Iman pada Nabi Rasul Allah

Iman pada Nabi dan Rasul Allah

Iman pada Nabi Rasul Allah adalah rukun iman yang keempat yang wajib diyakini oleh seluruh umat Islam. Yang dimaksud Rasul dan Nabi di sini bukan hanya Nabi Muhammad melainkan para Nabi yang lain seperti Nabi Musa dan Nabi Isa alaihissalam.

Nama kitab: Terjemah Jawahirul Kalamiyah
Nama kitab asal: Al-Jawahir Al-Kalamiyah fi Idah Al-Aqidah Al-Islamiyah ( الجواهر الكلامية في إيضاح العقيدة الإسلامية)
Nama lain kitab kuning: Al-Jawahir Al-Kalamiyah
Penulis: Tahir bin Saleh Al-Jazairi (wafat. 895 H) (طاهر بن صالح الجزائري)
Penerjemah: Ibnu Hasan Al-Malanjy
Bidang studi: Akidah Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) Asy’ariyah, ilmu kalam, ushuluddin.

DAFTAR ISI
Muqoddimah
Pengantar Akidah Islamiyyah
Pembahasan Pertama Iman Kepada Allah
Pembahasan Kedua Iman Kepada Malaikat Allah
Pembahasan Ketiga Iman Kepada Kitab Allah
➢ Pembahasan Keempat Iman Kepada Nabi Utusan Allah
➢ Pembahasan Kelima Iman Kepada Hari Akhir
➢ Pembahasan Keenam Iman Kepada Qadla’ dan Qadar
➢ Penutup (Beberapa Hal Penting)

PEMBAHASAN KEEMPAT KEYAKINAN KEPADA PARA UTUSAN ALLAH ‘ALAHIMUS SALAM

Tanya Bagaimana keyakinan kita kepada para utusan Allah Alaihim Salam ?

Jawab Hendaknya kita meyakini bahwasanya Allah memiliki para utusan yang diutusNya sebagai wujud rasa sayang dan keutamaanNya. Tujuaannya agar para utusan tersebut memberi kabar gembira akan datangnya pahala bagi orang yang berbuat baik dan sebagai pemberi peringatan akan datangnya siksa kepada orang yg berbuat dosa.

Selain itu juga agar para utusan tersebut memberi penjelasan atas permasalahan agama dan dunia serta memberi sesuatu yg bermanfaat bagi manusia agar memperoleh derajat yg mulia. Para utusan tersebut diberi penguat berupa tanda yg jelas maupun mukjizat yang luar biasa. Utusan yg pertama adalah Nabi Adam Alihis Salam dan yang terkahir adalah Nabi kita, Muhammad ‘Alaihi Shalaatu Wasallam.

Tanya Apakah yang dimaksud dengan Nabi ?

Jawab Yang dimasud dengan Nabi yaitu manusia yang diberikan wahyu (pengetahuan) berupa aturan Syara’ meski tidak diperintahkan untuk menyampaikan. Jika Nabi tersebut diperintah Allah untuk menyampaikan wahyu, maka mereka juga dinamakan dengan Rasul. Maka setiap Rasul pasti seorang Nabi, namun setiap Nabi belum tentu Rasul.

Tanya Berapakah jumlah para Nabi ?

Jawab Jumlah para Nabi tidak diketahui secara pasti. Nama para Nabi yg disebutkan dalam Alquran ada 25 orang, mereka adalah : Adam, Idris, Nuh, Hud, Sholeh, Ibrahim, Luth, Ismail, Ishaq, Ya’qub, Yusuf, Ayyub, Syu’aib, Musa, Harun, Dzulkifli, Dawud, Sulaiman, Ilyas, Yasa’, Yunus, Zakariyya, Yahya, ‘Isa dan Muhammad ‘Alaihimus Shalaatu Wassalam. Dan mereka semua adalah juga seorang Rasul.

Tanya Apa yang dimaksud dengan Mu’jizat ?

Jawab Mu’jizat adalah sesuatu yang tidak biasa terjadi yg muncul dari seorang penyampai risalah kenabian yg sesuai dengan dakwahnya, dengan tujuan untuk menantang orang yg ingkar untuk melakukan yg serupa dengan mu’jizat tersebut.

Tanya Apa hikmah dibalik dinampakkannya Mu’jizat dari para Nabi ?

Jawab Hikmahnya adalah sebagai pertanda akan kebenaran dakwah mereka. Karena setiap ajakan (dakwah) yang tidak disertai dalil maka tidak akan didengar. Selain itu, mu’jizat juga berfungsi sebagai pembeda antara para nabi dengan orang yg berpura pura menyampaikan risalah kenabian. Hal itu cocok dengan hadist Qudsi Allah : “ HambaKu benar atas apa yg disampaikannya”

Tanya Bagaimana bentuk penjelasan yg menunjukkan bahwa mu’jizat sebagai pembenar para Nabi serta kecocokannya dengan hadist qudsi di atas ?

Jawab Penjelasan yg menunjukkan bahwa mu’jizat sebagai pembenar para Nabi bisa dimengerti dengan contoh – dan bagi Allah sebaik baik contoh – berikut : Seandainya ada seseorang yg berdiri dalam di balai pertemuan yg besar, di depan seorang raja besar yang bijak :

“ Wahai sekalian manusia, saya adalah utusan dan kepercayan Raja yg mulai ini bagi kalian. Dia mengutusku untuk menyampaikan sesuatu kepada kalian. Raja ini mengetahui apa yg kukatakan, dia mendengar apa yg kuucapkan dan dia juga melihatku. Tanda bahwa saya tidak berbohong adalah saya akan meminta raja untuk berbuat sesuatu yg tidak biasa dilakukan (biasanya memerintah maka kali ini akan diperintah), maka dia (raja) akan menuruti apa yg saya minta.

Kemudian orang tersebut berkata kepada raja “wahai raja, jika Engkau membenarkan apa yg saya sampaikan, mohon anda berbuat sesuatu diluar kebiasaan anda (dari memerintah menjadi diperintah). Tolong anda berdiri 3 kali berturut turut “!.

Kemudian raja yg bijak tersebut melakukan apa yg diperintahakan orang tersebut. Maka jamaah yg hadir akan tahu seketika bahwa orang tersebut benar dengan apa yg telah disampaiakannya. Maka perubahan kebiasaan Raja tersebut cocok dengan ucapannya bahwa
dia benar2 telah memerintahkan orang tersebut dan tidak ada lagi manusia yg ragu bahwa dia benar2 utusan raja.

Para Nabi ‘Alahim Salam telah menyampaikan risalah Allah yg diturunkan kepada mereka kepada manusia, dan Dia (Allah) Maha Mengetahui, Maha Mendengar dan Maha Melihat atas dakwah para Nabi tersebut. Apabila mereka memohon kepada Allah untuk menampakkan mu’jizat luar biasa dan diluar kebiasaan manusia yg tidak bisa ditiru oleh manusia biasa, maka Allah akan mengabulkannya dan memberi para Nabi tersebut kemampuan untuk menampakkan mu’jizat tersebut. Maka hal itu menjadi pembenar dari Allah atas apa yg diperbuat bagi para Nabi (dakwah mereka).

Mu’jizat itu sama seperti pembenaran dengan ucapan bahkan lebih dari itu mu’jizat menjadi sesuatu yg wajib sebagai bukti akan kebenaran para Nabi dalam menyampaikan risalah. Karena pembenaran dari Allah yg Maha bijak dan Maha Mengetahui serta Maha Kuasa atas para pendusta, adalah suatu hal yg jelas bisa terjadi.

Apalagi, mu’jizat adalah sebagai salah satu bukti kebenaran para Nabi disamping bukti lain akan kenabian mereka, yakni sifat dan perbuatan para Nabi tersebut yg benar benar
baik serta sangat sempurna.

Tanya Apakah perbedaan antara Mu’jizat dengan Sihir ?

Jawab Sihir adalah hal luar biasa di luar akal yg mungkin untuk ditandingi.

Karena sihir terjadi karena sebab2 tertentu yg barangsiapa mengetahui rahasianya dan bisa mendatangkan sebab tersebut maka dia bisa melakukan sihir tersebut. Sebenarnya, sihir itu bukanlah sesuatu yg luar biasa, karena menjadi luar biasa karena orang yg melihatnya tidak mengetahui rahasia penyebab terjadinya sihir. Adapun mu’jizat adalah benar2 hal luar biasa diluar kebiasaan yg tidak mungkin ditandingi.

Maka tidaklah mungkin para tukang sihir dapat melakukan apa yg dilakukan para Nabi, baik membuat orang mati menjadi hidup, ataupun merubah tongkat menjadi ular. Oleh karena itu, para tukang sihir Fir’aun beriman kepada Nabi Musa saat mereka melihat tongkat beliau menjadi ular yg nyata, dan mereka pun melempar tongkat serta tali tamparnya karena mengetahui bahwa apa yg terjadi pada tongkat Nabi Musa bukanlah sebuah sihir.

Sihir itu bersumber dari jiwa yang penuh nafsu amarah keburukan dan menghasilkan kerusakan. Sedangkan mu’jizat berasal dari jiwa yang suci dan mengahasilkan kebaikan dan petunjuk.

Tanya Apakah perbedaan antara Mu’jizat dengan Karomah ?

Jawab Karomah adalah kejadian luar biasa yg keluar dari seorang wali (kekasih Allah) dan karamah tidak berhubungan dengan dakwah kenabian. Adapun mu’jizat berhubungan dengan dakwah kenabian.

Wali adalah seseorang yg mengetahui secara mendalam akan Allah dan sifat2 Nya. Mereka adalah orang2 yg taat dan menjauhi dosa serta keburukan. Mereka menjaga diri dari kesenangan dan syahwat. Penampakan karomah pada diri mereka adalah sebagai bentuk kemulyaan dari Tuhan serta tanda kedekatan dan terkabulnya doa mereka. Karomah adalah juga – seperti Mu’jizat para Nabi – diturunkan bagi kaumnya, karena tidak mungkin seseorang menjadi wali kecuali karena mereka mengakui risalah para Rasul Allah dan mengikuti jalan mereka sepenuh hati.

Andaikata ada seseorang yg mengaku wali namun tidak mengikuti para jalan Rasul dan bebas membuat jalannya sendiri maka tidak mungkin muncul karomah pada dirinya serta ia bukan wali Allah, bahkan dia adalah musuh Allah dan Wali syaithan.

Sebagaimana telah disiratkan oleh Firman Allah yg berbicara kepada Nabi Alaihis Salam mengenai klaim sebuah kaum yg mengaku mencintai Allah. Firman tersebut adalah :

” Katakanlah (Wahai Nabi), jika kalian mengaku mencintai Allah maka ikutilah jalanku (Nabi), maka Allah akan mencintai kalian dan Dia akan mengampuni dosa kalian. Dan Allah Maha Pengampun serta Maha Pengasih. Katakanlah (Wahai Nabi), “Taatlah kalian kepada Allah dan Rasul. Jika kalian berpaling maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang2 Kafir” (Surah Ali ‘Imron 32).

Tanya Sifat apakah yang wajib ada pada diri para Nabi Alaihimus Salam ?

Jawab Sifat yang wajib ada pada diri para Nabi Alaihimus Salam ada empat, yaitu Sidq (Jujur), amanah (dapat dipercaya), Tabligh (Menyampaikan Risalah) dan Fathanah (Cerdas). Makna Sidq bagi mereka adalah bahwasanya berita yg dibawa para Nabi tersebut cocok dengan kenyataan dan sesuai dengan perintah, tidak mungkin ada kebohongan sedikitpun pada diri mereka. Makna Amanah bagi mereka adalah bahwasanya baik lahir maupun bathin mereka terjaga dari hal2 yang tidak diridlai oleh Tuhan yg telah memilih mereka dari seluruh manusia.

Makna Tabligh bagi mereka adalah bahwasanya mereka menerangkan kepada manusia segala hal yg telah diperintahkan oleh Allah untuk disampaikan dengan penjelasan yg paling baik dan mereka tidak menyembunyikannya sedikitpun. Seangkan makna fathonah bagi mereka adalah bahwasanya para Nabi tersebut adalah manusia paling sempurna daya ingat dan pemahamannya.

Tanya Sifat apakah yang mustahil ada pada diri para Nabi Alaihimus Salam ?

Jawab Sifat yang mustahil ada pada diri para Nabi Alaihimus Salam ada empat, yaitu Kadzib (Pembohong), ‘Isyaan (Durhaka), Kitman (Menyembunyikan ajaran) dan Ghoflah (Pelupa). Begitupun mustahil ada pada diri para Nabi setiap sifat cacat (kekurangan) yg ada pada manusia meskipun itu tidak berdosa seperti memiliki pekerjaan atau nasab yg jelek atau sesuatu yang menjadi kekurangan menyangkut hikmah atas diutusnya mereka, seperti bisu dan tuli.

Tanya Jika memang sifat durhaka tidak terdapat pada diri para Nabi, maka bagaimanakah dengan peristiwa Nabi Adam yg memakan buah khuldi yg dilarang untuk dimakan ?

Jawab Sesungguhnya peristiwa itu terjadi karena Nabi Adam dalam keadaan lupa. Allah Subhaanahu Wata’ala berfirman dalam Surat Thaaha 115 :

“ Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka ia lupa (akan perintah itu), dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat “.

Dan orang yg lupa tidaklah terhitung durhaka dan tidak dimintai pertanggung jawaban. Adapun penisbatan dosa bagi Adam dalam firman Allah subhaanahu wata’ala dalam surat Thaaha 121:

“ Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia.”

Maka Allah memilih Adam dan Adampun bertaubat kepadaNya sehingga Allah memberinya petunjuk (hidayah). Karena sumber kesalahan kepada Allah adalah karena lupa yg timbul dari kesadaran penuh Adam.

Sementara kesalahan yg diperbuat semata mata karena lupa tidaklah terhitung sebagai dosa bagi pelakunya. Namun hal itu (melakukan kesalahan karena lupa) terhitung sebagai maksiyat bagi Nabi Adam untuk menunjukkan kemulyaan kedudukan beliau dan ketinggian derajatnya.

Meski kesalahan itu kecil namun dianggap sebagai kesalahan besar. Adapun keputusan Allah Subhaanahu Wata’ala kepada Adam karena kesalahannya – yaitu menurunkannya ke dunia ini , pengakuan Adam akan kesalahannya dan terus menerusnya Adam beristighfar – maka hal itu semata mata untuk menambah ketinggian derajat Adam. Karena hal itu membuat pahala dan kebaikannya bertambah.

Semua itu juga dianalogikan bagi setiap kesalahan dan dosa yg diperbuat oleh para Nabi. Karena kesalahan itu dirangkaikan dengan ketinggian kedudukan mereka, dan kesalahan mereka semata mata terjadi karena berhubungan dengan kesempurnaan ketaatan mereka kepada Allah. Kesalahan dan dosa itu tidak terjadi sebagaimana yg terjadi pada manusia selain mereka karena perbuatan itu terjadi disebabkan taawwul atau karena lupa dan tanpa sengaja.

Adapun kesadaran dan permohonan ampuna mereka atas kesalahan tersebut, hal itu adalah sebagai sarana menambah ma’rifat (pengetahuan) mereka akan Tuhannya, ketinggian wara’ (kehati hatian) serta taqwa mereka. Juga semua itu berfungsi sebagai penambah pahala dan kedekatan mereka, serta mempertinggi derajat dan pangkat mereka di sisi Allah.

Tanya Hal apa saja kah yg Yajuuz (boleh) ada pada diri para Nabi ‘Alaihimus Salam ?

Jawab Dibolehkan ada pada diri para Nabi segala macam sifat kemanusiaan yg tidak mengurangi derajat kemulyaan mereka, seperti makan dan minum, lapar dan haus, menghindar dari panas dan dingin, capek dan istirahat, sakit dan sehat, begitupun berdagang dan bekerja dengan pekerjaan tertentu yg tidak nista, karena mereka adalah manusia yg boleh melakukan apa yg dilakukan manusia selain hal2 yg dapat mengurangi derajat kemulyaan mereka.

Tanya Apakah hikmah di balik penyakit dan rasa sakit yg dialami oleh para Nabi Alaihimus Salam ?

Jawab Hikmah di balik itu semua – meski adalah manusia terbaik dan bebas dari dosa, adalah agar dilipatkan pahala serta semakin memperjelas ketaatan, komitmen dan kesabaran mereka kepada Allah Subhaanahu Wata’ala. Juga semua itu disebabkan agar umat manusia berpedoman (mencontoh) mereka ketika mereka ditimpa bala’ dan berputus asa.

Dan juga agar umat manusia mengetahui bahwa dunia adalah tempat bencana dan cobaan, bukan tempat yg penuh kemulyaan dan kebaikan semata. Hikmah lain adalah agar para Nabi tersebut mensifati diri mereka dengan sifat ketuhanan karena telah melihat keluarnya mu’jizat yg jelas dari dirinya, dan menyadari bahwa semua itu terjadi karena izin dan ciptaan Allah Ta’ala semata. Bukan yg selainNya.

Hikmah berikutnya adalah bahwasanya meskipun mereka berkemampuan dan kehebatan yg tinggi, mereka tetaplah seorang hamba Tuhan yg lemah yg tidak bisa mendatangkan manfaat dan menolak bahaya.

Tanya Ringkasan apakah yg harus kita yakini sehubungan dengan keadaan para Nabi ‘Alahimus Sholaatu Wasallam?

Jawab Kita wajib meyakini bahwasanya para Nabi ‘Alahimus Sholaatu Wasallam memiliki segala sifat elok. Mereka bersih baik lahir maupun bathin, ucapan dan perbuatannya bebas dari hal2 yg jelek. Para Nabi juga dapat bersifat layaknya manusia biasa yg tidak mengurangi ketinggian derajat dan martabatnya.

Dan hendaknya meyakini bahwa Allah Ta’ala telah memilih mereka diantara penghuni seluruh alam, mengutus mereka bagi alam ini agar seluruh alam mengerti terhadap perintah dan hukum Allah.

Kita juga meyakini para Nabi tersebut tidak pernah melanggar ketentuan pokok agama karena pokok agama bergantung pada satu keyakinan yg tidak bercabang dan serta tidak akan berubah. Andaikata para nabi menyelisihi sebagian perkara syari’at maka itu adalah perkara cabang bukan pokok syariat.

Karena perilaku para Nabi yg menyelisihi sebagian perkara cabang tersebut mendatangkan hikmah di baliknya dan bahwasanya perkara cabang tersebut selalu berubah karena berbedanya umat, masa, tempat, keadaan dan adat kebiasaan.

Tanya Ada berapa sifat jaiz yg ada pada diri Nabi kita Muhammad Shallallaahu Alihi Wasallam yg membedakan Beliau dengan para Nabi lain ?

Jawab Nabi kita Muhammad Shallallaahu Alihi Wasallam memiliki tiga sifat Jaiz yg membedakan Beliau dengan para Nabi lain. Pertama, beliau adalah Nabi yg paling utama. Kedua, Beliau diutus bagi seluruh umat manusia. Ketiga, Beliau adalah penutup sekalian Nabi dan tidak ada lagi Nabi setelah beliau.

Tanya Mengapa Nabi kita Muhammad Shallallaahu Alihi Wasallam adalah sebagai Penutup para Nabi ?

Jawab Karena hikmah dibalik diutusnya para Nabi adalah untuk mengajak makhluk Allah (manusia) untuk menyembah Al Haq (Allah) dan menunjukkan mereka jalan yg benar baik dalam urusan dunia manupun akhirat. Mengajarkan manusia tentang perkara yg tidak nampak oleh penglihatan mereka (ghaib), serta hal2 yg tidak terjangkau oleh akal fikiran mereka (syurga, neraka dll) serta menetapkan dalil2 yg benar dan menghilangkan ketidakjelasan yg batil.

Dan sungguh syariat Beliau telah sempurna karena menjelaskan semua hal di atas dengan bentuk yg tidak mungkin disamai oleh ajaran yg lebih sempurna. Ajaran beliau juga cocok bagi seluruh ummat, di setiap masa, tempat dan keadaan. Maka tidak ada lagi kebutuhan makhluk terhadap Nabi setelah Beliau Shallallaahu Alihi Wasallam.

Karena kesempurnaan telah sampai pada batasnya. Dari pemaparan tersebut menjadi jelaslah rahasia di balik diutusnya beliau bagi seluruh makhluk, karena beliau adalah makhluk paling sempurna baik fisik maupun akhlak nya.

Tanya Kenapa dikatakan bahwasanya Nabi kita adalah penutup para Nabi, padahal Nabi ‘Isa ‘Alihis Salam kelak akan turun di akhir zaman ?

Jawab Sesungguhnya Nabi ‘Isa ‘Alaihis Salam akan turun di akhir zaman dengan membawa ajaran Nabi kita Muhammad Shallallaahu AlihiWasallam, bukan membawa ajaran beliau sendiri. Karena ajaran beliau telah dihapus karena lamanya waktu dimana mengamalkan ajaran beliau cocok dengan hikmah yg telah disebutkan di atas.

Maka beliau menjadi khalifah (pengganti) Nabi Muhammad, menjadi wakil Beliau dalam menyampaikan risalahnya kepada Ummat ini. Dan keyakinan itu termasuk akidah Nabi kita Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam.

Tanya Apa saja kah mu’jizat Nabi kita Muhammad ‘Alaihis Salam ?

Jawab Sesungguhnya mu’jizat Nabi kita Muhammad ‘Alaihis Salam itu banyak sekali, diantaranya adalah Alquranul Karim. Alquran adalah tanda kenabian terbesar, terbaik dan paling jelas. Dan telah disebutkan sebelumnya beberapa bentuk kemu’jizatannya.

Alquran itu tanda kenabian yg abadi selamanya karena sang Pembawanya (Rasulullah) adalah penutup para Nabi. Diantara mu’jizat beliau yg lain adalah mengalirnya air dari sela-sela jemari saat perjalanan bersama para shahabat beliau yg mulia, sementara saat itu dalam kondisi sangat kehausan dan tidak ada air kecuali sedikit sekali.

Maka kemudian Beliau meletakkan telapak tangan di dalam wadah air yg sedikit itu maka air itu seakan akan menjadi banyak sehingga cukup untuk minum semua orang, bahkan lebih. Dan hal itu terjadi berulang ulang.

Termasuk juga diantara mu’jizat beliau adalah berubahnya makanan yg sedikit menjadi banyak sehingga banyak sekali orang yg hadir menjadi kenyang karenanya, pun ini terjadi beberapa kali. Dan masih banyak mu’jizat yg lain yg disebutkan dalam kitab “Dalaa-ilun Nubuwwah (Tanda2 Kenabian) ”.

Tanya Bagaimanakah perjalanan hidup (sirah) Nabi kita Shallallaahu Alihi Wasallam ?

Jawab Telah sepakat dan sekata para Ulama berpendapat bahwasanya sejarah kehidupan Nabi kita adalah sejarah terbaik secara mutlak. Dan sungguh, orang2 kafir (orientalis) pun telah mengakuinya. Bagaimana tidak, sedangkan hal itu (kehidupan Nabi) adalah terang bagaikan matahari di seperempat siang .

Dan sungguh para ahli sejarah telah menyebutkan bahwa Beliau Rasulullah Shallallaahu Alihi Wasallam adalah manusia paling baik nasab keturunannya, dan manusia paling elok perilakunya. Beliau menyambung silaturahim (hubungan persaudaraan), suka menolong orang yg membutuhkan, suka menanggung beban dan kekurangan orang, serta penyabar.

Diantara sifat beliau adalah pemaaf, suka memberi kemudahan dan welas asih serta halus budinya. Tidak berbuat sesuatu keculai yg ada hak kebenaran atau hak ciptaan Tuhan. Beliau adalah pendiam karena dalam diam itu beliau memikirkan rahasia-rahasia alam Malakut.

Apabila beliau berbicara maka selalu tuntas, yakni kalimatnya sederhana namun berisi makna yg banyak berupa lautan hikmah. Beliau adalah manusia paling fasih dalam berbicara, seorang yg humoris di beberapa keadaan namun meski humoris, kata2 yg terucap selalu berisi kebenaran.

Beliau sangat berserah diri kepada penjagaan Allah bagi beliau di setiap waktu (pasrah). Berada di garis terdepan ketika kebatilan merajalela dan terus berada dalam kondisi demikian di setiap waktu.

Beliau sangat rendah hati (tawadlu’), namun di balik kerendahan hati dan kearifan beliau, menyimpan kewibawaan yg besar yg tidak bisa ditandingi satupun manusia, sampai2 para shahabat tidak kuat menatap wajah beliau. Dan di setiap majlis beliau keadaan selalu tenang, seakan akan ada burung yg sedang hinggap di kepala setiap hadirin.

Mereka tidak saling memutus pembicaraan dan tidak pernah ada pembicaraan seputar aib seseorang di dalamnya. Semua orang dewasa, bahkan anak2 Musyrik pun menjuluki beliau dengan sebutan Al Amin (Yg dapat dipercaya). Dan setelah beliau mendakwahkan risalah kenabian, musuh2 beliau – dengan segala sifat permusuhan dan hinaan mereka – tidak menemukan celah keburukan sedikitpun pada diri beliau dan tidak ada jalan untuk mencela pribadi beliau.

Beliau mengajarkan manusia kebijaksanaan dan hukum agama dan mengajak mereka menuju Darus Salam (akhirat). Sungguh telah sempurna ilmu dan amal siapa saja yg mengikuti beliau, dan barangsiapa tidak mau mengikuti beliau, maka sungguh telah kehilangan hal diatas baik sekarang maupun dimasa mendatang. Dan sungguh Allah telah menjadikan agamaNya (Islam) jelas melebihi agama lain.

Dan Dia mengabadikan nama Rasulullah yg indah ini baik pada lisan pengikutnya maupun penentangnya sepanjang masa. Barangsiapa mempelajari buku sejarah kehidupan Beliau yg menyebutkan akhlaknya yg mulia dan elok, maka ia akan mengetahui bahwa beliau adalah manusia paling mulya di seluruh alam, baik dalam sifat yg nampak maupun yg tidak.[afs]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.