Madrasah Diniyah Putri Al-Khoirot

Madrasah Diniyah Putri Al-Khoirot : program kegiatan dan level pendidikan.

Madin Putri Al-Khoirot mengalami perubahan penting dalam segi kurikulum dan level pendidikan.

Terhitung sejak tahun ajaran 2021-2022, madrasah diniyah (madin) putri mengalami perubahan t0tal dalam beberapa hal yakni disamakan dengan madin putra. Antara lain meliputi struktur organisasi, kurikulum materi ajar, level pendidikan, dan sistem pengetesan murid baru dan kebijakan lainnya.

Daftar Isi

Level Pendidikan Madin Putri

Level pendidikan untuk saat ini ada tiga plus program khusus. Yaitu, i’dad, ibdidaiyah, tsanawiyah dan Santri Dewasa / Santri Kilat.

Level I’dad (Persiapan)

I’dad berasal dari bahasa Arab yang bermakna persiapan. Istilah i’dad ini dikenal juga di pondok salaf yang lain dengan sebutan kelas shifir atau kelas 0.

Level i’dad diperuntukkan bagi santri dengan kemampuan nol dalam ilmu agama paling dasar. Khususnya kemampuan membaca Al-Quran. Santri dengan kategori ini akan dimasukkan ke level i’dad selama setahun. Dengan prioritas pendidikan baca Al-Quran. Di samping itu, akan diberikan juga tambahan pendidikan menulis aksara Arab dan fikih dasar.

Kalau murid terkait rajin belajar dan cepat perkembangannya, maka dalam waktu 6 bulan (1 semester) ia bisa dinaikkan ke kelas 1 ibtidaiyah.

Level Ibtidaiyah

Ibtidaiyah secara literal bermakna permulaan. Saat ini, level ini dilalui selama enam tahun. Dimulai dari kelas 1 sampai kelas 6.

Level Ibidaiyah adalah level dasar. Setara dengan SD (Sekolah Dasar). Hanya saja yang dikaji murni ilmu agama.

Untuk calon murid yang sudah bisa membaca Al-Quran dengan relatif baik, walaupun kurang lancar, maka ia akan ditempatkan di kelas 1. Ini terjadi apabila ilmu agama yang ia kuasai hanyalah membaca Al-Quran saja dan tidak pernah belajar ilmu agama sekali di lembaga pendidikan sebelumnya.

Namun bagi yang pernah belajar ilmu agama di tempat lain, maka ia akan ditempatkan di kelas yang sesuai dengan kemampuannya.

Sebagai contoh, apabila ia pernah belajar kitab matan Taqrib versi bahasa Arab dan matan Ajurumiyah, maka ia akan langsung ditempatkan di kelas 4 (empat). Tentu saja setelah dilakukan tes yang sepatutnya.

Demikian juga, apabila calon murid pernah mengkaji kitab Fathul Qorib versi bahasa Arabnya dan separuh kitab Alfiyah ibnu Malik,  setelah kemampuannya terverifikasi oleh tim kami, maka dia akan ditempatkan  langsung di leven Tsanawiyah.

Level Tsanawiyah

Tsanawiyah artinya tingkat kedua atau menengah. Sama dengan SMP (sekolah menenngah pertama). Hanya saja karena ini madrasah diniyah (madin), maka yang dikaji adalah khusus ilmu agama. Di sini santri mengkaji ilmu fikih dan gramatika bahasa Arab tingkat lanjut.

Level tsanawiyah di madin putri baru dimulai pada tahun ini yakni tahun akademik 2021-2022.  Materi yang dikaji di kelas ada tiga, yaitu alfiyah jilid 3 dan 4, Fathul Mu’in dan baca kitab. Sedangka materi yang dikaji bersama di program pengajian kitab pengasuh adalah kitab Al-Umm, Al-Muhadzab, Al-Iqna, Tafsir Jalalain, dan Sahih Al-Bukhari. Lebih detail: Pengajian kitab Pengasuh

Cara Masuk Madin Tsanawiyah

Yang memenuhi syarat untuk bisa masuk madin tsanawiyah adalah sebagai berikut:

  • Santri lulusan madin Ibtidaiyah Al-Khoirot
  • Alumni yang sudah lulus madin ibtidaiyah Al-Khoirot
  • Santri dari pondok atau madin lain yang mampu membaca kitab Fathul Qorib awal akhir dan sudah mengkaji kitab Alfiyah sebanyak 500 bait pertama.
  • Murid madin tsanawiyah bisa terdiri dari santri aktif atau alumni. Baik alumni Al-Khoirot maupun alumni pesantren lain yang memenuhi persyaratan di atas.

Santri Dewasa dan Santri Kilat

Selain tiga program reguler di atas, ada juga program khusus yaitu program Santri Dewasa dan Santri Kilat.

Santri Dewasa adalah program khusus bagi calon santri yang berusia di atas 19 tahun dan berencana tinggal di pesantren antara 2 bulan sampai 1 tahun.  Baca: Santri Dewasa.

Sedangkan Santri Kilat adalah program belajar antara seminggu sampai 1 bulan. Program ini diberikan pada calon santri yang ingin belajar di pesantren dalam kurun waktu sebentar. Usia peserta bisa terdiri dari anak remaja atau dewasa. Baca: Santri Kilat.

Baca juga: Santri Luar Negeri

Kurikulum materi ajar

Sejak tahun 2021 ini, materi ajar di madin putri 95% sama dengan madin putra. Sedangkan yang 5% ada materi khusus keputrian. Hal ini bertujuan agar lulusan madin putri memiliki kualitas yang sama dengan madin putra.

File ini dapat didownload di link berikut: – Daftar nama kitab Madrasah Diniyah (Madin) Putri 

Bahasa Pengantar yang Digunakan di Madrasah Diniyah Putri

Adapun bahasa pengantar yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) adalah sebagai berikut:

Bahasa Pengantar

Bahasa pengantar yang digunakan dalam proses belajar mengajar di madin Al-Khoirot sebagai berikut:

  1. Kelas I’dad sampai kelas 3 menggunakan bahasa Indonesia tanpa makna tarkib atau makna gandul. Kitab yang digunakan adalah buku berbahasa Indonesia atau kitab yang sudah diterjemah ke dalam bahasa Indonesia. Target pencapaian adalah santri memahami pelajaran dasar.
  2. Kelas 4 mulai memakai sistem makna tarkib bahasa Indonesia dengan penjelasan bahasa Indonesia juga. Untuk makna tarkib dalam bahasa Indonesia dan simbol kodenya lihat Bab VI. Tujuan memakai makna gandul bahasa Indonesia adalah agar santri yang dari luar Jawa lebih mudah memahami dan beradaptasi dan pada waktu yang sama dapat memahami status i’rob setiap kata. Khusus untuk materi Baca Kitab, makna tarkib memakai makna Jawa sedangkan makna murod memakai Bahasa Indonesia.
  3. Kelas 5 dan 6 memakai makna tarkib bahasa Jawa dengan penjelasan bahasa Indonesia. Ini bertujuan agar kemampuan i’rob santri pada setiap kata semakin kuat dan menjadi inheren (menyatu) dalam alam kognitif santri. Makna gandul bahasa Jawa digunakan karena ini menjadi bahasa yang mayoritas dipakai di pesantren salaf di Jawa sehingga santri akan mudah beradaptasi dalam berinteraksi dengan komunitas santri dari pesantren salaf yang lain.
  4. Saat menjelaskan, ustadz dilarang memakai bahasa Madura atau bahasa lain selain bahasa Indonesia. Kecuali materi bahasa Arab, maka dibolehkan memakai bahasa Arab sebagai bahasa pengantar.
  5. Untuk kelas 1 dan 2 madin tsanawiyah, guru wajib memberi makna tarkib dengan bahasa Jawa. Namun, penjelasan tetap memakai bahasa Indonesia atau bahasa Arab.

Alokasi Waktu Belajar Mengajar

Agar proses kegiatan belajar mengajar (KBM) berjalan efektif dan maksimal, maka pelaksanaan KBM dibagi sebagai berikut:

  1. Waktu KBM selama 60 menit dibagi menjadi tiga sesi: Sesi A 20 menit untuk guru menerangkan; sesi B 20 menit bagi murid untuk membaca, memahami dan/atau menghafal pelajaran; dan sesi C 20 menit digunakan guru untuk mengetes pemahaman dan/atau hasil hafalan murid. Dalam sesi C ini tidak perlu semua murid dites pemahaman atau hafalannya. Cukup ditunjuk secara acak.
  2. Guru harus memastikan bahwa selama sesi B semua murid betul-betul membaca, memahami dan menghafal pelajaran yang baru saja dikaji.
  3. Apabila waktu 20 menit yang dialokasikan untuk penjelasan guru (sesi A) masih ada lebihnya, maka waktu lebihnya bisa ditambahkan untuk sesi B. Namun, kalau waktu sesi A dirasa kurang oleh guru, maka tidak bisa lagi ditambah dan menjadi tugas guru untuk menjelaskan secara ringkas, padat dan mudah dipahami murid.
  4. Apabila waktu 20 menit pada sesi B dirasa kurang, maka bisa mengambil tambahan waktu dari sesi C.
  5. Apabila kegiatan KBM sudah mengikuti panduan di atas dan waktu menghafal atau memahami masih kurang, khususnya untuk materi pokok, maka guru bisa memberikan PR untuk disetorkan pada pertemuan berikutnya.
You may also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.