Cara Mengenal Hakikat Allah

Cara Mengenal Hakikat Allah

Cara Mengenal Hakikat Allah bisa tercapai dengan mengetahui sifat sifat Allah berupa AlWujud (Ada), AlQidam (Dahulu), AlBaqa’ (Kekal), Mukholafatu Lil Hawaadits (Tidak Serupa dengan apapun)

Nama kitab: Terjemah Jawahirul Kalamiyah
Nama kitab asal: Al-Jawahir Al-Kalamiyah fi Idah Al-Aqidah Al-Islamiyah ( الجواهر الكلامية في إيضاح العقيدة الإسلامية)
Nama lain kitab kuning: Al-Jawahir Al-Kalamiyah
Penulis: Tahir bin Saleh Al-Jazairi (wafat. 895 H) (طاهر بن صالح الجزائري)
Penerjemah: Ibnu Hasan Al-Malanjy
Bidang studi: Akidah Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) Asy’ariyah, ilmu kalam, ushuluddin.

DAFTAR ISI
Muqoddimah
Pengantar Akidah Islamiyyah
Pembahasan Pertama Iman Kepada Allah
Pembahasan Kedua Iman Kepada Malaikat Allah
Pembahasan Ketiga Iman Kepada Kitab Allah
Pembahasan Keempat Iman Kepada Nabi dan Utusan Allah
Pembahasan Kelima Iman Kepada Hari Akhir (Kiamat)
Pembahasan Keenam Iman Kepada Qadla’ dan Qadar
Penutup: Cara Mengenal Hakikat Allah

PENUTUP PEMBAHASAN TENTANG BEBERAPA MASALAH PENTING “MENGIKUTI PERKARA YG TELAH LAMPAU DIKUTIP DARI PENDAPAT ULAMA SALAF”

Tanya Apakah boleh membicarkan hakikat Dzat Allah dengan menggunakan akal pikiran?

Jawab Tidak dibolehkan membicarakan hakikat dzat Allah menggunakan akal pikiran, karena akal itu terbatas untuk memahami hakikat dzat Allah Subhaanahu Wata’ala Sang Pencipta. “ Segala hal yg terlintas dalam hatimu maka Allah tidaklah seperti itu “.

Tanya Jika akal pikiran tidak mampu memahami hakikat Dzat Allah Ta’ala, maka bagaimana kita bisa sampai ke ma’rifat (mengenal Allah) yg telah diwajibkan atas tiap manusia?

Jawab Sesungguhnya mengenal Allah itu bisa tercapai dengan mengetahui sifat sifat Allah berupa AlWujud (Ada), AlQidam (Dahulu), AlBaqa’ (Kekal), Mukholafatu Lil Hawaadits (Tidak Serupa dengan apapun), Qiyaamuhu Binafsihi (Mandiri dan tidak membutuhkan apapun), AlWahdaniyyah (Maha Esa), Alhayah (Maha Hidup), Al ‘Ilm (Maha Mengetahui), AlQudroh (Maha Kuasa), Al-Iraadah (Maha Berkehendak), As Sam-i’ (Maha Mendengar), AlBashar (Maha Melihat) dan Alkalam (Maha Berfirman).

Tanya Dengan perantara apa kita dapat mengetahui keberadaan Allah Ta’ala sedangkan mata kita tidak bisa melihatNya?

Jawab Kita dapat mengetahui keberadaan dan Kekekalan sifat Allah Ta’ala melalui jelasnya hasil kekuasaanNya dalam ciptaanNya yg berifat baru yg diciptakanNya dengan penuh ketelitian dan menakjubkan sehingga mencengangkan akal. Seperti langit dan segala hal yg di dalamnya berupa matahari, bulan dan bintang. Begitupun dengan bumi dan segala hal di dalamnya seperti segala macam sumber (air dan mineral), pepohonan dan makhluk hidup lain dimana manusia termasuk di dalamnya. Manusia diciptakanNya dalam sebaik baik bentuk, yg diberi segalam macam sifat kesempurnaan dan keutamaan. Diberi kesempurnaa dengan akal yg kuat. Maka sebagainya seseorang yg melihat bangunan ia mengetahui pasti ada yang menciptakan bangunan itu. Pun jika seseorang melihat sebuah tulisan pasti ia mengetahui bahwa ada yg menulisnya meski ia tidak melihat atau mengetahui khabar penulisnya.

Begitupula dengan manusia yg mengamati alam raya ini, yg diciptakan dengan penuh ketelitian dan menakjubkan dan indah, maka ia dapat mengetahui bahwa ada Sang Pencipta yg bersifat Maha Awal, Maha Menetahui, Maha berkehendak, Maha Kuasa dan Maha Bijak.

Tanya Apakah dalam masalah ini terdapat contoh pada makhluk, yaitu adakah terdapat sesuatu yang jelas keberadaanya meski tidak nampak?

Jawab Ada, contoh dalam masalah ini adalah ruh. Sesungguhnya kita semua meyakini keberadaan ruh meski kita tidak mampu menyaksikannya, kita hanya melihat pengaruh ruh tersebut tanpa melihatnya langsung lewat penglihatan dan kita tak mampu menjangkau hakikatnya dengan akal pikiran. Begitupun Allah Subhanahu Wata’ala.

Sesunguhnya Dia meski tak nampak oleh mata penglihatan kita, dan kita tak mampu menjangkau hakikat DzatNya dengan akal pikiran kita, kita meyakini keberadaan Dzat Allah yg memiliki sifat sempurna, dengan cara melihat segala ciptaanNya yg rumit dan penuh keajaiban, sebagai orang yg menyaksikan keberadaan Nya lewat lisan perbuatan dan ucapan.

Tanya Apakah diperbolehkan memperbincangkan dengan panjang lebar hakikat ruh dan membahasnya?

Jawab Hal itu tidak diperkenankan karena kemampuan akal itu terbatas dalam memahami hakikat ruh. Membahasnya dengan panjang lebar hanya akan membuang waktu dan hal itu adalah dalil terbesar akan keterbatasan akal manusia. Manusia bahkan tidak bisa memahami hakikat ruh padahal ruh adalah ciptaan Allah yg ada dalam dirinya sendiri, maka hendaklah menghentikan keinginan mengetahui hakikat Dzat PenciptaNya yg tidak menyerupai apapun.

Tanya Apakah mungkin melihat Allah Subhaanahu Wata’ala dengan mata kepala?

Jawab Secara akal, melihat Allah dengan mata kepala adalah mungkin. Sedangkan menghuni syurga bagi orang yg beriman adalah benar menurut dalil Naqli. Sesungguhnya Allah Subhaanahu Wata’ala itu ada dan setiap hal yg ada mungkin untuk dilihat. Allah Subhaanahu Wata’ala berfirman : “ Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. Kepada Tuhannyalah mereka melihat “ (Al Qiyaamah 22-23).

Maka kelak mereka (orang beriman) akan menyaksikan Tuhan nya di hari kiamat dengan cara yg tidak diketahui manusia (Bila Kayf). Dan orang kafir dihalangi penglihatannya untuk melihat Allah, sebagai tambahan atas kesedihan dan penyesalan mereka.

Tanya Apakah penglihatan mata itu nyata?

Jawab Benar, dan hal itu karena sebagian manusia, yg umum maupun khusus jika melihat sesuatu dalam keadaan baik dan menakjubkan maka yg dilihatnya dapat terkena bencana dan bahaya.

Akan tetapi manusia yg seperti ini sangat sedikit, maka tidak layak bagi manusia menyibukkan pikirannya dengan hal itu dan menganggap sebagian besar hal yg terjadi kepadanya karena pengaruh penglihatan atau karena sihir sebagaimana yg banyak dilakukan oleh para wanita, karena hal itu kecerobohan dan kurang berhati hati.

Tanya Bagaimana mata bisa memberi kesan melihat (atsar) padahal ia adalah bagian tubuh manusia yg lembut dan tidak berhubungan langsung dengan hal yg dilihat serta tidak ada sesuatu yg keluar dari mata yg dapat menghubungkan mata dengan hal yg dilihat?

Jawab Tidak ada yg dapat menghalangi adanya hal kecil yg dapat memberi kesan yg kuat, dan sebuah kesan tidak disyaratkan terjadi dengan adanya hubungan langsung. Sesungguhnya kita menyaksikan sebagian orang yg memiliki bentuk tubuh tertentu dan kekuatan, jika melihat seseorang dengan rasa marah maka bisa saja orang yg dilihatnya menjadi kaget dan gugup, dan mungkin seakan akan dia telah terkena sesuatu yg membuatnya celaka padahal sesungguhnya sama sekali tidak ada yg menguasainya yg dapat dirasakan oleh inderanya. Dan tidak ada hubungan serta persentuhan antara yg merasakan takut dan orang yg membuat kesan rasa takut tersebut.

Besi magnet dapat menarik besi tanpa harus bersentuhan dan tanpa mengeluarkan sesuatu yg dapat membuatnya tertarik. Akan tetapi penyebabnya adalah hal yg lembut dan tidak nampak. Bahkan hal yg lembut dapat memberi kesan yg lebih kuat daripada hal yg nampak.

Sesungguhnya hal2 yg besar itu bermula dari keinginan dan niat, sedangkan keduanya adalah hal yg bersifat ma’nawi (perkara hati). Maka tidaklah dianggap aneh jika mata dapat memberi kesan (pengaruh) kepada hal yg dilihatnya padalal ia adalah sesuatu yg lembut dan tidak adanya hubungan langsung (bersambung) dengan yg dilihat serta tanpa harus mengeluarkan sesuatu dari mata tersebut agar dapat memberi kesan (pengaruh).

Tanya Umat siapakah yg paling mulia setelah para Nabi ‘Alaihimus Salam?

Jawab Umat yg paling utama dari seluruh umat lain adalah ummat Nabi Muhammad Shallallaahu ‘alaihi wasallam dan diantara mereka yg paling utama adalah para sahabat yg mulia. Para shahabat adalah orang orang yang berkumpul dengan Nabi kita Alaihis Salam dan beriman kepada beliau serta mengikuti cahaya kebenaran (Alquran) yg diturunkan kepada beliau. Dan diantara para sahabat yg paling mulia adalah khalifah yg empat (Syayidina Abu Bakr, Syayidina ‘Umar, Syayidina ‘Utsman dan Syayidina ‘Ali KW.)

Tanya Apakah Isra’ dan Mi’raj itu?

Jawab Isra’ adalah perjalanan malam Nabi Muhammad Shallallaahu Alaihi Wasallam dari Masjid Al Haram di Makkah menuju ke Masjidil Aqsha di AlQuds (Palestina). Peristiwa tersebut benar adanya karena telah tercantum dalam Alquran yg mulia.

Sedangkan yg dimaksud dengan Mi’raj adalah peristiwa naiknya Nabi Muhammad Shallallaahu Alaihi Wasallam malam tersebut dari Masjidil Aqsha ke langit, dan beliau berkumpul dengan para Malaikat yg mulia sebagai penghormatan dan pemulyaan para malaikat kepada beliau.

Dan peristiwa itu telah diterangkan dalam hadist hadist shahih dan peristiwa ini mungkin terjadi yg telah diceritakan oleh manusia yg jujur (Rasulullah), maka wajib mengimaninya sesuai dengan dzahirnya.

Hal itu tidaklah mengherankan – karena dialah Dzat yg dapat menerbangkan burung di angkasa, menjadikan bintang dapat melintasi jarak yg jauh dalam sekejap dengan gerakannya, sebuah jarak yg tidak mampu dilewati manusia dalam waktu jutaan tahun – apabila Dia berkenan mengangkat kekasih piliha nNya diantara manusia, untuk naik ke langit dalam waktu sekejap. Sedangkan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu dan Maha Mengetahui atas segala sesuatu.

Tanya Apakah doa dapat bermanfaat bagi yg didoakan, dan apakah pahala sedekah orang hidup bisa sampai kepada mayyit jika pahalanya dihadiahkan kepadanya?

Jawab Sesungguhnya sedekah itu adalah perkara yg digemari dan doa serta merendahkan diri kepada Allah itu diharapkan. Keduanya bermanfaat di sisi Allah Ta’ala baik bagi orang hidup maupun yg telah mati.

Tanya Apakah kenikmatan dalam syurga itu bersifat rohani atau jasmani, apakah juga yg terjadi dalam neraka- dan apakah nikmat syurga serta siksa neraka itu kekal ataukah terbatas waktunya?

Jawab Sesungguhnya syurga itu berisi dua macam nikmat, yakni rohani dan jasmani. Nikmat rohani berupa kenikmatan yg dirasakan oleh ruh seperti bertasbih, beribadah, melihat Allah Subhaanahu Wata’ala dan mengetahui bahwa Dia telah Ridla terhadap ahli syurga.
Sedangkan kenikmatan jasmani berupa kenikmatan yg dirasakan oleh jasmani seperti makan, minum dan menikah.

Begitu juga dengan siksa neraka yg terdiri dari dua macam, yakni siksa ruhani dan siksa jasmani pula. Kenikmatan di syurga maupun siksa dalam neraka keduanya kekal abadi selamanya dan tidak akan berhenti, dan penduduk keduanya abadi di dalamnya, syurga dan neraka saat ini sudah ada (diciptakan oleh Allah).

Tanya Apakah mungkin seorang wali dapat mencapai derajat Nabi dan apakah wali dan apakah wali dapat sampai pada suatu keadaan dimana kewajiban agama telah gugur baginya?

Jawab Tidak mungkin seorang wali dapat mencapai derajat seperti salah satu Nabi Alahim Salam sama sekali. Dan tidak mungkin seseorang – selama ia berakal sehat dan telah baligh (dewasa) – dapat mencapai keadaan dimana perintah dan larangan agama dapat gugur atas dirinya serta dia diperbolehkan berbuat sesuka hatinya. Barangsiapa menyangka hal itu dapat terjadi pada wali, maka sungguh ia telah kafir.

Begitupula telah dihukumi kafir orang yg menyangka bahwasanya syariat agama ini di dalamnya (bathin) menyalahi dengan apa yg nampak (dzahir) itulah yg dinamakan hakikat (kesejatian), sehingga mereka mentakwil ayat yg qoth’iy (telah jelas maknanya) dan menggunakannya tidak sesuai dengan makna dzahirnya, sebagaimana orang yg menganggap malaikat sebagai kekuatan akal dan syaithan sebagai kekuatan was was.

Tanya Apakah yg dimaksud dengan Mujtahid, dan siapakah Mujtahid yg boleh diikuti pendapatnya ?

Jawab Mujtahid adalah seseorang yg sangat memahami kaidah2 syariat dan dalil2nya dan biasa memikirkan dengan mendalam keduanya sehingga menghasilkan pemahaman yg kuat tentang apa yg dimaksud oleh pembuat syariat (Allah). Adapun Ulama Mujtahid itu ada banyak sekali.

Dan Mujtahid yg pendapatnya layak untuk diikuti serta boleh diambil kesimpulan pendapat nya ada empat. Mereka adalah : Abu Hanifah Nu’man Bin Tsabit (Imam Hanafi), Malik Bin Anas (Imam Malik), Muhammad Bin Idris As Syaafi;i (Imam Syafi’i) serta Ahmad Bin Hanbal (Imam Hanbali) Semoga Allah meridloi mereka semua.

Sesungguhnya alasan para Ulama memilih untuk mengikuti mereka bukan selain keempatnya – meski telah mencapai derajat mujtahid – adalah karena banyaknya kesimpulan hukum yg telah mereka ambil dalam masalah2 agama karena mereka telah mencurahkan tenaganya untuk memikirkan masalah2 tersebut, sehingga jarang ada permasalahan yg tidak disebutkan hukumnya. Selain itu juga karena pendapat madzhab mereka telah sampai kepada kita secara sambung menyambung (mutawattir), maka hendaknya kita mengikuti pendapat salah satu dari empat mujtahid tersebut, kecuali untuk kondisi darurat, jika tidak demikian maka kita bisa jatuh dalam talfiq (mencampur adukkan hukum dari beberapa madzhab dalam satu masalah), dan akhirnya hal itu tidak sesuai dengan satupun pendapat empat Ulama di
atas.

Tanya Mengapa para Ulama Mujtahid berbeda pendapat dalam beberapa masalah?

Jawab Sesungguhnya para Ulama Mujtahid di atas tidak berbeda pendapat dalam masalah ushuluddiin (masalah pokok2 agama/ keyakinan) dan tidak pula dalam pokok cabang2 (furu’) masalah agama sama sekali karena ketetapan dalil atas masalah2 tersebut telah jelas.

Mereka hanya berbeda dalam sebagian masalah furu’ (cabang) karena tiadanya nash (dalil) yg jelas dan pasti tentang masalah itu, karena sesungguhnya masalah juziyyah tidak mudah bersepakat atasnya dan perbedaan di dalamnya adalah sebuah kemudahan. Maka masing2 Ulama Mujtahid mencurahkan seluruh kemampuannya yg luas untuk mengeluarkan hukum atas masalah tersebut sesuai dengan Kitab dan Sunnah sesuai apa yg nampak. Barangsiapa benar atas kesimpulan hukumnya, maka dia mendapat dua pahala, dan barangsiapa salah kesimpulan hukumnya maka dia mendapat satu pahala karena usaha kerasnya mencari kebenaran sesuai usahanya. Perbedaan diantara para Ulama mujtahid adalah rahmat bagi ummat, karena perbedaan itu hanya dalam masalah cabang (far’iyyah), sedangkan perbedaan dalam hal itu menjadi kemudahan bagi manusia serta hilangnya kesulitan dan bahaya atas mereka. Apabila mereka sedang dalam kondisi terpaksa (sulit) maka mereka boleh melakukan mana yg lebih mudah dan jika dalam keadaan lapang maka dia bisa melakukan yg lebih hati2 atau lebih layak dan jelas.

Tanya Apakah syarat (pertanda) kiamat itu?

Jawab Syarat terjadinya kiamat (tanda2 yg menunjukkan telah sangat dekatnya saat kiamat) ada beberapa hal, diantaranya : Bangkitnya Dajjal yaitu sesorang yg buta matanya dan keluar dalam keadaan beragama yg buruk serta jauh dari ilmu. Dia mengaku memiliki sifat ketuhanan dan mampu menampakkan beberapa keajaiban dan dia hanya orang yang lemah iman dan keyakinannya saja.

Termasuk pertanda kiamat yaitu keluarnya hewan melata dari bumi yg mampu mengetahui manusia melalui wajah mereka. Maka barangsiapa beriman maka hewan itu akan menjadikan suatu pertanda baginya yg membuat orang tersebut dikenali sebagai mukmin. Dan barangsiapa kafir, maka hewan itu pun akan membuat pertanda baginya sehingga orang itu dikenali sebagai kafir dan hewan itu bisa berbicara kepada manusia tentang keadaan manusia itu.

Pertanda kiamat lain adalah terbitnya matahari dari barat sehari dari beberapa hari. Saat itu akan ditutup pintu taubat dan tidak akan diterima taubat satupun manusia. Termasuk pertanda kiamat yaitu keluarnya Ya’juj dan Ma’juj, mereka adalah segolongan manusia yang paling banyak berbuat kerusakan di muka bumi di masa lalu. Saat Iskandar Dzulqornain sampai di daerah jajahan mereka, maka para tetangga Ya’juj dan Ma’juj melaporkan kepadanya dan Dzulqornain pun bersedih karena perbuatan mereka. Dan wilayah yg memisahkan Ya’juj dan Ma’juj dengan penduduk tersebut adalah sebuah celah sempit diantara dua gunung.

Maka kemudian Dzulqornain membangun penghalang yg sangat tinggi dari besi dan menyimnya dengan timah cair sehingga jadilah benteng penahan tersebut bangunan yg kokoh dan licin yg tidak mudah dilobangi ataupun dilompati. Apabila telah dekat masa keluar mereka, maka terbukalah benteng itu karena beberapa sebab sehingga mereka akan menyebar di muka bumi dan memperbanyak berbuat kerusakan di seluruh wilayah bumi. Maka penuduk tersebut memohon kepada Tuhan mereka (Allah) untuk menghilangkan perbuatan buruk dan rusak Ya’juj Ma’juj, maka Allah menghancurkan dan mengganti mereka dengan cara menghapus sisa2 mereka.

Termasuk juga diantara tanda akan terjadinya kiamat yaitu turunnya Nabi ‘Isa Alaihis Salam saat fitnah menimpa kaum muslimin dan berbagai macam cobaan menimpa mereka. Maka beliau datang memperbaiki keadaan ummat ini dan menghilangkan segala kesedihan, membunuh dajjal dan membersihkan manusia dari hawa nafsu dan kesulitan.

Tanya Siapakah orang yg beruntung itu?

Jawab Orang mukmin yg shalih yg mengerjakan hal2 yg benar dan memenuhi perintah penciptaNya, mematuhi syariat baik yg nampak atau tidak dan berlawanan dengan dunia yg selalu berubah (dia tetap istiqomah) dialah orang yg beruntung dan orang yg baik serta
mendapat tambahan kebaikan.

Kita memohon kepada Allah agar menunjukkan kita agar menjadi orang yg beruntung tersebut. Dan semoga Dia menjadikan kita termasuk orang yg menempuh jalan yg terbaik. Dan segala puji bagi Allah yg dengan nikmatnya maka menjadi sempurnalah kebaikan dan semoga sebaik baik kemulyaan tercurah kepada Nabi yg paling mulya , Nabi Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam. Wallaahu A’lam Bishowaab….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.