Skip to content
Pondok Pesantren Al-Khoirot

Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang

Pondok pesantren di Malang terbaik Nasional versi Antaranews. Tahfidz Quran, Kitab kuning, formal, biaya murah. Arab, Inggris. Sistem salaf-modern.

  • Home
  • PSB 2025-2026
  • Perihal
    • About Pesantren
    • Profil Pengasuh
    • Pondok Putri
    • Sistem dan Program
    • Daftar & Biaya
    • Akidah Pesantren Al-Khoirot
    • Visi Misi
    • Sejarah
    • Foto Galeri Pesantren
    • Q & A
    • Pengurus
    • Tata Tertib
  • Konsultasi
    • Konsultasi LIVE (Langsung Dijawab)
    • Islamiy.com | Tanya Islam
    • Konsultasi Agama
  • Program
    • RA TK
    • MTs (SMP)
    • MA (SMA)
    • Madin (Diniyah)
    • Ma’had Aly
    • Kitab Kuning (bahasa Arab Klasik)
    • Tahfiz Al Quran
    • Al-Miftah Sidogiri
    • Universitas Terbuka
    • Santri Dewasa
    • Santri Kilat
    • Bahasa Arab Modern
  • Al-Quran
  • Buku
  • Toggle search form
Hukum Gusi Berdarah saat Shalat

Hukum Gusi Berdarah Saat Shalat

Posted on 22/03/202024/10/2020 By Admin Pondok

Hukum Gusi Berdarah Saat Shalat itu membatalkan shalat atau tidak? Dan bagaimana status baju yang terkena darah dari gusi, gigi atau bagian mulut lainnya apakah bajunya najis atau tidak?

Assalamualaikum, ustadz saya Nurhidayah 25 tahun dari Pontianak.

Ustadz kadang gusi saya berdarah, kemarin setelah wudhu ketika saya meludah ditisu ada darah di air liur dan sebagian air liur saya ada yang terkena mukena. Kemudian saya berkumur dan baju serta kaki saya terkena air bekas berkumur yang saya buang. Yang ingin saya tanyakan:

1. apakah tangan saya terkena najis karena memegang tisu yang basah terkena air liur bercampur darah?

2. Apakah kaki dan baju saya terkena najis karena terkena air bekas kumur untuk menghilangkan darah di mulut ?

Terimakasih ustadz, mohon bantuannya karena saya sangat bingung

JAWABAN HUKUM GUSI BERDARAH SAAT SHALAT

1. Darah yang berasal dari tubuh sendiri, seperti darah gusi atau darah gigi, itu dimaafkan. Bahkan saat shalat pun kalau pas keluar darah tidak membatalkan shalat.

Hukum gusi berdarah saat Shalat : Pendangan madzhab Syafi’i

Imam Nawawi dalam Al-Majmuk, hlm. 2/62, menyatakan:

احتج أصحابنا بحديث جابر (أن رجلين من أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم حرسا المسلمين ليلة في غزوة ذات الرقاع، فقام أحدهما يصلي، فجاء رجل من الكفار فرماه بسهم فوضعه فيه، فنزعه، ثم رماه بآخر، ثم بثالث، ثم ركع وسجد ودماؤه تجري) رواه أبو داود في سننه بإسناد حسن، واحتج به أبو داود. وموضع الدلالة أنه خرج دماء كثيرة واستمر في الصلاة، ولو نقض الدم لما جاز بعده الركوع والسجود وإتمام الصلاة، وعلم النبي صلى الله عليه وسلم ذلك ولم ينكره.

Artinya: Ulama madzhab Syafi’i berargumen dengan hadis Jabir … riwayat Abu Dawud. Letak argumennya adalah bahwa Sahabat Nabi keluar darah yang banyak saat shalat. Seandainya darah itu membatalkan shalat niscaya tidak boleh rukuk, sujud dan menyempurnakan shalat setelah terjadinya luka. Dan peristiwa itu diketahui Nabi dan beliau tidak mengingkarinya.

Darah dan Nanah sendiri Hukumnya Dimakfu secara mutlak

Ibnu Naqib Abul Abbas Al-Mishri dalam kitab Umdatus Salik wa Uddatun Nasik, hlm. 1/40, menyatakan:

وأما الدم والقيح: فإن كان من أجنبي عفي عن يسيره، وإن كان من المصلي عفي عن قليله وكثيره، سواء خرج من بثرة عصرها أو من دمل أو من قرح أو فصد أو حجامة أو غيرها

Artinya: Darah dan nanah hukumnya dirinci. Apabila dari orang lain maka dimaafkan yang sedikit. Apabila berasal dari diri sendiri (orang yang shalat) maka dimaafkan baik sedikit atau banyak. Sama saja keluar dari jerawat yang dipencet, bisul, luka, atau bekam.

Khatib Syirbini dalam Mughnil Muhtaj, hlm. 1/297, menyatakan:

الأظهر العفو عن قليل دم الأجنبي من نفسه كأن انفصل منه ثم عاد إليه… وكذا لو أخذ دما أجنبيا ولطخ به بدنه أو ثوبه فإنه لا يعفى عن شيء منه لتعديه بذلك …ومحل العفو عن سائر الدماء ما لم يختلط بأجنبي، فإن اختلط به، ولو دم نفسه كأن خرج من عينه دم أو دمت لثته لم يعف عن شيء منه.

Artinya: Pendapat yang paling zhahir adalah dimakfu adanya darah sedikit dari orang lain yang berasal dari dirinya sendiri seperti darah yang terpisah darinya lalu kembali padanya… begitu pula apabila ia mengambil darah orang lain lalu melumurkan darah itu ke badan atau bajunya maka hal itu tidak dimaafkan walaupun sedikit karena dianggap sembrono.. Letak dimakfunya dari darah adalah selagi tidak bercampur dengan yang lain. Apabila bercampur dengan darah orang lain walaupun itu darahnya sendiri, seperti keluar darah dari matanya atau gusinya keluar darah, maka tidak dimaafkan walaupun sedikit.

Kesimpulan Hukum Gusi berdarah dan Tubuh Lainnya

1. Darah yang keluar dari gigi dan gusi dari mulut sendiri hukumnya dimakfu (dimaafkan). Karena itu darah yang mengenai baju dan tangan anda dimaafkan.

2. Darah sendiri yang keluar saat shalat juga dimaafkan. Baik sedikit atau banyak.

3. Darah orang lain yang mengenai kita dimaafkan apabila sedikit. Baca detail: Najis dan Cara Menyucikan

MENELAN LUDAH CAMPUR DARAH SAAT PUASA

Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh saya ingin bertanya tentang puasa ramadhan waktu itu saya pernah menelan ludah yang tercampur oleh darah namun saya tidak sadar akan hal itu dan baru sadar saat beberapa saat kemudian bahwa ternyata gigi saya berdarah dan sudah pasti air liur yang tadi saya telan sudah tercampur darah bagaimanakah hukum puasa saya apakah tetap sah karena tidak sadar bahwa gigi saya berdarah?
Terimakasih assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh

JAWABAN

Ya, tidak batal puasanya apabila hal itu dilakukan tanpa kesengajaan.

Al-Malibari dalam Fathul Muin, hlm. 56, menjelaskan:

ويظهر العفو عمن ابتلى بدم لثته بحيث لا يمكنه الاحتراز عنه

Artinya: Dimaafkan bagi orang yang menelan darah gusi giginya, sekiranya tidak memungkinkan menjaganya.
Baca detail: Puasa Ramadan

Cara bertanya

Konsultasi Agama, Konsultasi Islam

Navigasi pos

Previous Post: Membaca Al-Quran Tartil
Next Post: Cara Menyucikan Najis Madzi

More Related Articles

Hukum Membayangkan Fisik Allah Hukum Membayangkan Fisik Allah Konsultasi Agama
Dosa Murtad Tidak Dimaafkan? Dosa Murtad Tidak Diampuni? Konsultasi Agama
Istri Kuatir Ucapan Suami Istri Kuatir Ucapan Suami Konsultasi Agama
Gaji dari Software Bajakan Gaji dari Software Bajakan Konsultasi Agama
Menyucikan Najis masih ada bau dan warna Menyucikan Najis Masih Ada Warna dan Bau Artikel
Bagian Waris Anak Istri Saudara Bagian Waris Anak Istri Saudara Artikel

Info Terbaru

  • UT Universitas Terbuka Pesantren Al-Khoirot
  • Pondok Pesantren Kilat Juni 2026
  • Pendaftaran Santri Baru PSB Juni 2026
  • Maulana Mahbubur Rahman Nadwi
  • Pondok Pesantren Ramah Anak
  • Kalender Pondok Pesantren Al-Khoirot 2026
  • Pondok Pesantren Kilat Mei 2026

Trending

Info Terkini

  • UT Universitas Terbuka Pesantren Al-Khoirot
  • Pondok Pesantren Kilat Juni 2026
  • Pendaftaran Santri Baru PSB Juni 2026
  • Maulana Mahbubur Rahman Nadwi
  • Pondok Pesantren Ramah Anak

Kosultasi Agama

  • Muslim Mewakilkan Urusan pada Kafir Harbi
  • Hukum Melempar Jumrah Hari Tasyrik di Pagi Hari Sebelum Tergelincir Matahari
  • Y-DNA Nabi Muhammad SAW Dan Konsekwensi Aqidah Umat Islam Jika Akui Baalwi Sebagai Keturunan Nabi Jalur Paternal
  • Y-DNA Bani Hasyim dan Quraysh Menurut Pakar DNA Anatole A. Klyosov
  • Penjelasan Kaidah Bukti Wajib bagi Pengklaim dan Sumpah bagi yang Mengingkari

Program

  • Tahfizh Al-Quran
  • Sistem Pendidikan
  • Madrasah Diniyah
  • Akidah Pesantren

RSS islamiy.com

  • Walisongo Bukan Ba’alwi menurut Manuskrip Abad 15-16
  • Kisah Ahistoris Heroisme Baalwi ala Riziq Syihab
  • Riziq Syihab 100% Bukan Keturunan Nabi
  • Daftar Nama Ulama yang Gagal Membantah Batalnya Nasab Habaib
  • Kitab Sullamut Taufiq Karya Siapa?

Copyright © 2026 Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang.

Powered by PressBook Green WordPress theme