ponpes Lirboyo Kediri, Jatim
  4. Ponpes Ploso, Kediri
  5. PP Al-Anwar, Sarang, Rembang, Jateng.
  6. PP MIS, Sarang, Rembang.
  7. PP MUS, Sarang, Rembang.
  8. Pesantren Cidahu, Pandeglang, Banten
  9. Pesantren Putri Salafiyah, Bangil, Jatim

Silahkan tambahkan di kotak komentar apabila ada ponpes salaf murni yang belum masuk daftar di atas.


DAFTAR PESANTREN KOMBINASI SALAF DAN MODERN

Saat ini, umumnya pesantren yang dulunya salaf murni sudah beradaptasi dan mengkombinasikannya dengan sistem modern dalam arti ada pendidikan formal dan sistem pembelajaran bahasa Arab atau Inggris aktif di samping pendidikan kitab kuning. Beberapa pesantren kominasi ini ada yang berhasil tetap mempertahankan sistem salafnya yakni kemampuan membaca kitab kuning, namun tidak sedikit yang kalah sama sistem modernnya di mana santri hanya bisa berbicara bahasa Arab, tapi kesulitan memahami kitab gundul. Berikut beberapa di antaranya:

  1. Pesantren Al-Khoirot Malang, Jatim
  2. Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Jatim
  3. Pesantren Bata-bata Pamekasan, Madura
  4. Pesantren Salafiyah Sukorejo, Situbondo
  5. Pesantren Krapyak, Yogyakarta
  6. Pesantren Buntet, Cirebon
  7. Pesantren Purba, Sumatera Utara
  8. Pesantren Al-Khairaat, Sulawesi.

Silahkan tambahkan di kotak komentar apabila ada ponpes kombinasi salaf modern dan berhasil mempertahankan tradisi kitab kuningnya yang belum masuk daftar di atas.


PONDOK MODERN

Pondok modern adalah anti-tesa dari pesantren salaf. Sistem ini dipopulerkan pertama kali oleh Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo yang kemudian diduplikasi di pesantren lain yang memakai label modern. Pondok Modern disebut juga dengan pesantren kholaf (modern) sebagai akronim dari salaf atau ashriyah.


Metode Belajar Mengajar

Umumnya memakai ssitem klasikal.

  1. Ilmu umum dan agama sama-sama dipelajari.
  2. Penekanan pada bahasa asing Arab dan Inggris percakapan.
  3. Penguasaan kitab kuning kurang.
  4. Sebagian memakai kurikulum sendiri  seperti Gontor. Sedangkan sebagian yang lain memakai kurikulum pemerintah.


Ciri Khas Kultural dan Administratif

  1. Lebih disiplin dan lebih agresif.
  2. Mirip dengan sistem militer, santri senior mendominasi. Kekerasan menjadi budaya dalam memberi sanksi pada santri yunior.
  3. Sopan santun agak kurang setidaknya menurut standar pesantren salaf.
  4. Pendaftaran dengan sistem seleksi sehingga tidak semua calon santri diterima.
  5. Biaya masuk umumnya lebih tinggi dari pesantren salaf.
  6. Ada daftar ulang setiap tahun layaknya sistem administrasi di sekolah.
  7. Secara finansial lebih tercukupi karena biaya relatif tinggi dibanding salaf.


Kualitas Keilmuan

  1. Pintar berbahasa Arab percakapan tapi kurang dalam kemampuan penguasaan literatur kitab kuning karya para ulama salaf.
  2. Kemampuan membaca kitab gundul kurang.
  3. Kemampuan memahami Al-Quran dan tafsirnya kurang.
  4. Kemampuan dan pengetahuan tentang hadis dan ilmu hadis kurang.
  5. Kemampuan dalam ilmu fikih dan ushul fiqih sangat kurang.
  6. Kemampuan ilmu gramatika Bahasa Arab seperti Nahwu, sharaf, balaghah, mantiq, kurang.

PESANTREN SALAFI WAHABI (SAWAH)

Ciri khas yang paling mudah diketahui dari ponpes Wahabi adalah: tidak ada qunut saat shalat subuh[1] dan tidak ada tahlilan pada malam Jumat[2] serta tidak ada materi pelajaran tasawuf dan tauhid Asy’ariyah atau Maturidiyah.[3]

Istilah Salafi ada dua macam. Pertama, Salafi sebagai sinonim dari salaf atau salafiyah. Sebagian pesantren NU juga memakai istilah Salafi.

Kedua, salafi sebagai gerakan yang dikampanyekan oleh kelompok Islam radikal yang bernama gerakan Wahabi. Pesantren Salafi dengan makna kedua ini berbeda jauh dengan pesantren salaf (tanpa ‘i’) atau salafiyah.

Keduanya berbeda jauh bagaikan langit dan bumi. Pesantren Wahabi Salafi adalah pesantren yang akidahnya menganut idelogi Wahabi Arab Saudi yang radikal. Akan tetapi mereka lebih suka menyebut dirinya dengan Pesantren Salafi, bukan Pesantren Wahabi. Atau, Salafi Wahabi. Itulah sebabnya banyak kalangan muslim NU (Nahdlatul Ulama) yang merasa tertipu ketika masuk ponpes Wahabi Salafi yang dikira berfaham salaf atau salafiyah tapi ternyata berfaham Wahabi.

Kalau pesantren salaf lebih terkait dengan metode pendidikan yang berada di sebuah pesantren, sedangkan Pesantren Salafi lebih bermakna sebuah pesantren yang berideologi Wahabi atau Wahabi Salafi.

[1] Masalah qunut adalah masalah khilafiyah dalam madzhab empat. Akan tetapi, dalam konteks Indonesia yang tidak berqunut hanyalah kalangan Wahabi Salafi dan ormas variannya yang ikut mazhab Hanbali. Kajian lebih mendalam soal sunnahnya shalat lihat: Sunan Ash-Shalah ala Mazahibil Arba’ah

[2] Tahlil adalah tradisi tiap malam Jumat yang biasa dilakukan kalangan Aswaja An-Nahdiyah. Yang tidak melakukan ini bahkan mengecamnya adalah kalangan Wahabi dan/atau ormas yang berafiliasi dengannya. Hukum tahlilan, lihat di sini.

[3] Tentang tasawuf lihat di sini. Asy’ariyah lihat di sini.

Akidah dan Ciri Khas Pesantren Salafi Wahabi

Akidah pesantren Salafi Wahabi sama dengan akidah gerakan Wahabi itu sendiri yang ciri khasnya sebagai berikut:

  1. Doktrin tauhid sebagaimana yang diajarkan oleh Muhammad bin Abdul Wahab, pendiri Wahabi yang mengambil inspirasi dari Ibnu Taimiyah. Salah satu ciri khasnya adalah pembagian tauhid menjadi tiga yakni tauhid rububiyah, tauhid uluhiyah, dan tauhid al-asma was shifat.

Baca detail: Wahabi, Hizbut Tahrir dan Syiah

VIDEO: Akar Terorisme adalah Ideologi Wahabi


Sistem dan Metode Pendidikan

Sistem pendidikan yang dianut pada pesantren Salafi umumnya sistem modern dalam arti memberlakukan pendidikan formal dari Playgroup, TK sampai perguruan tinggi. Walaupun ada juga program Tahfidz Al-Quran di sebagian pesantren salafi seperti Al-Bukhori Solo.

Daftar Pesantren Salafi Wahabi

Berikut beberapa Pesantren Wahabi. Silahkan tambahkan daftar ini di kotak komentar apabila terdapat ponpes Salafi di tempat Anda.

Tujuan membuat daftar pesantren Wahabi ini ada dua: (a) Agar kaum Wahabi tidak kerepotan dalam mencari pesantren untuk anak-anak mereka; (b) agar wali santri kalangan NU tahu dan tidak terjerumus atau terperangkap masuk ke dalam pesantren mereka. Kasihan kalau sudah bayar mahal ternyata salah masuk, bukan?

1. Ma’had Imam Buhori Solo
2. Ma’had Al-Ukhuwah Sukoharjo
3. Ma’had Ibnu Abas Sragen
4. PONPES Islam Al-Irsyad Semarang
5. Daftar lengkap ponpes Wahabi.

Baca juga: Beda Wahabi Salafi, Hizbut Tahrir, Jamaah Tabligh dan Syiah

136 thoughts on “Beda Pondok Modern, Pesantren Salaf dan Ponpes Salafi”

  1. Adminya yg Sesat Kali. Rujukan salafy “wahabi” ibnu taimiyah, gurunya ibnu Katsir, ibnu qoyyim, Imam adzahabi Dan ulama lainya. Masa admin yg gak punya karya mau menyesatkan syaikhul Islam. Istighfar min

    1. Kalau semua yg berkarya dianggap tidak sesat, maka mengapa Wahabi menyesatkan Imam Nawawi yg karyanya jauh lebih banyak dibanding karya gabungan Ibnu Taimiyah dan Muh. bin Abdil wahab? Sesat dan tidak sesat bukan soal karya. Juga, kaum Syiah banyak punya karya kitab tafsir yg puluhan jilid. Mengapa disebut sesat bahkan dikafirkan oleh Wahabi? Logika anda dalam berargumen adalah logika yg sesat.

  2. Assalamualaikum wr wb
    afwan ana beritahukan bahwa agama islam akan hancur dengan penganutnya itu sendiri.
    Jangan saling menyalahkan dan saling berdebat
    di setiap aliran ajaran itu mereka memiliki dalil tersendiri yang didapat dari banyaknya ilmu yang Nabi kita ajarkan kepada keluarga dan para sahabatnya.
    yang pada intinya jangan mencela nabi,keluarga nabi,sahabat nabi,dan para ulama (yang taat kepada allah dan rasulnya juga meneladani para sahabat nabi dan salafussholihin.

    1. Tidak ada larangan untuk berbeda dan mengeritik. Baca kitab-kitab klasik karya para ulama salaf. Anda akan menemukan mereka saling mengeritik.

      Yang dilarang itu mengafirkan atau mensyirikkan sesama muslim. Seperti biasa dilakukan oleh kaum Wahabi yg mengklaim sebagai Salafi (padahal bukan).

  3. Saya asli orang kebumen, waktu remaja saya hidup dilingkungan Masjid Kauman Kebumen, disana ada 2 jamaah yang depan NU yang belakang Muhamadiyah. dan saya memenag dulu suka sama NU karena dalam 1 minggu aja hampir 3 kali yasinan dan tahlilan ini yang membuat saya suka walupun secara ilmu agama emang nol besar, karena kebanyakan di NU jarang diajarka Tauhid dan hadis, yang sering selawatan, barjanji dan nyanyi nyanyi dan juga ilmu kebal. Pokoknya ikut kyainya pasti masuk sorga. Setelah saya Merantau ternyata…oh ternyata…. aku sangat bodoh sekali tidak tau tujuan hidupku. dan Alhamdulillah setelah merantau di Jakarta saya berkenalan dengan seorang Habib Hasan Al Mahdali dari beliau aku mengenal Wahabi dan Salafi disitu aku merasa menemukan hidup yang baru dan tau tujuan hidupku adalah Akherat.

    1. Mereka tidak tidak pernah mondok di pondok NU sih makanya dibilang tidak pernah ngajarin hadist. Mereka kurang tau membedakan mana tradisi NU dengan lembaga pendidikan NU.

  4. Tapi saya terima kasih ke admin…justeru artikel yang dia tulis memantapkan saya memasukkan anak saja ke pesantren salafy yang menurut admin wahabi…thanks ya min…jempol buat admin

    1. Kalau wahabi sesat dan keluar dari Islam, apa hukum nya jemaah haji kita yang berimam di belakang imam Wahabi di Mecca dan Medina?
      Apa salat2 itu batal kerana berimam kepada imam yang sesat?

  5. Semangat Min berikan pencerahan agar warga NU yang Awam tidak sampai terbawa Mereka.

    Memang wahabi sudah duluan menguasai banyak media online dikarenakan pendanaan yg luar biasa dari Luar.

  6. Masha allah..
    Kita wajib menimba ilmu dari ustadz manapun dan siapapun yang terpenting kita wajib mengetahui asal usul kebenaran yang mereka ajarkan sesuai dengan al qur’an dan hadits atau tidak dan kita wajib mengetahui kebenaran dan ke shahihan hadits tersebut

    Intinya yg terpenting kebenaran kemurnian apa yg mereka sampaikan kita wajib tau
    Tidak perlu kita sesama muslim saling membenarkan diri dan menyalahkan yang lainya..

    Allahu’alam bishawab…

  7. Ustadz bagaimana dengan hadits berikut
    (Wilayah) haram kota Madinah yaitu wilayah yang terletak antara wilayah ‘Airin dan Tsaur. Barangsiapa yang membuat perkara baru (kebid’ahan) atau melindungi pelaku kebi’ahan maka dia akan mendapatkan laknat dari Allâh, Malaikat dan seluruh manusia. Allâh Azza wa Jalla tidak akan menerima darinya ash-sharf dan ‘adl [HR. Al- Bukhâri dan Muslim]

    https://almanhaj.or.id/4213-keutamaan-kota-madinah.html

    1. 1. situs yg anda kutip itu situs Wahabi.
      2. Yg anda tanyakan apa? Kalau soal bid’ah, maka sebenarnya kaum Wahabi Salafi telah mendukung sistem kerajaan Arab saudi yg bid’ah karena tidak sama dg sistem di era Khulafaur Rasyidin.
      3. Juga, mengharamkan rokok adalah bid’ah karena tidak ada dalil Quran dan Sunnah nya.

      1. Afwan, Muhammadiyah juga terinspirasi dengan Pemikiran Abdul wahab dalam.purifikasi Islam. Muhammadiyah juga tidak sholawatan kecuali sholawat yang benar2 dituntunkan nabi, Muhammadiyah juga tidak qunut, tidak adzan pada bayi yg lahir maupun pada mayit, Muhammadiyah juga tidak mengirim ayat pada arwah dan tidak tawasul pada manusia apalagi pada arwah. Lalu bagaiman pandangan anda?kenapa anda tidak tulis “Muhammadiyah juga wahabi versi moderat?atau ponpes Muhammadiyah adalah ponpes Wahabi?

          1. Dulu NU, sekarang Wahabi. Nanti, dengan izin Allah, akan kembali ke NU lagi. InsyaAllah. :) Seperti Ustadz Sarwat
            Terus membuka diri untuk belajar ilmu2 agama dari berbagai guru dan kitab/buku. Jangan hanya membatasi diri hanya pada kalangan Wahabi saja.

      2. Assalamu’alaikum..maaf, mohon hati2x dlam menulis krn apa yg kita tulis / ucapkan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Alloh Subhanahu Wa Ta’ala. Jgn2x kita bersitegang krn kurangnya ilmu kita. Dan perbedaan bukan unt diperdebatkan krn Alloh akan menjamin rumah di surga bagi yg menghindari perdebatan meskipun benar. Mari bersemangat unt mencari ilmu bukan unt saling mencela yg mungkin org lain malah lebih benar drpda kita.

  8. Ooh baru tau saya, jd mrk itu wahabi ya. Soalnya mereka sy perhatikan sangat mengikuti ajaran Rasulullah, mrk tidak mau mencampurkan urusan ibadah dgn kebudayaan lokal yg menjurus ke musyrik. Saking nurutnya sm nabi mrk ga mau tuh ngerokok, pesta2, bahkan ulang tahun pesta pora tablgh, maulid sampe lupa shalat subuh. Tp kok mrk itu keren2 ya? Ga kampungan gitu.. lifestylenya jg, rata2 berpendidikan tinggi, cerdas & secara ekonomi bagus..tp low profile ya. Masa sih wahabi? :D

    1. Wahabi bukan bermakna jelek. Ia bermakna pengikut pengikut Muhammad bin Abdul Wahab karena itu disebut Wahabi (dalam bahasa Arab disebut Wahabiyah) atau pengikut Ibnu Abdil Wahab. Sama dg pengikut madzhab Muhhamad bin Idris Asy-Syafi’i disebut pengikut madzhab Syafi’i atau Syafi’iyah dalam bahasa Arab.

      Untuk soal pengikut Sunnah, anda contohkan antara lain dg tidak merokok. Perlu diketahui bahwa tidak ada dalil Quran dan hadis yang melarang orang merokok. Dg kata lain: yg mengharamkan rokok sebenarnya bukan pengikut Sunnah. Baca: https://www.alkhoirot.net/2012/07/hukum-rokok-dalam-islam.html

      Tetaplah buka hati kita untuk mendapatkan ilmu dari semua golongan. Agar wawasan kita menjadi lebh luas dan tidak sempit.

      1. Ok klo landasannya tdk ada dalil yg sarih, maaf saya tdk bermaksud menentang ajaran anda, saya juga dibesarkan di NU.
        Mhn adil.
        Klo merokok itu tdk ada dalil yg melarang. Klo larangan terhp sseuatuyg menimbulkan berbahaya iya.

        Sama dg maulid nabi juga tdk memakai dalil qat’i Atau sarih, klo dzanni iya. Kr mengandung unsur kebajikan iya.

    2. Bismillah……
      Afwn, sdahkah admin mmbaca buku qawaid al-arba’ karangan Muhammad bin Abdul Wahhab ? Klo belum coba lihat betapa ma sya Allah buku trsbut krna isinya qalallah wa qola rasul

    3. Masya Allah, saya juga berfikiran seperti itu, dulu sempat penasaran apa benar yang di katakan orang2 tentang wahabi, setelah saya cari tahu dengan mengikuti kajian2nya, saya tidak menemukan sedikitpun ajaran2 yg yang menyimpang, semuanya dibawakan dengan dalil Al-qur’an wa sunnah dari pemahaman para sahabat dan ulama salaf. Dan saya menemukan teman2 baru, tidak hanya dari kalangan bawah, adapun dari kalangan2 atas yang berpendidikan tinggi juga banyak yg duduk di majelis yg katanya “wahabi” tersebut. Alhamdulillah sampai sekarang saya semakin yakin dengan metode ajaran yg difitnah masyarakat dengan kata “wahabi” Ini.
      Semoga Allah senantiasa memberikan kita hidayah. Allahumma aamiin

        1. 😊😊😊.
          Ada yg lupa pakai qunud baca sujud sahwi, tapi kadang ada yg meninggalkan solat merasa biasa aja. 😊 wallahu a’lam.

          1. Saya Kurang sependapat dengan Anda.
            Muhammadiyah Serupa tapi Tidak Sama dengan Wahabi.
            Anda terlalu Fanatik ke NU annya. sehingga tidak terbuka menerima pemahaman yang lain

      1. TRENDING NOW: Aurat Muslimah Indonesia dalam Kajian Fiqih HanafiNasihat Zaid bin Aslam: Jangan Gegabah Menilai Amal Orang Lain! HIKMAH Ketika Imam Syafi’i Tidak Qunut Jumat 8 Maret 2013 05:50 WIB Share: Siapa tak kenal Imam Syafi’i? Bapak ushul fiqih ini tak hanya tenar karena kepakarannya di bidang hukum Islam. Sejumlah ulama menilai, Imam Syafi’i juga layak dianggap pelopor disiplin keislaman lainnya, seperti ilmu tafsir dan musthalah hadits. Terlahir dengan nama Muhammad ibn Idris, Imam Syafi’i tumbuh sebagai pribadi yang cerdas dan kritis. Memang ia sangat memuliakan dan mengagumi guru-gurunya. Namun, proses pencarian kebenaran yang gigih membawanya ke panggung ijtihad yang mandiri. Imam Syafi’i sukses membangun mazhabnya sendiri, terutama fiqih. Tak pelak, Imam Syaf’i pun berbeda pandangan dengan para pendiri mazhab fiqih lain, baik gurunya sendiri, Imam Malik; pendahulunya, Imam Hanafi; ataupun muridnya, Imam Hanbali. Soal qunut misalnya. Imam Hanafi dan Imam Hanbali tegas bahwa qunut tak sunnah pada sembahyang shubuh, kecuali pada sembahyang witir. “Dalam sembahyang shubuh, Nabi melaksanakan qunut hanya selama satu bulan. Setelah itu tidak,” dalihnya. Imam Syafi’i menolak pendapat ini. Dengan dalil yang tak kalah kuat, ia meyakini qunut shubuh juga berstatus sunnah. Sebagai ulama yang konsekuen, Imam Syafi’i tak putus membaca qunut shubuh sepanjang hidupnya. Selalu. Kecuali pada suatu hari yang aneh. Ya, saat itu Imam Syafi’i meninggalkan qunut shubuh. Perilaku ganjil yang sepintas tampak mengkhianati buah pikirannya sendiri ini terjadi di Baghdad, Iraq. Persisnya, di dekat sebuah makam. Mengapa? Ternyata Imam Syafi’i sedang menaruh hormat yang tinggi kepada ilmu dan jerih payah pemikiran ulama lain, kendatipun berseberangan dengan pahamnya. Karena di tanah makam di sekitar tempat ia sembahyang itu telah bersemayam jasad mujtahid agung, Abu Hanifah Nu’man bin Tsabit alias Imam Hanafi.

        Sumber: https://islam.nu.or.id/post/read/42965/ketika-imam-syafi039i-tidak-qunut

        Kisah ini bisa ditemukan salah satunya di kitab “at-Tibyân” karya Hadratussyekh Muhammad Hasyim Asy’ari

    1. Radikal adalah istilah untuk orang yg suka mengafirkan, mensyirikkan dan membid’ahkan sesama muslim. Kepada kelompok ini tidak boleh toleran harus dilawan.
      Kalau ada teman kamar kos anda jadi tukang onar apakah akan anda biarkan dan toleransi? Tidak. Harus diingatkan bahwa sikap dia itu salah. Itulah sikap kami pada Wahabi dkk.

  9. Jadi makin tau, mana ajaran Wahabi dan ngga, tapi jujur kok saya cenderung milih ke Wahabi ya, perasaan Wahabi ga ngajarin terorisme deh, kami saling menghormati 1 sama lain. Tapi entah mengapa pesantren Wahabi mahal biaya nya udah hampir sama kaya kuliah saja, kecuali yg yatim dan piatu, jadi sepertinya pesantren salaf Wahabi identik dg ekonomi ke atas. Tapi secara pendidikan emang baik sih serta kualitasnya, beda Ama pesantren NU nusantara. Ngeri juga sih anak ku diajarin ngalap berkah ke makam2 tahlilan yg diada adakan ikut budaya nenek moyang Indonesia. Tapi ga mau juga anak dapat doktrin radikal. Intinya kembali kepemahaman sunna salafusaleh aja deh. Punya IMTAQ

  10. Alhamdulillah terima kasih admin.. sudah ditunjukkan nama2 pesantren yang asli ahlussunnah namun diejek dengan nama wahabi, yg bersih dari syirk, kurafat, bid’ah… pas lg nyari pesantren utk mondokkin anak2.. semoga kita semua Allah tunjukkan jalan yang lurus yang diridhoi-Nya.. aamiin

  11. Alhamdulillah…
    Sekarang masyarakat pada tahu mana ajaran yg sesuai dan mana syari’at2 yg di buat buat orang2 belakangan, yg blm yakin Alloh ridlo dan menerima.
    Dan ternyata ponpes Salaf semakin tersebar keseluruh negeri,mencerdaskan pola pikir islam yg sebenarnya dan semoga berkah Alloh teruntuk dakwah Salaf ini yang mereka menjuluki Wahabi. Mukmin yg lurus tidak suka menjuluki dgn mongolok olok.

    1. Ponpes Salaf punya NU. Punya Wahabi disebut ponpes Salafi. Sekedar mengingatkan.

      Tentang istilah Wahabi, itu bukan mengolok2, tapi penghormatan. Bin Baz sendiri suka dg panggilan Wahabi itu. Baca: https://www.alkhoirot.com/beda-wahabi-hizbut-tahrir-jamaah-tabligh-dan-syiah/

      Sekarang pelindung dan pendana Wahabi, yakni kerajaan Arab Saudi, mulai mengakui kesalahan Wahabi dan mulai menghantam kelompok ini. Kami ikut prihatin dg masa depan ajaran Wahabi ini.

      1. Pondok kuwi dunya, akhirote kuwi ngaji (Pondok itu duniawi kalau mengaji itu baru ukhrowi) tentunya mengaji kepada guru/kyai/syeikh yang mutawatir sanad keilmuannya sampai Rosulullah saw. ~> kurang lebih dawuh Allahu yarham KH. Maimun bin Zubair bin Dahlan Sarang Rembang.
        lanjutkan min @Pondok Pesantren Al-Khoirot :)

  12. Alhamdulillah, terimakasih sebesar2nya untuk penulis. Bagi saya yg awam, sangat membuka wawasan. Apalagi inn syaa Allah, saya ingin menempatkan dua anak saya ke pesantren aswaja pada tahun depan. Kuatir salah menempatkan, kelak saya sebagai ayah akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat.
    Semoga rahmat Allah selalu menaungi kita semua. Aamiin

  13. Alhamdulillah dari tulisan ini semakin tampak kejumudan kaum bidah hasanah, lihatlah sanad keilmuan mbah hasyim pendiri NU yg diperoleh sampai ke Wasil bin Atha seorang pendiri sekte Mu’tazilah sedangkan yg dijuluki wahabi para ulamanya sanadnya nyambung ke rasulullah mereka hanya beribadah berdasarkan pendapat ulama dengan dalil yang kuat

      1. Bagaimana dengan K.H.Ahmad Dahlan dan Muhammadiyah yang terinspirasi pada gerakan dan pemikiran wahabi?mau ngatain Muhammadiyah sesat?

  14. Alhamdulillah,,saya semakin makin paham dengan dengan ajaran sesuai dengan tuntunan As-sunnah,,,bukan ajaran tradisi atau budaya ( Bid;ah ) ,,,..mohon admin jangan asal tulis anda perlu belajar dulu,,,,

    “Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) itu lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok). Dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita yang lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olok) itu lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri (maksudnya, janganlah kamu mencela orang lain, pen.). Dan janganlah kamu saling memanggil dengan gelar (yang buruk). Seburuk-buruk panggilan ialah (penggilan) yang buruk (fasik) sesudah iman. Dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang dzalim” (QS. Al-Hujuraat [49]: 11)

    1. Admin web ini tidak akan mengikuti pemahaman kalian. Karena kami akan memperjuangkan organisasi NU sampai titik darah penghabisan. 😊

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.