Skip to content
Pondok Pesantren Al-Khoirot

Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang

Pondok pesantren di Malang terbaik Nasional versi Antaranews. Tahfidz Quran, Kitab kuning, formal, biaya murah. Arab, Inggris. Sistem salaf-modern.

  • Home
  • PSB 2025-2026
  • Perihal
    • About Pesantren
    • Profil Pengasuh
    • Pondok Putri
    • Sistem dan Program
    • Daftar & Biaya
    • Akidah Pesantren Al-Khoirot
    • Visi Misi
    • Sejarah
    • Foto Galeri Pesantren
    • Q & A
    • Pengurus
    • Tata Tertib
  • Konsultasi
    • Konsultasi LIVE (Langsung Dijawab)
    • Islamiy.com | Tanya Islam
    • Konsultasi Agama
  • Program
    • RA TK
    • MTs (SMP)
    • MA (SMA)
    • Madin (Diniyah)
    • Ma’had Aly
    • Kitab Kuning (bahasa Arab Klasik)
    • Tahfiz Al Quran
    • Al-Miftah Sidogiri
    • Universitas Terbuka
    • Santri Dewasa
    • Santri Kilat
    • Bahasa Arab Modern
  • Al-Quran
  • Buku
  • Toggle search form
Iman pada Takdir Allah Rukum Iman Keenam

Iman kepada Takdir Allah

Posted on 20/11/202010/02/2021 By Admin Pondok

Iman kepada Takdir Allah yang disebut qadha dan qadar merupakan hal keenam yang wajib diyakini seorang muslim yang tanpanya ia tidak dianggap sempurna imannya.

Nama kitab: Terjemah Jawahirul Kalamiyah
Nama kitab asal: Al-Jawahir Al-Kalamiyah fi Idah Al-Aqidah Al-Islamiyah ( الجواهر الكلامية في إيضاح العقيدة الإسلامية)
Nama lain kitab kuning: Al-Jawahir Al-Kalamiyah
Penulis: Tahir bin Saleh Al-Jazairi (wafat. 895 H) (طاهر بن صالح الجزائري)
Penerjemah: Ibnu Hasan Al-Malanjy
Bidang studi: Akidah Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) Asy’ariyah, ilmu kalam, ushuluddin.
DAFTAR ISI
➢ Muqoddimah
➢ Pengantar Akidah Islamiyyah
➢ Pembahasan Pertama Iman Kepada Allah
➢ Pembahasan Kedua Iman Kepada Malaikat Allah
➢ Pembahasan Ketiga Iman Kepada Kitab Allah
➢ Pembahasan Keempat Iman Kepada Nabi dan Utusan Allah
➢ Pembahasan Kelima Iman Kepada Hari Akhir (Kiamat)
➢ Pembahasan Keenam Iman Kepada Qadla’ dan Qadar
➢ Penutup : Cara Mengenal Hakikat Allah

PEMBAHASAN KEENAM TENTANG IMAN KEPADA QADLA’ DAN QADAR (KETENTUAN ALLAH)

Tanya Bagaimana keyakinan kita terhadap adanya qadla dan qadar?

Jawab Hendaklah kita meyakini bahwasanya seluruh perbuatan manusia baik yg membutuhkan usaha (ikhtiyari) – seperti berdiri, duduk, makan dan minum – maupun tanpa usaha (idtirori) -seperti jatuh – semua itu terjadi karena kehendak Allah Subhaanahu Wata’ala. Dan ketentuan (takdir) itu telah dibuat Allah sejak zaman azla (zaman sebelum ada sesuatu kecuali Allah), dan pengetahuan Allah tentang semua itu telah ada sebelum hal tersebut terjadi.

Tanya Kalau memang Allah adalah Sang Pencipta segala perbuatan manusia, bukankah itu berarti manusia adalah majbur (dipaksa) dalam setiap perbuatannya, dan setiap yg dipaksa maka tidak berhak mendapat pahala atau siksa ?

Jawab Bukan demikian maksudnya. Manusia tidaklah dipaksa sama sekali karena dia memiliki keinginan sendiri yg dapat mengantarkannya ke sisi baik atau sisi buruk. Manusia juga dikaruniai akal fikiran dimana dengan akal tersebut ia bisa memilih diantara sisi baik atau buruk. Jika ia menggunakan kehendaknya ke sisi yg baik, maka menjadi nyatalah kebaikan yg ia kehendaki. Dan ia akan mendapat pahala atas hal itu karena telah berbuat baik dan kehendak juziyyah nya bergantung pada sisi baik itu. Apabila kehendaknya memilih sisi buruk maka menjadi nyatalah keburukan yg ia kehendaki dan dia mendapat siksa atasnya karena keburukan itu terjadi karena keinginannya, dan kehendak juziyyah nya bergantung pada sisi buruk itu.

Tanya Berilah sebuah contoh yg dapat memudahkan hati untuk memahami bahwasanya seorang hamba tidaklah dipaksa atas perbuatannya ?

Jawab Setiap manusia memungkinkan untuk mengetahui bahwa ia tidak dipaksa atas segala perbuatannya. Sebagai contoh dia bisa membedakan saat tangannya menulis dan saat gemetar. Karena gerakan tangan saat menulis, sesungguhnya gerakan itu disandarkan kepada dirinya dengan mengatakan “aku menulis dengan usaha dan keinginanku”.

Adapun gerakan tangan saat gemetar maka hal itu tidak bisa disandarkan pada dirinya (terjadi di luar kehendaknya) dan dia tidak mengatakan : “aku menggerakkan tanganku” , namun dia mengatakan : “sesungguhnya hal itu (gerakan tanganku saat gemetar) terjadi di luar keinginanku”.

Tanya Pelajaran apa yg dapat dipetik dari contoh di atas ?

Jawab Dapat diambil pelajaran dari contoh tersebut bahwasanya setiap manusia dapat memahami dengan pendekatan sederhana, bahwa perbuatannya dibagai menjadi dua

Pertama, perbuatan yang terjadi dengan usaha dan kehendaknya. Seperti makan makan, minum, memukul seseorang dan lain sebagainya.

Kedua, perbuatan yg terjadi di luar usahanya seperti jatuh dan lain sebagainya.

Tanya Hal apakah yg mengiringi perbuatan seorang hamba jika perbuatan tersebut termasuk Ikhtiary (terjadi karena usaha manusia) ?

Jawab Perbuatan seorang hamba yg bersifat ikhtiary apabila berupa perbuatan baik maka akan mendapat pahala, dan apabila berupa perbuatan buruk maka akan mendapat dosa (siksa). Adapun jika perbuatan itu bersifat Idltirory (tanpa usaha) maka tidak akan dituntut apapun atas terjadinya perbuatan itu.

Tanya Jika seseorang memukul saudaranya dengan dzalim dan karena permusuhan, atau melakukan perbuatan buruk dan dosa serta semacamnya, lantas ia berdalih bahwa perbuatan itu terjadi karena sudah ditakdirkan, Apakah dapat diterima alasan tersebut?

Jawab Sesungguhnya alasan hamba tersebut tidak dapat diterima, baik di sisi Allah Subhaanahu Wata’ala maupun di sisi manusia. Karena terdapat kehendak terbatas (iradah juziyyah) pada diri hamba itu, ia pun diberi kemampuan, usaha dan juga akal fikiran.

Tanya Sebutkanlah ringkasan dari seluruh pembahasan di atas ?

Jawab Sesungguhnya wajib bagi setiap manusia yg mukallaf (telah dibebani kewajiban), hendaklah meyakini dengan teguh dan mantap, bahwasanya seluruh perbuatan, ucapan dan setiap gerak geriknya – baik maupun buruk – semua itu terjadi karena kehendak, ketentuan dan atas sepengetahuan Allah Subhaanahu Wata’ala. Akan tetapi hanya kebaikan yg diridlainya sedangkan keburukan tidak diridainya.

Dan hendaklah manusia menyadari bahwa ia dianugerahi kehendak terbatas (juziyyah) dalam perbuatannya yg bersfiat pilihan (ikhtiary). Dia akan diberi pahala atas perbuatan baik dan mendapat siksa karena perbuatan jahat. Dan tidak ada alasan baginya untuk berbuat kejahatan. Dan sungguh Allah tidak akan mendzalimi hamba-hambaNya.[]

Artikel, Kitab Kuning

Navigasi pos

Previous Post: Iman pada Hari Kiamat
Next Post: Cara Mengenal Hakikat Allah

More Related Articles

Abu Hasan Ali Nadwi Sayid Abul Hasan Ali Nadwi Artikel
Biografi sayid amin al-kutbi Makkah Al-Mukarromah Biografi Sayyid Amin Al-Kutbi Artikel
Bagian Waris Anak Istri Saudara Bagian Waris Anak Istri Saudara Artikel
Bany Zayyadi Artikel
Profil Pengasuh Pesantren Al-Khoirot Profil Pengasuh Pesantren Artikel
Profil KH Syuhud Zayyadi Profil KH Syuhud Zayyadi Artikel

Info Terbaru

  • UT Universitas Terbuka Pesantren Al-Khoirot
  • Pondok Pesantren Kilat Juni 2026
  • Pendaftaran Santri Baru PSB Juni 2026
  • Maulana Mahbubur Rahman Nadwi
  • Pondok Pesantren Ramah Anak
  • Kalender Pondok Pesantren Al-Khoirot 2026
  • Pondok Pesantren Kilat Mei 2026

Trending

Info Terkini

  • UT Universitas Terbuka Pesantren Al-Khoirot
  • Pondok Pesantren Kilat Juni 2026
  • Pendaftaran Santri Baru PSB Juni 2026
  • Maulana Mahbubur Rahman Nadwi
  • Pondok Pesantren Ramah Anak

Kosultasi Agama

  • Imam Mahdi menurut Hadits, Pandangan Ulama Aswaja dan Syiah
  • Hukum Muamalah (Transaksi Bisnis) dengan Kafir Harbi
  • Hukum Melempar Jumrah Hari Tasyrik di Pagi Hari Sebelum Tergelincir Matahari
  • Y-DNA Nabi Muhammad SAW Dan Konsekwensi Aqidah Umat Islam Jika Akui Baalwi Sebagai Keturunan Nabi Jalur Paternal
  • Y-DNA Bani Hasyim dan Quraysh Menurut Pakar DNA Anatole A. Klyosov

Program

  • Tahfizh Al-Quran
  • Sistem Pendidikan
  • Madrasah Diniyah
  • Akidah Pesantren

RSS islamiy.com

  • Walisongo Bukan Ba’alwi menurut Manuskrip Abad 15-16
  • Kisah Ahistoris Heroisme Baalwi ala Riziq Syihab
  • Riziq Syihab 100% Bukan Keturunan Nabi
  • Daftar Nama Ulama yang Gagal Membantah Batalnya Nasab Habaib
  • Kitab Sullamut Taufiq Karya Siapa?

Copyright © 2026 Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang.

Powered by PressBook Green WordPress theme