Menyucikan Najis Masih Ada Warna dan Bau

Menyucikan Najis masih ada bau dan warna

Menyucikan Najis Masih Ada Warna dan Bau. Kalau najis ainiyah setelah disucikan dengan air masih ada bau dan warna apakah sudah suci atau masih najis?

BAU KENCING DI KAMAR MANDI, APAKAH NAJIS?

Assalamualaikum ustadz,
Terima kasih banyak atas jawabannya sangat menolong saya.

Ada kondisi mendesak ustadz
Tadi siang, kakak sepupu saya bertamu dengan membawa anak perempuan usia 10 tahun. Kemudian anak perempuan tersebut kencing di kamar mandi dan ada suara flush air keluar dari kloset tapi tidak tahu dia menggunakan bidet atau tidak tetapi saya yakin dia kencing di kloset tersebut. Setelah mereka pulang, saya sholat Ashar kemudian saya mau kencing di kamar mandi. Kondisi kamar mandi kering tapi ada bau pesing. Saya nyalakan shower untuk membanjiri lantai kamar mandi, baunya agak berkurang. Kemudian saya cek kloset bersih tapi masih ada bau pesingnya. Saya bersihkan seluruh kamar mandi selama 1 jam karena kondisi sangat waswas.

Bahkan saya sangat waswas sekali dengan keset, lantai, dsb. Saya lihat tidak ada bukti otentik fisik warna di keset tersebut namun dari kamar mandi berbau pesing tadi saya jadi pikiran kemana-mana. Karena dia keluar dari kamar mandi pasti ngeset dulu di keset kemudian baru jalan. Jadi ada kemungkinan kakinya kering meskipun tidak 100% kering.

1. Bagaimana kondisi keset kamar mandi saya apakah najis?

STATUS LANTAI KAMAR MANDI YANG KERING TAPI BAU KENCING

2. Bagaimana dengan lantai yang dia melangkah dengan kondisi saya tidak tahu kakinya kering atau lembab atau bisa juga ada lantai yang basah?

STATUS LANTAI RUMAH YANG KEMUNGKINAN DILEWATI

3. Bagaimana dengan kursi, bantal, atau barang yang dia sentuh apakah najis semua? Apakah kaidah yakin masih tetap berlaku?

Saya berusaha melawan waswas ini dengan menerapkan mahzab Maliki bahwasanya najis hukmiyah itu tidak menular. Dengan menerapkan hal tersebut meskipun saya menginjak keset kering ataupun lantai dengan kaki basah, kalau ada najis di tempat tersebut namun sudah kering dan tidak ada wujudnya, najisnya tidak menular. Mohon sarannya ustadz, saya sangat waswas sekali dengan kejadian tersebut

JAWABAN STATUS LANTAI KAMAR MANDI YANG BAU KENCING TAPI KERING

1. Status keset suci sesuai hukum asalnya. Dan asumsi najis dari anda itu tidak dianggap karena tanpa bukti dalam arti tidak ada bukti adanya kencing di keset tsb.

2. Sama dg kasus no. 1. Lantai statusnya suci sesuai dg status asal lantai. Dan status itu tidak berubah kecuali oleh adanya bukti najis yang terlihat mata di lantai.

3. Semuanya suci. Kaidah yakin tidak hilang oleh keraguan masih berlaku. Baca detail: Saat Ragu, Status Benda kembali ke Hukum Asal

Baca juga kaidah varian dari kaidah di atas (no. 3): Hukum asal adalah tetapnya sesuatu menurut asalnya

CARA MENYUCIKAN NAJIS DI LANTAI TOILET

Pertama, Cara anda menghilangkan najis kloset sampai memakan waktu 1 jam itu berlebihan dan tidak perlu. Menyucikan kamar mandi cukup dg:

a) Di lihat kondisi lantai. Kalau jelas ada kencingnya, berarti najis ainiyah, maka siram air kencing itu dan biarkan airnya mengalir masuk lubang pembuangan. Setelah itu, kalau masih ada sedikit keraguan atas adanya najis hukmiyah, silahkan disiram sekali lagi untuk menghilangkan najis hukmiyahnya. Lantai menjadi suci dan air penghilang najis hukmiyah juga suci. Baca detail: Najis dan Cara Menyucikan

b) Kalau najis kencingnya tidak terlihat, berarti maksimal di lantai itu ada najis hukmiyah, maka anda tinggal menyiram sekali saja dan otomatis lantai itu menjadi suci. Air bekas menyucikan najis hukmiyah juga suci sehingga tidak perlu menyiram lagi. Baca detail: Menyucikan Najis Hukmiyah

STATUS TOILET SETELAH DISUCIKAN AIR TAPI MASIH ADA BAU DAN WARNA

Kedua, perlu diketahui bahwa kalau benda najis sudah hilang dengan disiram air, baik status ainiyah maupun hukmiyahnya, akan tetapi masih ada baunya (misalnya bau kencing), maka bau itu dimaafkan. An-Nawawi dalam Roudotut Tolibin, hlm. 1/138, menjelaskan:

وإن بقي اللون والرائحة معاً، لم يطهر على الصحيح ، ثم الصحيح الذي قاله الجمهور ، إن ما حكمنا بطهارته مع بقاء لون أو رائحة ، فهو طاهر حقيقة ، ويحتمل أنه نجس معفو عنه

Artinya: Apabila warna dan bau najis ada secara bersamaan, maka masih belum suci menurut pendapat yang sahih. Pendapat yang sahih lain menurut jumhur (pendapat mayoritas mazhab Syafi’i) adalah kami hukumi suci walaupun masih ada bau warna atau baunya. Ini adalah suci secara hakiki. Atau bisa dianggap najis yang makfu.
Baca detail: Najis yang Dimaafkan (Makfu)

Kesimpulan

Apabila suatu najis ainiyah setelah disucikan dengan air masih ada bau dan warna, maka itu dianggap sudah suci menurut ulama jumhur dalam mazhab Syafi’i.

Cara konsultasi agama klik di sini.

ADA NODA WARNA KUNING DI CELANA ANAK, APAKAH NAJIS?

Assalamualaikum warahmatullah

Saya mencuci pakaian celana anak saya yang terkena kotoran babnya. Saya sudah mencucinya dg betul mengeceknya tidak ada warna tersisa dan bau yang tersisa hingga berkali2 sebelum dimasukan ke mesin cuci untuk disatukan dg pakaian suci.

Hanya saja setelah cucian dijemur kering Saya menemukan di daerah dibalik yang saya cuci ada noda kuning.

Nah saya ragu itu apakah sisa najis yang belum terbersihkan atau bukan. Karena warnanya kuning samar agar berkerak. Dan sebelumnya saya juga tidak mengecek/ingat di daerah itu ada noda najis atau tidak.

Tapi anehnya tidak bau sama sekali bahkan wangi sabun. Biasanya jika masih kerak biasanya akan ada baunya sklipun sedikit.

Pertanyaanya.

1. Jadi itu baju saya anggap suci atau tidak ?

2. Kalau najis. Bagaimana status mesin cuci saya dan cucian lain yang sudah disatukan dg baju tersebut ?

JAWABAN

1. Dianggap suci. Kalau celana itu sudah dibilas dan disiram air, maka ada warna atau bau itu dimaafkan. Baca detail: Menyucikan Najis Masih Ada Warna dan Bau

2. Tidak najis. Baca detail: Najis dan Cara Menyucikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.