Menghafal Al-Quran

Cara cepat menghafal Al Quran

Menghafal Al-Quran cara agar cepat lancar dan tidak mudah lupa. Menghafal atau tahfidz Quran bagi yang tidak biasa adalah sulit. Apalagi kalau harus menghafal 30 juz Al-Quran yang terdiri dari 114 Surah dan 6666 ayat. Selain tidak mudah untuk memulai hafalan, juga tidak mudah mempertahankan hafalan yang sudah ada.

Beberapa ahli memberi sejumlah saran agar menghafal Al-Quran menjadi mudah, menyenangkan dan yang sudah dihafal terus lengket di kepala.

Berikut beberapa teori cepat dan mudah menghafal Al Quran dan terus mengingatnya. Silahkan dipilih mana yang lebih mudah dilaksanakan. Apapun metode yang akan dipilih, jangan lupa untuk memperhatikan nasihat pada poin 1.1, 1.2, 1.3, 1.4, dan 1.5.

Daftar isi

  1. 11 Langkah Agar Cepat Hafal Al-Quran
  2. Metode 3T + 1M
  3. Metode Menghafal Al-Quran Syekh Ali Jaber
  4. Metode Ustadz Yusuf Mansur
  5. Metode Dr. Ustadz Abul Hasan Sakhrokhti
  6. Konsep Sobari Sutarip.

1. 11 LANGKAH AGAR MUDAH DAN CEPAT MENGHAFAL AL-QURAN

1. Ikhlas dalam belajar dan mengajar Al-Quran.

Allah berfirman dalam QS Al Bayyinah 98:5

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ

Artinya: Mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus.

Nabi bersabda:

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

Artinya: Bahwasanya keabsahan suatu perbuatan itu tergantung pada niat (muttafaq alaih).

Di samping itu, pelajar harus menumbuhkan motivasi keimanan dan keinginan kuat untuk menghafal Al-Quran.

2. Menghafal di waktu kecil itu lebih baik. Pepatah Arab menyatakan:

الحفظ في الصِّغَرِ كالنَّقْشِ في الحَجَرِ

Artinya: Menghafal di waktu kecil bagai mengukir di atas batu.

3. Memilih tempat dan waktu menghafal.

4. Bacaan harus baik dan tartil sesuai aturan ilmu tajwid.

Allah berfirman dalam QS Al Muzzammil 73:4

وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا

Artinya: Dan bacalah Al Qur’an itu dengan tartil.

Bacaan Al-Quran yang baik dan benar harus didahulukan dari menghafal.

5. Mushaf (cetakan kitab Al-Quran) cukup satu saja. Jangan pindah-pindah. Dan pilihlah mushaf yang ayatnya berakhir di akhir halaman agar supaya bisa berkesan di ingatan kita saat proses penghafalan.

6. Menghubungkan antara makna satu ayat dengan ayat lainnya akan membuat lebih melekat hafalannya. Pemahaman yang menyeluruh menjadi jalan untuk hafal secara sempurna, sedang pengulangan akan melindungi hafalan baru agar menetap dan tidak hilang.

7. Menghafal setiap hari dan teratur itu lebih baik daripada menghafal secara terputus-putus. Sedangkan hafalan dengan cara lambat dan terarah itu lebih utama daripada hafalan secara cepat. Fokus pada ayat-ayat yang mirip akan menghilangkan kebingunan dalam menghafal.

8. Jalin hubungan baik dengan guru pengajar atau pembimbing.

9. Barengi hafalan dan bacaan dengan amal perbuatan. Komitmen meninggalkan maksiat dan mengamalkan ketaatan pada Allah.

10. Pentingnya muroja’ah (pengulangan) secara terus menerus pada ayat yang sudah dihafal.

11. Memohon pada Allah dengan doa dan memohon pertolongan pada-Nya adalah sangat penting dalam menghafal Al-Quran.

2. MENGHAFAL DENGAN METODE 3T + 1M DALAM TAHFIDZ AL-QURAN

Talqin atau Tasmi’

Talqin berarti seorang Ustadz membacakan al-Quran untuk kemudian diikuti oleh para muridnya.

Jika anda tidak memiliki Ustadz yang dapat membacakan kepada Anda, mendengarkan bacaan al-Quran dari rekaman juga dapat menjadi salah satu alternatif.

Meskipun alternatif tersebut tidak sebagai sebaik jika anda berhadapan dengan ustadz secara langsung. Karena jika anda berhadapan langsung dengan Ustadz, maka bacaan anda yang salah saat mengikuti bacaan, dapat langsung dikoreksi.

Adapun tasmi’ berarti seorang murid membaca al-Quran untuk didengarkan oleh ustadz.

Tafahum

Arti dari tafahum adalah memahami arti dari bacaan Al-Quran yang akan dihafal. Tentunya tidak semua orang harus melalui tahapan ini dalam menghafal. Yang dianjurkan untuk memahami al-Quran saat menghafal adalah mereka yang berusia remaja serta dewasa.

Tikrar

Tikrar berarti mengulang-ulangi bacaaan hingga hafal.

Caranya?

1. Baca ayat pertama hingga 10-20 kali hingga hafal
2. Lalu baca ayat kedua sebanyak 10-20 kali hingga hafal
3. Baca ayat pertama + kedua sebanyak 10-20 kali hingga hafal
4. Lalu baca ayat ketiga sebanyak 10-20 kali hingga hafal
5. Kembali baca ayat pertama + kedua + ketiga sebanyak 10-20 kali hingga hafal
6. Dan seterusnya

Muraja’ah

Setelah hafal, ulangi kembali bacaan tersebut. Inilah yang dimaksud dengan muraja’ah.

Muraja’ah sangat penting karena muraja’ah inilah yang akan melekatkan hafalan secara lebih kuat ke dalam benak kita.

3. TEORI SYEKH ALI JABER DALAM MENGHAFAL AL-QURAN

Ali Jaber memiliki tips dan metode yang unik agar cepat hafal Al-Quran. Berikut 5 tahap ala Syekh Ali Jaber:

1. PERHATIKAN POSISI MEMEGANG DAN MEMBACA AL QURAN

Posisikan Al Quran sejajar dan dihadapkan wajah, geser ke kiri lebih sedikit, namun kepala tetap lurus.

2. YANG MENJADI PENGGERAK DALAM MEMBACA ADALAH MATA

Ketika selesai memposisikan seperti yang diutarakan di atas, yang menjadi indera perekam adalah mata. Mata yang bertugas dalam merekam bacaan ayat yang ingin dihafalkan.

3. TIDAK PERLU MENGHAFAL DAN MEMBACA

Jangan baca di hati, pikiran dan jangan dihafal. Anggap mata sebagai alat scanning setiap yang dibaca. Ibaratnya mata sebagai pemfotokopi.

“Mata kita sebenarnya 70 kali lebih hebat daripada alat scan, sekali lihat bisa terekam. Cuma karena belum terbiasa sayang sekali tidak dimanfaatkan nikmat mata.”

4. FOKUSKAN MATA UNTUK MEREKAM BACAAN

Seringkali yang membuat kita tidak bisa menghafal cepat adalah kurang fokus. Dalam hal ini, usahakan mata dan fikiran fokus kepada bacaan dan ayat yang akan dihafalkan.

Rilekskan badan dan lakukan dengan santai saja.

Jika belum fokus, buang dan tarik nafas pelan-pelan dan keluarkan juga pelan-pelan.

5. TUTUP MATA, LALU LAFALKAN

Setelah merekam 30 detik secara fokus di ayat yang akan dihafalkan, kemudian tutup mata, dan lafalkan.

Anda bisa meminta orang lain untuk mengoreksi bacaan Al Quran yang dihafalkan. Kebanyakan dari yang pernah mencoba jika kurang berhasil adalah kurang fokus dan konsentrasi saat merekam pada bacaan, jangan memikirkan hal lain

4. MENGHAFAL DENGAN METODE USTADZ YUSUF MANSYUR DALAM TAHFIDZ AL-QURAN

Ustadz Yusuf Mansyur menyatakan bahwa cara menghafal Al-Quran supaya cepat hafal dan tidak mudah lupa itu harus melakukan dua perbaikan yaitu perbaikan mental dan perbaika metode.

Pertama, perbaikan mental. Yang dimaksud perbaikan mental ada lima yaitu: doa, niat, mengetahui fahdilah (keutamaan) hafal Al-Quran agar motivasi tetap tinggi, punya target, dan banyak beramal ibadah agar hati bersih.

Kedua, metode menghafal yang benar, dalam hal ini ada tiga yaitu (a) jangan ganti-ganti mushaf (kitab suci Al-Quran); (b) satu ayat atau satu baris baca diulang 20 kali; (c) apabila ayatnya panjang, maka bagi menjadi beberapa penggalan dan setiap penggalan diulang sebanyak 20 kali.

5. METODE DR. ABUL HASAN AHMADI SHAHROKHTI UNTUK TAHFIDZ AL-QURAN

Dr. Abul Hasan Ahmadi Shahrokhti adalah qari tingkat internasional dari Iran, memiliki metode sebagai berikut:

(a) Niat yang tulus dan konsistensi serta pemaknaan (pemahaman) Quran harus diutamakan. Jangan sampai kita bekerja keras menghafal Quran, tetapi pemaknaan dan pengamalan terabaikan. Apa gunanya hafal Quran, tetapi akhlaknya tidak Qurani?

(b) Baca bagian Al-Quran yang mudah (QS Al-Muzamil :20) dan membacanya berulang-ulang sehingga hafal seakan-akan tanpa sengaja. Bukan sengaja menghafal. Jadi, menghafal Al-Quran dengan tidak menghafal.

(c) Hindari memaksakan diri atau bekerja keras untuk hafal karena akan sulit dilakukan.

(d) Cara menghafal bagi anak-anak: pembiasaan, membaca Quran bersama-sama, perdengarkan kaset tilawah, dongengkan tentang cerita-cerita dalam Quran, terangkan makna ayat-ayat Quran. Nah, melalui cara-cara ini, anak akan hafal dengan sendirinya sekaligus paham makna ayat.

6. KONSEP SOBARI SUTARIP UNTUK TAHFIDZ AL-QURAN

Menurut Sobari Sutarip, menghafal Quran itu mudah dan dapat dilakukan oleh siapapun dengan syarat sebagai berikut:

(a) Ada niat yang kuat dan tulus karena Allah;

(b) meminta kepada yang menurunkan al-Qur’an supaya dipantaskan menjadi penghafal al-Qur’an.

Baca juga: Tahfidz Al Quran Al-Khoirot

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.