TPQ Qiraati Qiroati Al-Khoirot

TPQ Al-Khoirot Metode Qiraati (Qiroati)

TPQ Qiraati Qiroati Al-Khoirot

TPQ Qiraati Qiroati Al-Khoirot adalah lembaga pendidikan Al-Quran sistem baru yang mengajarkan anak didik cara membaca Al-Quran dengan benar tanpa mengeja berdasarkan ilmu tajwid standar. TPQ Qiraati Al-Khoirot ini berdiri pertama kali pada bulan September 2016 dan menjadi bagian dari lembaga pendidikan yang berada di bawah Yayasan Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang.

DAFTAR ISI

Selain mengajarkan Al-Quran tartil untuk tingkat dasar pada anak-anak usia TK (Taman Kanan-kanak), SD (Sekolah Dasar), MI (Madrasah Ibtidaiyah), dan MTS (Madrasah Tsanawiyah), lembaga ini juga membuka program pendidikan Al-Quran untuk peserta duduk usia 16 tahun ke atas yaitu tingkat MA (Madrasah Aliyah), SMA (Sekolah Menengah Atas) ,  perguruan tinggi dan seterusnya. Dengan detail persyaratan sebagai berikut:

Santri TPQ Qiraati Qiroati Al-Khoirot Usia TK, SD, MI

Untuk santri Qiraati usia  TK, SD dan MI peserta didik dibolehkan berasal dari kalangan non-santri yang tidak mondok di PP Al-Khoirot. Yakni, yang berasal dari mereka yang lokasi rumahnya berada di sekitar kampus Al-Khoirot di desa Karangsuko dan desa-desa di sekitarnya seperti Sukosari, Panggungrejo, Brongkal, Banjarejo, Ngipik, Kanigoro, Pagelaran, Gondanglegi, Kepanjen, dll.

Untuk kelompok usia ini, yang boleh masuk adalah putra dan putri.

Santri TPQ Qiraati Qiroati Al-Khoirot Usia MTS, SMP

Untuk santri Qiraati usia MTS dan SMP, maka yang bisa ikut program ini hanyalah perempuan dan  sudah diterima sebagai santri Ponpes Putri Al-Khoirot.

Santri Qiraati Usia MA dan SMA

Santri Qiraati usia 16 sampai 18 atau yang sedang belajar di pendidikan formal MA (madrasah aliyah) atau SMA (sekolah menengah atas)  maka yang bisa ikut program ini hanyalah perempuan dan harus sudah diterima di MA Ponpes Putri Al-Khoirot.  Santri dalam usia ini akan diikutkan program pembinaan. Yakni setelah lulus akan langsung bisa menjadi muallim atau guru qiraati.

Santri Qiraati Qiroati Al-Khoirot Usia Dewasa atau Perguruan Tinggi

Santri usia 19 tahun ke atas atau usia dewasa dapat diterima sebagai santri qiraati dengan syarat a) berjenis kelamin perempuan; b) menjadi santri di ponpes putri Al-Khoirot; atau c) tidak menjadi santri Ponpes Putri tapi berlokasi di sekitar kampus TPQ Qiraati.

Sebagaimana santri Qiraati usia MA/SMA, santri Qiraati usia Dewasa akan masuk pada program pembinaan dan bisa langsung menjadi guru pembina (muallim) apabila lulus program ini.

Profil Singkat TPQ Qiraati Qiroati Al-Khoirot

Nama lembaga: TPQ Al-Khoirot Metode Qiraati
Ketua / Kepala Sekolah: Ustadzah Chusnia Khoirotus Saadah
Sekretaris: Ustadzah Wiji Lestari
Guru Pembina:

  1. Ustadzah Chusnia Khoirotus Sa’adah,
  2. Ustadzah Anis Sulalah,
  3. Ustadzah Wiji Lestari,
  4. Ustadzah Hilyatun Nisa’,
  5. Ustadzah Siti Nurhalimah,

Jumlah murid: 250 (per Januari 2020).
Jumlah program pembinaan (calon guru): 35
Mulai aktif: September 2016
Awal berdiri secara resmi: 27 Desember 2017
Yayasan pendiri: Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang
Alamat: Jl. KH. Syuhud Zayadi No. 1, Karangsuko, Pagelaran, Malang 65174

PEMBINAAN AWAL TPQ QIRAATI QIROATI AL-KHOIROT

Membangun gedung suatu TPQ/TKA/TPA tidaklah sulit. Setidaknya tidak sesulit membangun sumber daya manusia (SDM) sebagai tenaga pengajar.

Demikian juga yang terjadi saat pertama kali kami berencana untuk membentuk TPQ Al-Khoirot berbasis metode Qiroati ini. Butuh beberapa bulan bahkan tahun untuk proses pembinaan guru Qiraati. Karena, kemampuan baca Al-Quran calon guru mungkin berbeda dengan standar yang diberlakukan oleh Qiraati.

Pembinaan calon guru Qiroati Qiraati
Mulai pembinaan: Akhir februari 2016

TENTANG METODE QIRAATI QIROATI

Sebagaimana dijelaskan dalam situs resmi Qiraati Pusat, metode Qiroati adalah:

“Metode baca Al Qur’an Qiroati ditulis dan disusun oleh KH Dachlan Salim Zarkasyi (wafat 2001 M) dari Semarang, Jawa Tengah. Metode yang menyebar dengan izin Allah sejak awal 1963-an, ini memungkinkan anak-anak mempelajari Al Qur’an secara cepat dan mudah.”

Metode ini dalam sejarahnya berasal dari hasil kontemplasi Kyai Dachlan dan studi banding yang diadakannya ke sejumlah tempat:

“Berawal dari ketidakpuasan dan prihatin melihat proses belajar mengajar Al Qur’an di madrasah, mushala, masjid dan lembaga masyarakat muslim yang pada umumnya belum dapat membaca Al Qur’an dengan baik dan benar, Almarhum KH Dachlan Salim Zarkasyi, tergugah untuk melakukan pengamatan dan mengkaji secara seksama lembaga-lembaga di atas dimana ternyata metode yang dipergunakan oleh para guru dan pembimbing Al Qur’an dinilai lamban ditambah sebagian guru ngaji yang masih asal-asalan mengajarkan Al Qur’an sehingga yang diperoleh kurang sesuai dengan kaidah ilmu tajwid.

Hal itulah yang mendorong Almarhum KH Dachlan Salim Zarkasyi pada tahun 1963 memulai menyusun metode baca tulis Al Qur’an yang sangat praktis. Berkat Inayah Allah beliau telah menyusun 10 jilid yang dikemas sangat sederhana. Almarhum KH Dachlan Salim Zarkasyi dalam perjalanan menyusun metode baca tulis Al Qur’an sering melakukan studi banding keberbagai pesantren dan madrasah Al Qur’an dan sampai ke Pondok Pesantren Mambaul Hisan Sidayu Gresik Jawa Timur (tepatnya pada bulan Mei 1986) yang pada saat itu dipimpin oleh Almukarram KH Muhammad.

Almarhum KH Dachlan Salim Zarkasyi tertarik untuk metakukan studi banding sekaligus bersilaturahmi ke Pesantren Sedayu Gresik karena santrinya berusia 4-6 tahun. Menurut KH Muhammad, Pondok Pesantrn yang dipimpinnya telah dirintis tahun 1965 dengan jumlah muridnya 1300 orang siswa yang datang dari berbagai kepulauan yang ada di Indonesia.”

PENGARUH METODE QIRAATI QOROATI PADA KEMAMPUAN ANAK DIDIK

Metode Qiraati memberikan pengaruh positif pada kemampuan anak dalam membaca Al-Quran. Hasil penelitian seorang mahasiswa pada salah satu TPQ yang memakai metode Qiroati menyimpulkan:

“Kesimpulan penelitian menunjukan bahwa penerapan metode Qiraati di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Hidayatus Shibyan telah dilaksanakan dengan baik dengan nilai 79 karena berada pada interval 75%-100%. Sementara itu, kemampuan membaca Al-Qur`an anak usia 7-12 tahun dalam kategori baik, terbukti dengan rekapitulasi hasil tes kemampuan membaca Al-Qur’an ini, menunjukkan nilai rata-ratanya 70 karena berada pada interval 70–79.”

METODE BACA QURAN YANG LAIN SELAIN QIRAATI QIROATI

Ada sejumlah baca Al-Quran sistem cepat yang lain selain Qiraati yang antara lain sbb:

1. Metode Iqra’, Yogyakarta

Metode Iqra’ termasuk paling dikenal dan menyebar luas di masyarakat. Penyusunnya adalah K.H. As’ad Humam (1933-1996).

2. Metode an-Nahdliyah, Tulungagung

Metode ini diusun oleh K.H. Munawir Kholid bersama rekan-rekannya yaitu Kiai Manaf, Kiai Mu’in Arif, Kiai Hamim, Kiai Masruhan, dan Kiai Syamsu Dluha.

3. Metode Yanbu’a, Kudus

Metode ini merupakan rumusan para kiai Alquran yang merupakan tokoh pengasuh Pondok Tahfidh Yanbu’ul Qur’an putra K.H. Arwani Amin Al-Kudsy (Alm) yang bernama: K.H. Agus M. Ulin Nuha Arwani, K.H. Ulil Albab Arwani dan K.H. M. Manshur Maskan (Alm).

4. Metode Tartili, Jember

Metode ini dicetuskan oleh Ustaz Syamsul Arifin Al-hafidz, pengasuh Pondok Pesantren Darul Hidayah, Kesilir, Wuluhan, Jember, Jawa Timur. Beliau awalnya adalah Koordinator Qiroati se-Jawa dan Bali.

5. Metode Tanzil, Pamekasan Madura

Metode ini dipelopori oleh KH Bayan Ahmad Mahfudz, pengasuh pesantren anak Al-Majidiyah, Pamekasan, Madura.

6. Metode Usmani, Blitar

Metode ini didirikan oleh salah satu murid dari KH Ahmad Dahlan, pendiri Qiroati.

7. Metode Bilqolam, Singosari.

Metode ini dipelopori oleh KH Bashori Alwi, pengasuh PIQ (Pesantren Ilmu Al-Quran), Singosari, Malang.

8. Metode Ummi, Surabaya

Metode ini dipelopori oleh Ustadz Masruri Surabaya.

LOKASI TPQ QIRAATI AL-KHOIROT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.